Bola.com, Jakarta - Cepat atau lambat, Manchester City harus menemukan sosok yang tepat untuk menggantikan Pep Guardiola, entah tahun depan atau beberapa tahun lagi. Dari nama yang beredar, satu kandidat muncul sebagai pilihan paling realistis: Vincent Kompany, pelatih Bayern Munchen yang juga legenda Manchester City.
Meski Mikel Arteta sering disebut sebagai penerus alami Pep Guardiola. Namun, proyek yang ia bangun di Arsenal membuat pelatih asal Spanyol itu sulit meninggalkan Emirates Stadium.
Sementara di sisi lain, Kompany kini menunjukkan kapasitas sebagai pelatih top di level tertinggi Eropa. Hubungan panjang dengan Manchester City, 11 tahun sebagai pemain, 12 trofi, termasuk empat gelar Premier League, membuatnya memiliki ikatan emosional dan identitas yang kuat dengan klub.
Bagi Kompany, Man City bahkan bisa dianggap sebagai ‘Real Madrid’-nya: satu-satunya klub yang cukup besar dan bermakna untuk membuatnya meninggalkan tim besar lain seperti Bayern Munchen.
Karakter, Kepemimpinan, dan Falsafah Sepak Bola
Kompany telah dikenal sebagai sosok berkarakter kuat sejak muda. Ketika kali pertama bergabung dengan Man City pada usia 22 tahun, ia langsung menjadi figur pemersatu ruang ganti berkat kemampuannya berbicara empat bahasa dan sikap kepemimpinan yang natural.
Vincent Kompany bukan hanya cerdas secara taktik, tetapi juga secara akademik. Terbukti dari gelar bisnis yang ia selesaikan saat masih berstatus kapten Man City.
Pengalamannya sebagai pemain menunjukkan betapa besarnya tekad dan mentalitas juaranya, termasuk kisah ketika ia terus menekan Samuel Eto’o dalam sebuah laga pramusim karena tidak terima timnya tampil buruk. Mentalitas itulah yang kini ia bawa ke dunia kepelatihan.
Ketika menangani Burnley, Kompany berhasil mengubah gaya permainan tim melalui pendekatan personal dan psikologis. Ia membuat pemain merasa strategi tertentu dibuat khusus untuk mereka, padahal itu bagian dari rencana besar tim.
Ketika di Bayern Munchen, ia menunjukkan fleksibilitas taktik, mulai dari penggunaan Harry Kane dan Jamal Musiala sebagai false nine hingga menyusun rencana melawan berbagai model pertahanan lawan.
Momentum besar yang menunjukkan kualitasnya adalah kemenangan Bayern Munchen dengan 10 pemain melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Ketangguhan, disiplin, dan kemampuan membaca situasi menjadi bukti ia bukan hanya pelatih ofensif, tetapi juga pemimpin yang mampu membentuk mental juara.
Kompany Bisa Sukses di Man City
Tekanan di Bayern Munchen sangat besar, tapi Vincent Kompany sejauh ini mampu melewatinya dengan baik dan bahkan mendapatkan kontrak baru.
Hal ini membuatnya lebih siap menjadi kandidat penerus Guardiola dibandingkan dua tahun lalu.
Gaya bermainnya yang menuntut ritme cepat, pergerakan tanpa bola, serta kesiapan menerima bola sangat cocok dengan DNA Man City.
Hubungan baiknya dengan para penggemar, mantan rekan, serta manajemen klub juga akan memberinya penerimaan yang tidak dimiliki pelatih seperti David Moyes atau Unai Emery saat menggantikan Ferguson dan Wenger.
Kompany bukan tipe pelatih yang mencoba meniru Guardiola. Ia memiliki identitas sendiri, tegas, analitis, fleksibel, namun tetap mengandalkan intensitas dan disiplin.
Akhirnya, jika waktunya tepat dan jika Manchester City memanggil, Kompany hampir pasti akan menerima tantangan tersebut. Tidak ada klub Premier League yang lebih cocok untuknya.
Sumber: ESPN