Legenda Balap Motor Dunia Sebut Toprak Bakat Langka: Bisa Ciptakan Keajaiban di MotoGP

Kehadiran Toprak Razgatlioglu di MotoGP mulai 2026 langsung memantik antusiasme besar.

Bola.com, Jakarta - Kehadiran Toprak Razgatlioglu di MotoGP mulai 2026 langsung memantik antusiasme besar. Juara dunia World Superbike tersebut akan memperkuat Pramac Yamaha dan diharapkan menjadi warna baru di kelas premier setelah bertahun-tahun mendominasi ajang balap motor produksi massal.

Toprak datang ke MotoGP dengan reputasi mentereng. Ia dikenal sebagai pembalap dengan gaya agresif, teknik pengereman ekstrem, serta kemampuan mengendalikan motor di luar batas normal. Namun, tantangan besar menantinya karena harus beradaptasi dengan motor MotoGP 1000cc berban Michelin, sebelum regulasi baru diberlakukan pada 2027.

Salah satu sosok yang paling memahami kapasitas Toprak adalah Sylvain Guintoli. Mantan pembalap MotoGP sekaligus juara dunia World Superbike itu pernah menyaksikan langsung kemampuan Razgatlioglu saat bekerja bersama tim tes BMW.

Menurut Guintoli, Toprak bukan sekadar pembalap cepat. Ia menilai rider asal Turki itu memiliki bakat istimewa yang jarang dimiliki pembalap lain, bahkan di level tertinggi sekalipun.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Toprak Bisa Lakukan Hal yang Tak Bisa Dilakukan Orang Lain

Guintoli menegaskan bahwa tantangan utama Toprak pada musim debutnya nanti adalah proses adaptasi terhadap karakter motor MotoGP yang sangat berbeda dibandingkan Superbike.

“Semuanya soal adaptasi terhadap paket yang berbeda,” ujar Guintoli kepada Crash.net.

“Musim depan akan menjadi perubahan besar bagi Toprak. Karena bannya, karena perangkat ride-height, motor MotoGP harus dikendarai dengan cara yang sangat berbeda,” lanjutnya.

Meski demikian, Guintoli yakin Toprak memiliki modal luar biasa untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Tapi dia adalah talenta besar. Toprak adalah salah satu pembalap yang mampu menciptakan keajaiban dan melakukan hal-hal di atas motor yang tidak bisa dilakukan orang lain. Dia adalah bakat yang sangat, sangat spesial,” ucapnya.

 

3 dari 4 halaman

Musim 2026 Masih Tanda Tanya

Guintoli mengakui sulit memprediksi seberapa cepat Toprak bisa kompetitif pada musim perdananya. Selain adaptasi teknis, performa motor Yamaha V4 terbaru juga menjadi faktor penentu.

“Sulit untuk diprediksi. Tantangannya akan sangat besar, dan kita juga belum tahu seberapa kompetitif paket Yamaha nantinya. Itu juga menjadi tanda tanya,” kata Guintoli.

Namun, ia optimistis masa depan Toprak akan sangat cerah ketika MotoGP memasuki era baru pada 2027, saat kapasitas mesin turun menjadi 850cc dan ban Pirelli mulai digunakan.

“Pada 2027, DNA ban Pirelli sangat cocok dengan gaya balapnya. Kita tahu seberapa cepat dia dengan motor yang lebih konvensional tanpa perangkat ride-height, seperti di Superbike,” ujarnya.

“Karena itu, saya pikir di 2027 dia akan menjadi senjata yang sangat berbahaya,” tambah Guintoli.

 

4 dari 4 halaman

Bukan Sekadar Musim Belajar

Saat ditanya apakah Toprak sebaiknya menjadikan 2026 sebagai musim belajar, Guintoli tidak menutup kemungkinan adanya kejutan dari sang rookie.

“Kita lihat saja. Saya sangat berharap dia bisa langsung kompetitif, tetapi itu akan menjadi tugas yang sangat berat. Transisi ini tidak mudah, dan cara menggunakan motornya benar-benar berbeda,” tuturnya.

Ia juga menyoroti apakah Toprak mampu menyalin keunggulannya di Superbike ke MotoGP.

“Apakah dia bisa unggul di fase-fase berkendara yang sama seperti saat bersama BMW? Apakah dia bisa mereplikasinya dan mendapatkan keuntungan dibandingkan pembalap MotoGP lainnya?” ujar Guintoli.

“Saya tidak tahu. Itulah yang akan kita lihat nanti. Toprak tahu ini akan sulit di awal, tetapi betapa menariknya melihat dia tampil di MotoGP,” pungkasnya.

Toprak Razgatlioglu dijadwalkan kembali menjajal Yamaha V4 terbaru pada tes shakedown MotoGP di Sepang akhir bulan ini, setelah sebelumnya mencicipi atmosfer paddock MotoGP pada tes Valencia November lalu.

Sumber: Crash.net

Video Populer

Foto Populer