Thomas Frank Percaya Diri Tak Akan Cepat Dipecat Tottenham, Pengalaman Bos Eks Arsenal Jadi Kunci

Tekanan terhadap Thomas Frank di Tottenham Hotspur kian meningkat seiring hasil buruk yang dialami tim di Premier League.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 07 Januari 2026, 18:15 WIB
Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Denmark, Thomas Frank (tengah), bereaksi menjelang adu penalti di akhir waktu normal dalam pertandingan final Piala Super UEFA 2025 antara Paris Saint-Germain (Prancis) dan Tottenham Hotspur FC (Inggris) di Stadion Friuli, Udine, Kamis (14-8-2025) dini hari WIB. (Marco BERTORELLO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Tekanan terhadap Thomas Frank di Tottenham Hotspur kian meningkat seiring hasil buruk yang dialami tim di Premier League. Namun, sang manajer justru menunjukkan keyakinan tinggi bahwa ia akan diberi waktu untuk membangun tim.

Keyakinan tersebut muncul di tengah performa Spurs yang jauh dari kata meyakinkan. Tottenham hanya mampu meraih dua kemenangan dari 11 laga terakhir di Premier League, situasi yang memicu ketidakpuasan di kalangan pendukung.

Advertisement

Meski demikian, Frank menegaskan bahwa suasana internal klub tetap solid. Ia menyebut seluruh elemen di Tottenham berada dalam satu visi yang sama terkait arah dan masa depan klub.

Salah satu faktor yang membuat Frank merasa aman adalah keberadaan CEO Tottenham, Vinai Venkatesham, sosok yang sebelumnya berperan penting dalam perjalanan Mikel Arteta bersama Arsenal.

 


Belajar dari Kesabaran Arsenal pada Arteta

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Vinai Venkatesham dikenal sebagai figur kunci di balik keputusan Arsenal mempertahankan Mikel Arteta pada masa-masa awal kepelatihannya. Saat itu, Arteta sempat berada di bawah tekanan besar akibat hasil yang tak konsisten.

Arsenal finis di posisi kedelapan dalam dua musim pertama Arteta. Pada musim ketiganya, The Gunners kembali gagal lolos ke Liga Champions setelah hanya menempati peringkat kelima. Meski demikian, manajemen Arsenal tetap memberikan dukungan penuh.

Kesabaran itu akhirnya berbuah manis. Arsenal berkembang menjadi penantang serius gelar, sebuah proses yang diyakini Frank dipahami betul oleh Venkatesham.

Venkatesham sendiri meninggalkan Arsenal pada 2024 dan resmi bergabung dengan Tottenham sebagai CEO pada musim panas lalu.

 


Komunikasi dan Keputusan Tenang Jadi Pembeda

Pelatih Tottenham, Thomas Frank, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat timnya menghadapi PSG pada laga Liga Champions di Paris. (AP Photo/Christophe Ena)

Frank tak ragu melontarkan pujian tinggi kepada Venkatesham, terutama dalam hal kepemimpinan dan komunikasi.

“Vinai adalah salah satu komunikator terbaik yang pernah saya temui, baik sebagai CEO maupun pemimpin. Ia benar-benar luar biasa dalam hal itu,” ujar Frank.

“Saya rasa saya cukup baik, tetapi dia jauh lebih unggul. Itu sangat krusial, baik untuk urusan internal maupun eksternal klub,” lanjutnya.

Frank juga menilai ketenangan Venkatesham sebagai kualitas langka di dunia sepak bola modern.

“Ia tenang dan mampu mengambil keputusan yang masuk akal. Dua hal yang sangat jarang di sepak bola, tetapi justru sangat penting jika Anda ingin meraih kesuksesan jangka panjang,” tuturnya.

 


Memahami Proses, Bukan Sekadar Hasil Instan

Pelatih Brentord, Thomas Frank, melakukan protes saat melawan Newcastle United pada pertandingan perempat final Carabao Cup di St James’ Park pada Kamis (19/12/2024). (Owen Humphreys/PA via AP)

Menurut Frank, pengalaman panjang Venkatesham di Arsenal membuatnya paham bahwa membangun tim penantang gelar tidak bisa dilakukan secara instan.

“Bagi saya, Vinai sangat krusial untuk kesuksesan Tottenham dalam banyak hal. Ia memiliki pengalaman sepuluh tahun di Arsenal dan tahu bagaimana sebuah klub dibangun,” kata Frank.

Hubungan keduanya pun disebut semakin erat seiring waktu.

“Kami sudah saling mengenal selama enam bulan. Kami makin memahami satu sama lain. Saya orang yang cukup tenang, meski terkadang sedikit lebih emosional, jadi kami juga saling belajar,” ujarnya.

Menjawab kritik terhadap gaya bermain Tottenham, Frank menilai Venkatesham memahami betul perjalanan yang harus dilalui klub.

“Ya, tentu saja. Tidak ada keraguan. Ia tahu seperti apa standar yang baik dan juga tahu bahwa, sayangnya, butuh waktu untuk mencapai level tersebut,” tegas Frank.

“Hal itu sangat menguntungkan, karena ia memahami perjalanan yang sedang kami jalani,” pungkasnya.

Dengan dukungan manajemen dan kesamaan visi, Thomas Frank berharap Tottenham mampu melewati fase sulit ini dan perlahan bergerak menuju level yang diharapkan, meski tekanan dari luar terus menguat.

Sumber: London Evening Standard


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait