Kepala BGN Ungkap Total Kejadian Keracunan MBG hingga 12 November 2025

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan tentang total kejadian keracunan makan bergizi gratis (MBG).

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 November 2025, 17:20 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun Polri mempunyai alat rapid test yang digunakan untuk menguji makanan yang sudah dimasak. (Foto: Dok BGN)

Bola.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan tentang total kejadian keracunan makan bergizi gratis (MBG).  Menurutnya, hingga Rabu (12/11/2025) total ada 221 kejadian terkait MBG. 

Dadan menyampaikan data tersebut dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Advertisement

"Terkait dengan berbagai kejadian di Tanah Air, terkait khususunya keracunan pangan di Indonesia secara umum, total kejadian di Indonesia itu sampai hari ini itu ada 441 total kejadian," kata Dadan dalam rapat.

"MBG menyumbang 211 kejadian atau kurang lebih 48 persen dari total keracunan pangan yang ada di Indonesia," sambungnya.

 


Dibandingkan Data Kemenkes

Murid-murid sekolah dasar mendapatkan perawatan di klinik darurat setelah mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan lewat program Makan Bergizi Gratis di Bandung, Jawa Barat, pada 23 September 2025. (Timur Matahari/AFP)

Ia menyebut jika dilihat total penerima manfaat yang menerima gangguan kesehatan tersebut hingga rawat inap ada 636 orang. Jumlah ini berdasarkan data yang dipegang BGN.

"Kalau di Kemenkes 638 beda 2, tapi kami akan sinkronian. Kemudian yang rawat jalan di data kami 11.004. Di Kemenkes 12.755, sehingga totalnya kalau berbasis laporan Kemenkes itu 13.371 penerima manfaat yang alami gangguan kesehatan akibat program makan bergizi," sebutnya.

Dirinya menegaskan, hingga sampai saat ini pihaknya sudah memproduksi 1,8 miliar porsi makan.

"Sampai hari ini kita sudah memproduksi total 1,8 miliar porsi makan Alhamdulillah, dan Alhamdulillah sebagian besar berjalan dengan baik," pungkasnya. 

Berita Terkait