Rio Ferdinand Angkat Bicara soal Lisandro Martinez setelah Adu Mulut dengan Paul Scholes: Dia Seperti Spons

Rio Ferdinand mengungkap obrolannya dengan Lisandro Martinez di tengah panasnya polemik versus Paul Scholes.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Januari 2026, 15:15 WIB
Bek Manchester United asal Argentina bernomor punggung 06, Lisandro Martinez, merayakan golnya di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 26 Desember 2025. Man Utd memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Rio Ferdinand akhirnya angkat bicara soal polemik yang melibatkan bek Manchester United, Lisandro Martinez, dengan dua legenda klub, Paul Scholes dan Nicky Butt.

Mantan kapten Setan Merah itu mengungkapkan isi percakapannya dengan Martinez di tengah perang kata-kata yang sempat memanas usai Derbi Manchester.

Advertisement

Kontroversi ini mencuat setelah MU meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Manchester City di Old Trafford. Seusai laga, Martinez secara terbuka menanggapi komentar Scholes dan Butt yang sebelumnya melontarkan kritik dalam podcast "Good, Bad and Football".

Dalam podcast tersebut, Butt menyebut duel Martinez melawan mesin gol Man City, Erling Haaland, akan "seperti melihat seorang ayah di sekolah berlari bersama balita kecil".

Scholes kemudian ikut menimpali dengan nada mengejek, mengatakan, "Dia akan mencetak gol lalu melemparnya ke dalam gawang".


Emosi Martinez Meledak

Harry Maguire dari Manchester United, di bagian bawah, tergeletak di lapangan kesakitan sementara wasit Anthony Taylor, Lisandro Martinez dari Manchester United, dan Erling Haaland dari Manchester City bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Ucapan itu justru berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lapangan. Martinez tampil dominan dan menjadi tembok kukuh pertahanan MU.

Haaland benar-benar dibuat tak berkutik, hanya mencatatkan 15 sentuhan sepanjang pertandingan sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan pemain muda, Divine Mukasa, di babak kedua.

Usai pertandingan, emosi Martinez pun meledak. Bek asal Argentina itu secara langsung menyasar Scholes dan bahkan menantangnya untuk bertemu langsung.

"Sejujurnya, dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau," kata Martinez.

"Saya sudah bilang ke dia, kalau mau mengatakan sesuatu kepada saya, dia bisa datang ke mana saja. Ke rumah saya, ke mana pun. Saya tidak peduli."

"Bagi saya, saya menghormati hubungan ketika orang-orang ingin membantu klub karena semua orang bisa berbicara di televisi. Tapi, ketika bertemu langsung, tatap muka, tidak ada yang berani mengatakan apa pun di depan wajahmu."


Respons Scholes

CEO dan co-owner Salford City Nicky Butt (kanan) dan co-owner Paul Scholes bereaksi menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester City dan Salford City di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 11 Januari 2025. (Darren Staples/AFP)

Scholes kemudian merespons dalam episode terbaru podcast yang sama bersama Butt dan Paddy McGuinness.

Kendati mengakui performa impresif Martinez di laga derby, Scholes mengungkapkan bahwa dirinya dan Martinez sebenarnya sudah pernah "bertukar pesan di Instagram cukup lama".

Menurut Scholes, Martinez sempat mempermasalahkan satu di antara komentarnya dan bahkan mengatakan bahwa ia kehilangan semua rasa hormat kepada mantan gelandang Timnas Inggris tersebut.

Pria berusia 51 tahun itu mengklaim telah memberikan nomor teleponnya kepada Martinez, tetapi tidak pernah mendapat balasan.

Di sisi lain, Martinez juga menjalin komunikasi dengan legenda MU lainnya, Rio Ferdinand. Ferdinand mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah mendapat undangan dari Martinez, tetapi hubungannya dengan mantan bek Ajax itu berjalan positif.

Ia menyebut Martinez sebagai sosok yang jujur dan menilai pernyataannya telah disalahartikan.


Penjelasan Ferdinand

Keberhasilan Manchester United mengikat Jadon Sancho membuat eks Setan Merah, Rio Ferdinand memberi sambutan khusus kepada pemain 21 tahun tersebut dengan mempersembahkan chant atau lagu hasil editan yang sebelumnya dipersembahkan untuk Cristiano Ronaldo. (Foto: AFP/Pool/Stefan Wermuth)

Ferdinand mengatakan dirinya sempat berbincang singkat dengan Martinez setelah kemenangan pada Sabtu malam WIB tersebut, dan sang bek menegaskan bahwa MU harus terus melaju dan menjaga momentum.

"Saya sudah berbicara dengan Martinez beberapa kali, baik secara daring maupun langsung, dan dia adalah sosok yang hanya ingin tampil bagus, menang, dan mengembalikan standar Manchester United seperti dulu," ujar Ferdinand dalam podcast "Rio Presents".

"Dia sangat ingin tahu seperti apa standar itu. Dia bahkan mengundang saya ke tempat latihan, mengajak ngopi, dia seperti spons, menyerap segalanya. Cara dia bermain mencerminkan siapa dirinya. Dia orang yang jujur dan sosok yang bagus untuk ada di ruang ganti."

"Dia berhak berbicara jika ada sesuatu yang mengganggunya. Cara ucapannya mungkin perlu konteks. Dia tidak mengatakan, 'Temui saya di mana saja dan kita berkelahi'. Maksudnya adalah, ‘Mari kita bicara langsung, tatap muka, kalau memang ada masalah'," jelas Ferdinand.


Pemain Kelas Dunia

Lisandro Martinez (kiri) dan rekan setimnya, Matheus Cunha, memberikan apresiasi kepada suporter MU selepas duel melawan Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Ferdinand juga menegaskan status Martinez sebagai pemain kelas dunia.

"Kita sedang membicarakan seorang juara Piala Dunia. Dia tahu bagaimana caranya menang. Saya berbicara dengannya setelah pertandingan, dan dia sangat jelas, kami punya standar sekarang dan butuh momentum. Yang ingin saya sampaikan, jika Anda membicarakan seseorang, pastikan Anda siap mengatakan hal yang sama di depan orang tersebut. Kalau begitu, itu permainan yang adil," tuturnya.

Sementara itu, petinggi MU dikabarkan tidak senang dengan komentar yang dilontarkan Scholes dan Butt. Mereka menilai pernyataan tersebut lebih merupakan upaya mengejek Martinez ketimbang kritik yang membangun.

Scholes mengakui bahwa komentar mereka seharusnya bisa disampaikan dengan kata-kata yang lebih baik, tetapi menegaskan bahwa saat itu mereka hanya bercanda.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait