Arne Slot Tanggapi Kontroversi Penalti Hugo Ekitike Saat Liverpool Ditahan Leeds

Manajer Liverpool, Arne Slot, angkat bicara menanggapi klaim bahwa timnya seharusnya mendapat penalti saat melawan Leeds United.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 02 Januari 2026, 11:00 WIB
Penyerang Liverpool, Hugo Ekitike, mendapatkan peluang dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Liverpool dan Leeds United di Anfield, Liverpool, wilayah barat laut Inggris, pada 1 Januari 2026. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Liverpool, Arne Slot, angkat bicara menanggapi klaim bahwa timnya seharusnya mendapat penalti dalam laga Premier League kontra Leeds United yang berakhir imbang 0-0 di Anfield, Kamis (1/12/2026).

Pertandingan tersebut menjadi laga pembuka Liverpool di tahun 2026, namun The Reds gagal memaksimalkan status tuan rumah untuk mengamankan tiga poin.

Advertisement

Liverpool tampil dominan sepanjang pertandingan, tetapi kembali mengalami masalah klasik di lini depan, yakni ketajaman penyelesaian akhir.

Salah satu momen paling krusial terjadi di babak pertama ketika penyerang Hugo Ekitike terlihat ditahan oleh bek Leeds, Jaka Bijol, di dalam kotak penalti. Meski mendapat kontak jelas, Ekitike memilih tetap berdiri dan tidak terjatuh, sehingga wasit memutuskan untuk melanjutkan permainan.

Keputusan tersebut memicu perdebatan, karena banyak pihak menilai Liverpool layak mendapatkan penalti.


Komentar Slot

Pelatih Liverpool, Arne Slot, bertepuk tangan setelah pertandingan Liga Inggris melawan Sunderland di Anfield, Kamis, 4 Desember 2025. (AP Photo/Jon Super)

Slot pun menyoroti kejadian itu saat diwawancarai BBC usai pertandingan. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa sikap pemainnya yang memilih tetap berdiri justru menjadi bumerang bagi timnya.

“Saya rasa ini bukan sesuatu yang mengejutkan bagi siapa pun bahwa salah satu pemain saya memilih untuk tetap berdiri,” ujar Slot. “Hal serupa juga terjadi saat melawan West Ham, ketika Lucas Paquetá seharusnya mendapatkan kartu kuning kedua, tetapi salah satu pemain kami tetap berdiri.”

Slot menyiratkan adanya pola yang merugikan Liverpool, di mana sikap fair play para pemainnya tidak selalu mendapat penghargaan dari perangkat pertandingan. Ia membandingkan insiden tersebut dengan perilaku pemain lawan yang kerap terjatuh dengan mudah untuk mendapatkan keputusan dari wasit.

“Ini memang karakter tim kami. Sayangnya, itu tidak selalu diakui. Saya melihat pemain Leeds beberapa kali terjatuh di babak kedua. Pertanyaannya sekarang, apakah kami harus berubah atau tidak? Menurut saya, kami tidak perlu berubah,” tegas Slot.

 


Penyesalan

Dominik Szoboszlai dan Gabriel Gudmundsson berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Liverpool vs Leeds United di Anfield, 2 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Pelatih berusia 46 tahun itu juga mengakui bahwa keputusan Ekitike untuk tidak jatuh kemungkinan besar membuat Liverpool kehilangan peluang besar untuk menang. Menurutnya, jika sang penyerang memilih terjatuh, hasil pertandingan bisa saja berbeda.

“Jika dia terjatuh, kemungkinan besar itu akan berujung kartu merah dan penalti, dan tentu saja itu akan meningkatkan peluang kami untuk memenangkan pertandingan,” lanjutnya.

Hasil imbang ini membuat Liverpool memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka, namun juga menambah daftar laga di mana dominasi permainan tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Kritik terhadap efektivitas serangan The Reds pun kembali mencuat, terutama ketika menghadapi tim dengan pertahanan rapat seperti Leeds.

 

Sumber: Sky


Posisi Liverpool

Berita Terkait