Wacana Pembekuan Bea Cukai, Ini Catatan dari Pengamat Pajak

Pengamat pajak merespons wacana pembekuan Bea Cukai.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Desember 2025, 06:20 WIB
Banjir merendam halaman Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta, Selasa (25/2/2020). Hujan yang mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi membuat halaman Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terendam banjir. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bola.com, Jakarta - Pengamat perpajakan yang juga Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute, Prianto Budi Saptono, menilai gagasan untuk membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bukan solusi strategis dalam memperbaiki tata kelola lembaga tersebut.

Menurutnya, akar persoalan tidak terletak pada keberadaan institusi, melainkan pada kualitas kepemimpinan di dalamnya.

Advertisement

'Ada ungkapan 'leadership is the key'. Ini berarti bahwa pembekuan DJBC bukan langkah tepat," ujar Prianto, Selasa (2-12-2025), seperti dikutip dari Liputan6.com.

Prianto menekankan bahwa perbaikan hanya dapat berjalan apabila pimpinan mampu melakukan reformasi menyeluruh atas berbagai kelemahan yang telah lama disorot masyarakat.


Benahi Internal

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Rapimnas KADIN, di Park Hyatt, Jakarta, Senin (1/12/2025). (Liputan6.com/Tira)

Prianto meyakini Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan jajaran pimpinan DJBC memiliki kapasitas untuk mendorong perubahan signifikan tanpa perlu membekukan lembaga.

"Sebagai good leader, Menkeu dan jajaran pimpinan di DJBC harus mampu mereformasi segala kelemahan yang ada selama ini dan telah disorot masyarakat. Masih banyak orang baik dan berintegritas di DJBC. Sudah saatnya mereka tampil untuk membenahi internal DJBC ketika sudah ada dorongan kuat dari Menkeu-nya," tuturnya.


Wacana Pembekuan DJBC Mencuat

Isu pembekuan DJBC mencuat setelah Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah masih membuka berbagai skenario untuk memperbaiki kinerja, termasuk opsi ekstrem berupa penghentian sementara operasional lembaga.

Purbaya menegaskan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan presiden. Ia juga menekankan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas jika target perbaikan internal tidak menunjukkan kemajuan.

"Bebas, nanti kita lihat seperti apa. Kalau emang enggak bisa perform, ya kami bekukan, dan betul-betul-betul beku, artinya 16 ribu pegawai bea cukai kami rumahkan,” tutur Purbaya seusai menghadiri Rapimnas Kadin, Selasa (2-12-2025).

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait