7 Hasil Pertandingan Memalukan Man City di Liga Champions

Berikut ini adalah tujuh hasil paling memalukan Manchester City di kompetisi Eropa sejak 2010, disusun dari yang paling ringan hingga yang paling mencoreng reputasi mereka.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 22 Januari 2026, 08:00 WIB
Manchester City - Ilustrasi Logo Man City (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Manchester City boleh menjelma sebagai kekuatan dominan di sepak bola Inggris dalam satu setengah dekade terakhir. Trofi demi trofi datang silih berganti, skuad bertabur bintang, serta investasi miliaran pound menjadi fondasi kejayaan The Citizens di level domestik.

Namun, dominasi itu tidak selalu berbanding lurus dengan perjalanan mereka di kompetisi Eropa. Di balik status sebagai raksasa baru, Manchester City masih kerap tergelincir dengan cara yang sulit dijelaskan, bahkan memalukan.

Advertisement

Istilah “Cityitis” memang perlahan terkikis sejak era Pep Guardiola, tetapi jejak kegagalan absurd di Liga Champions dan kompetisi Eropa lainnya masih menghantui perjalanan klub asal Manchester tersebut.

Berikut ini adalah tujuh hasil paling memalukan Manchester City di kompetisi Eropa sejak 2010, disusun dari yang paling ringan hingga yang paling mencoreng reputasi mereka.

 


7. Real Madrid 1-0 Manchester City (2016)

Striker Real Madrid Cristiano Ronaldo (kanan) saat menghadapi Manchester City di Santiago Bernabeu, Madrid, 4 Mei 2016. (AFP/Paul Ellis)

Kalah di semifinal Liga Champions dari Real Madrid sejatinya bukan aib besar. Namun, cara Manchester City menyerah di Santiago Bernabeu membuat hasil ini terasa pahit.

Setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama dan hanya tertinggal akibat gol bunuh diri Fernando, City sejatinya hanya membutuhkan satu gol tandang untuk melaju ke final. Sayangnya, pendekatan pasif yang diterapkan Manuel Pellegrini membuat City nyaris tidak memberikan ancaman berarti.

Alih-alih tampil berani, City justru terlihat takut mengambil risiko hingga menit-menit akhir pertandingan.

 


6. Barcelona 4-0 Manchester City (2016)

Manajer Manchester City, Josep Guardiola (kiri) memberi instruksi anak buahnya, pada Matchday 3 Liga Champions 2016-2017, kontra Barcelona, di Estadio Camp Nou, Kamis (20/10/2016) dini hari WIB. (AFP/Josep Lago)

Kekalahan telak di Camp Nou ini menjadi malam yang tak terlupakan bagi Manchester City. Lionel Messi mencetak hattrick dan menunjukkan kelasnya, sekaligus mempermalukan lini pertahanan City.

Situasi semakin buruk ketika Claudio Bravo dikartu merah akibat handball di luar kotak penalti. Keputusan itu menegaskan bahwa kiper asal Chile tersebut bukan peningkatan dari Joe Hart.

Pep Guardiola juga menjadi sorotan karena keputusan taktisnya, termasuk mencadangkan Sergio Aguero dan memaksakan Kevin De Bruyne sebagai false nine.

 


5. Sporting CP 4-1 Manchester City (2024)

Gelandang Sporting Lisbon asal Uruguay Maximiliano Araujo berebut bola dengan gelandang Manchester City asal Brasil Savinho selama pertandingan sepak bola hari ke-4 fase liga Liga Champions UEFA antara Sporting Lisbon dan Manchester City di Jose Alvalade stadion di Lisbon pada 5 November 2024. PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP

Kekalahan ini terasa semakin memalukan seiring waktu berjalan. Manchester City tak berdaya di kandang Sporting CP dan dipermalukan dengan skor mencolok.

Erling Haaland gagal mengeksekusi penalti pada babak kedua, menambah panjang daftar malam buruk City. Hasil ini juga menjadi sorotan karena tokoh-tokoh kunci Sporting CP kala itu kemudian mengalami pasang surut karier.

Bagi City, laga ini menjadi simbol rapuhnya mental mereka dalam situasi sulit.

 


4. Manchester City 1-3 Lyon (2020)

Kekalahan di perempat final Liga Champions ini sempat “tersembunyi” karena digelar di stadion kosong saat pandemi. Namun, hasil tersebut tetap menjadi noda besar.

Guardiola menerapkan skema tiga bek dan mencadangkan sejumlah kreator utama. Lyon, yang jauh dari kejayaan era 2000-an, justru tampil efektif dan penuh determinasi.

Momen paling ikonik tentu saja kegagalan Raheem Sterling memanfaatkan peluang emas di depan gawang kosong, sebuah cuplikan yang masih sering diputar ulang hingga kini.

 


3. Monaco 3-1 Manchester City (2017)

Manchester City datang ke Stade Louis II dengan keunggulan agregat 5-3. Namun, pendekatan bermain terbuka justru menjadi bumerang.

Monaco yang diperkuat Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Fabinho, dan Radamel Falcao tampil agresif dan menghukum kelengahan City.

Kekalahan ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya manajemen permainan, sesuatu yang gagal diterapkan City pada malam tersebut.

 


2. Manchester City 3-3 Feyenoord (2024)

Manchester City akan berusaha bangkit saat menjamu Feyenoord di pekan kelima Liga Champions, Rabu dinihari, 26 November 2024. (Martin Rickett/PA via AP)

Salah satu kolaps paling dramatis dalam sejarah Manchester City di Eropa. Unggul 3-0, City justru kebobolan tiga gol dalam 15 menit terakhir pertandingan.

Hasil imbang ini menjadi simbol runtuhnya kepercayaan diri City pada periode akhir 2024. Reaksi emosional Pep Guardiola seusai laga turut mencuri perhatian publik sepak bola dunia.

Sejak pertandingan itu, aura tak terkalahkan City perlahan memudar.

 


1. Bodo/Glimt 3-1 Manchester City (2026)

Puncak daftar ini ditempati oleh kekalahan menyakitkan di Lingkar Arktik. Manchester City dipermalukan Bodo/Glimt di suhu minus sembilan derajat Celsius.

Bermain di lapangan sintetis, City yang diperkuat Rodri, Erling Haaland, dan Phil Foden terlihat benar-benar beku. Pertahanan mereka dibongkar dengan mudah, bahkan beruntung hanya kebobolan tiga gol.

Kekalahan ini menjadi kontras tajam dengan kejayaan City di Istanbul kurang dari tiga tahun sebelumnya, sekaligus mempertegas bahwa mereka belum sepenuhnya kebal dari mimpi buruk Eropa.


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait