Marquez Bersaudara Enggan Sebut Prestasi MotoGP 2025 Sebagai Bersejarah

Kakak adik Marquez mendominasi MotoGP 2025, tetapi enggan diberi label "sejarah".

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Januari 2026, 13:30 WIB
Alex Marquez dan Marc Marquez sedang bersaing menjadi juara dunia MotoGP 2025. (X/Marc Marquez)

Bola.com, Jakarta - Musim MotoGP 2025 menjadi satu di antara periode paling bersejarah dalam perjalanan karier keluarga Marquez. Marc Marquez tampil dominan bersama Ducati, sementara sang adik, Alex Marquez, mengakhiri musim sebagai runner-up klasemen.

Namun, menariknya, kedua bersaudara itu justru enggan menyebut pencapaian mereka sebagai sesuatu yang bersejarah.

Advertisement

Alex Marquez mengungkapkan alasan di balik sikap tersebut.

Dalam wawancara dengan La Sexta, pembalap Gresini Racing itu menjelaskan bahwa istilah "historis" sengaja mereka hindari, meski catatan yang diraih jelas belum pernah terjadi sebelumnya di MotoGP.

"Historis'’ adalah kata yang Marc dan saya sepakat untuk tidak digunakan," ujar Alex.

"Marc selalu mengatakan bahwa kata 'historis' terdengar seperti sesuatu yang sudah tua, sesuatu yang sudah menjadi bagian dari masa lalu," lanjutnya.


Bagian dari Proses

Marc Marquez dan Alex Marquez usai finis 1-2 pada Sprint Race MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Pada 2025, Marc Marquez benar-benar mendominasi kejuaraan. Mengendarai motor Ducati, ia mengoleksi 11 kemenangan grand prix, 14 kemenangan sprint, serta merebut gelar juara dunia ketujuhnya.

Sementara itu, Alex Marquez mencatatkan kemenangan perdana di MotoGP pada balapan di Spanyol, lalu menambah dua kemenangan lain sepanjang musim untuk mengamankan posisi kedua klasemen akhir.

Prestasi tersebut mencatatkan rekor baru dalam sejarah MotoGP: untuk pertama kalinya, dua bersaudara finis di posisi satu dan dua klasemen kejuaraan dunia.

Meski begitu, bagi keluarga Marquez, pencapaian itu lebih dipandang sebagai bagian dari proses, bukan sesuatu yang ingin langsung diberi label besar.

Dalam wawancara yang sama, Alex juga berbicara tentang hubungannya dengan Marc, serta tantangan yang ia hadapi saat harus bersaing langsung dengan sang kakak di lintasan.

"Mengalahkan Marc Marquez adalah pernyataan besar," kata Alex.

"Dia seperti bunglon, selalu berubah," imbuhnya.


Saling Melengkapi

Untuk itu, Marc Marquez harus mampu meraih setidaknya tiga poin lebih banyak daripada rival terdekatnya, yang tak lain adalah sang adik, Alex Marquez. (TOSHIFUMI KITAMURA/AFP)

Alex menggambarkan Marc sebagai pembalap dengan mentalitas luar biasa.

"Anda bahkan bisa melihat dia menderita di lintasan, tetapi dia memiliki mentalitas yang mendorongnya untuk terus berkembang dan tekad yang tidak pernah membiarkannya menyerah," ujarnya.

"Itu yang selalu memaksa Anda berada di batas kemampuan," kata Alex lagi.

Menurut Alex, perbedaan karakter justru membuat hubungan mereka makin kuat.

"Dia sering mengatakan kepada saya bahwa saya lebih seimbang dan tenang, sementara dia lebih berani mengambil risiko," tutur Alex.

"Kami saling melengkapi, dan itu juga alasan mengapa kami sangat cocok, baik di dalam maupun di luar lintasan," ucap Alex, yang tiga tahun lebih muda dari Marc.


Juara MotoGP, Kenapa Tidak?

Pembalap MotoGP asal Spanyol dari tim BK8 Gresini Racing MotoGP, Alex Marquez, mengikuti sesi kualifikasi MotoGP Inggris di sirkuit Silverstone di Northamptonshire, Inggris bagian tengah, pada 24 Mei 2025. (Adrian Dennis/AFP)

Memasuki musim 2026, Alex Marquez menghadapi babak baru dalam kariernya. Untuk pertama kalinya, ia akan menunggangi motor Ducati pabrikan setelah mendapat promosi dari pabrikan asal Italia tersebut.

Secara logika, target minimal adalah mengulangi performa impresif yang ia tunjukkan musim lalu.

Namun, Alex memilih bersikap realistis dan menahan ekspektasi pribadinya.

"Saya berhati-hati karena hidup mengajarkan saya bahwa memiliki ekspektasi terlalu tinggi bisa berujung pada frustrasi," katanya.

"Anda harus melakukan semuanya dengan benar, dan jika itu dilakukan, hasil akan datang dengan sendirinya."

Meski begitu, ambisi besar tetap tersimpan. Alex tak menutup kemungkinan untuk membidik gelar juara dunia MotoGP di masa depan.

"Saya sudah berkembang, jadi kenapa tidak?" ujarnya.

"Saya juara di Moto3 dan Moto2, meski itu lebih sulit. Kenapa tidak di MotoGP? Itu adalah impian saya," tegasnya.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait