Bola.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyoroti peristiwa di Venezuela. Kemlu memberi pernyataan melalui akun resminya di X.
Amerika Serikat akhir pekan lalu menyerang Ibu Kota Caracas, Venezuela, dan kemudian menangkap Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan narco-terorisme.
Lewat akun MoFA Indonesia @Kemlu_RI, pemerintah Indonesia menyatakan mencermati kondisi di negara Amerika Latin itu.
"Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama."
Pernyataan resmi pemerintah Indonesia itu kemudian ditanggapi oleh Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang juga eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Melalui akunnya di X, Dino mengatakan dia merasa heran dengan pernyataan Kemlu tersebut yang tidak menyebut sama sekali Amerika Serikat.
Kena Sentil
"Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI re Venezuela yang sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yang lakukan pelanggaran hukum internasional?" tanya Dino.
"Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan Indonesia sebagai pemain Global South yang penting. Ini momen Indonesia perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS terhadap Iraq. Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian. Bermitra dengan AS, dan dengan negara mana pun, tidak boleh menjadikan Indonesia negara penurut yang mengorbankan hal-hal yang prinsipil," kata Dino.
Sabtu lalu dunia dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di Venezuela ketika sejumlah serangan udara AS menghantam Ibu Kota Caracas diikuti penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Sejumlah negara seperti China, Malaysia mengecam tindakan AS itu dengan menyebutnya pelanggaran hukum internasional. Sementara PBB memperingatkan aksi militer AS ke Venezuela bisa menciptakan preseden berbahaya.