Baru Enam Bulan setelah Transfer Bersejarahnya, Masa Depan Dean Huijsen di Real Madrid Mulai Diragukan

Masa depan Dean Huijsen di Real Madrid mulai diragukan, hanya enam bulan setelah transfer bersejarahnya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Januari 2026, 13:45 WIB
Pemain Real Madrid, Dean Huijsen, beraksi dalam pertandingan La Liga Spanyol melawan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Dean Huijsen di Real Madrid mendadak diselimuti tanda tanya, padahal bek muda itu baru enam bulan berseragam Los Blancos sejak transfer bersejarahnya ke Santiago Bernabeu.

Huijsen datang ke Madrid dengan ekspektasi tinggi. Real Madrid mengalahkan persaingan sejumlah klub Premier League ketika menebus bek tengah berusia 20 tahun itu dari Bournemouth dengan nilai mencapai 50 juta paun, Mei lalu.

Advertisement

Nilai tersebut menjadikannya bek termahal sepanjang sejarah klub.

Di bawah arahan Andoni Iraola bersama Bournemouth, Huijsen muncul sebagai satu di antara talenta paling menjanjikan di Eropa. Madrid pun memproyeksikannya sebagai pilar utama lini pertahanan untuk jangka panjang.

Namun, realitas di ibu kota Spanyol tak sepenuhnya berjalan sesuai rencana.


Awal Karier Tersendat

Duel Dean Huijsen dan Djibril Sow dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Sevilla, Minggu (21/12/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Perjalanan Huijsen di Madrid diawali dengan sejumlah hambatan. Kartu merah yang diterimanya di fase awal karier membuat proses adaptasi makin berat.

Tak hanya itu, serangkaian cedera memaksanya absen dalam delapan pertandingan, sebuah situasi yang jelas mengganggu ritme permainan dan kepercayaan diri.

Kondisi tersebut diperparah oleh instabilitas besar di lini belakang Madrid. David Alaba baru tampil sebagai starter dua kali sepanjang musim, lebih sering berada di bangku cadangan atau menepi akibat cedera betis.

Antonio Rudiger sempat absen lama di awal musim karena masalah hamstring, sementara Eder Militao sudah menepi sejak 7 Desember akibat robekan tendon biceps femoris di kaki kirinya.


Terlalu Cepat Dipaksa Jadi Pemimpin?

Bek Real Madrid, Dean Huijsen (kanan), diganjar kartu merah saat timnya menang 2-1 atas Real Sociedad pada laga pekan keempat La Liga di Estadio Municipal de Anoeta, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (AFP/ANDER GILLENEA)

Kepada Talksport, pengamat sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai situasi ini menjadi beban berat bagi Huijsen, meski ia melihat potensi solusi lewat pergeseran peran pemain lain.

"Pada akhirnya, kita berada dalam situasi di mana Huijsen harus benar-benar fit dan membutuhkan partner yang bisa membantunya beradaptasi," ujar Brassell.

"Saat ini, itu mungkin Aurelien Tchouameni. Dia juga dimainkan sebagai bek tengah di final Piala Super Spanyol. Mungkin itu idenya, tetapi tetap terasa sangat eksperimental."

Brassell menambahkan, ekspektasi terhadap Huijsen terlampau besar.

"Setelah satu musim yang cukup bagus di Premier League bersama klub non-elite, tiba-tiba dia diharapkan menjadi pemimpin lini pertahanan Real Madrid. Itu terlalu cepat. Dia membutuhkan dukungan di sekelilingnya," ulas Brassell.


Pergantian Pelatih

Dean Huijsen dari Real Madrid (kiri) menyundul bola lebih dulu dari pemain Mallorca, Vedat Muriqi, dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Masalah Huijsen tak berhenti di situ. Ia kini harus beradaptasi dengan pelatih kedua dalam satu musim, setelah Madrid memecat Xabi Alonso menyusul kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Sebagai pengganti, Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan bek Los Blancos. Namun, debut Arbeloa jauh dari meyakinkan. Madrid langsung tersingkir dari Copa del Rey setelah secara mengejutkan kalah 2-3 dari klub kasta kedua, Albacete.

Ketidakpastian masa depan Huijsen juga dipengaruhi situasi kontrak Alaba dan Rudiger yang akan habis pada akhir musim. Brassell memprediksi Madrid akan berburu bek tengah berpengalaman, terlepas dari nasib Huijsen.

"Itulah yang justru bisa membuat Huijsen bertahan," kata Brassell.

"Jika mereka menjualnya sekarang, mereka justru menciptakan masalah baru karena harus membeli satu bek tengah lagi. Bahkan, mungkin mereka memang perlu membeli satu atau dua bek tengah, entah Huijsen pergi atau tidak," imbuhnya.


Jika Madrid Melepas Huijsen…

Aksi Dean Huijsen saat membela Real Madrid melawan Al Hilal di Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (19/06/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Meski begitu, apabila Madrid memutuskan untuk menghentikan "proyek Huijsen" lebih cepat, klub tidak akan kesulitan mencari peminat. Brassell menilai, mengembalikan dana 50 juta paun bukan perkara sulit.

"Liverpool, Newcastle, Chelsea, hanya dari contoh awal saja, Real Madrid punya peluang besar mendapatkan kembali uang mereka," ujarnya.

"Jika mereka melihat sesuatu di latihan dan berkata, 'Tidak, dia belum siap,' mungkin ada kesempatan untuk mengambil keputusan itu, terutama setelah Piala Dunia."

Newcastle sebelumnya sempat dikaitkan kuat dengan Huijsen sebelum ia pindah ke Madrid, tetapi akhirnya beralih merekrut Malick Thiaw dari AC Milan.

Chelsea juga meminati Huijsen pada periode yang sama, dan kini The Blues kekurangan bek tengah menyusul cedera jangka panjang Levi Colwill serta masalah kebugaran Wesley Fofana.

Sementara itu, Liverpool diperkirakan masuk bursa bek tengah karena Ibrahima Konate akan habis kontrak di akhir musim dan kecil kemungkinan memperpanjang masa baktinya di Anfield.

The Reds sendiri nyaris mendatangkan bek baru pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu, setelah sempat mencapai kesepakatan dengan Crystal Palace untuk Marc Guehi, meski transfer tersebut akhirnya gagal terwujud.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait