3 Poin Penting Setelah Barcelona Curi 3 Poin di Kandang Sparta Prague: Fermin Lopez Wajib Starter

Meski sempat kebobolan lebih dulu, Barcelona mampu bangkit dan meraih kemenangan tersebut melalui brace yang dicetak Fermin Lopez pada menit ke-34 dan 42', Dani Olmo pada menit ke-63, dan Robert Lewandowski pada menit ke-71.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Januari 2026, 07:30 WIB
Slavia Prague vs Barcelona di matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Bola.com, Jakarta - Barcelona mencuri tiga poin di markas Slavia Prague lewat kemenangan 4-2 di Fortuna Arena pada matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.

Meski sempat kebobolan lebih dulu, Barcelona mampu bangkit dan meraih kemenangan tersebut melalui brace yang dicetak Fermin Lopez pada menit ke-34 dan 42', Dani Olmo pada menit ke-63, dan Robert Lewandowski pada menit ke-71.

Advertisement

Kemenangan di markas lawan ini memperbesar peluang Barcelona untuk bisa lolos langsung ke 16 besar Liga Champions, di mana tim asuhan Hansi Flick ini membutuhkan kemenangan di matchday terakhir sembari berharap ada tim-tim di atasnya yang mengalami kekalahan.

Saat ini Barcelona berada di posisi kesembilan dalam klasemen Liga Champions dengan 13 poin dari tujuh laga, memiliki jumlah poin yang sama dengan sejumlah tim lain.

Barcelona memiliki poin yang sama dengan PSG di posisi keenam, Newcastle United dan Chelsea yang ada di posisi ketujuh dan kedelapan, serta empat tim lain di bawah Barcelona, yaitu Sporting CP, Manchester City, Atletico Madrid, dan Atalanta.

Lalu apa saja yang menjadi pembahasan setelah Barcelona meraih tiga poin di markas Slavia Prague di Liga Champions? Berikut ulasannya:

 


Fermin Lopez Wajib Dipertahankan sebagai Starter

Fermin Lopez merayakan gol kedua timnya dalam laga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona di Fortuna Arena, 22 Januari 2026. (AP Photo/Petr David Josek)

Sekali lagi Barcelona sangat bergantung kepada ketajaman Fermin Lopez, pemain yang nyaris selalu mampu menjawab kebutuhan tim di momen-momen krusial.

Bersama Pedri dan Frenkie de Jong, rasanya kini tak ada lagi perdebatan mengenai siapa yang pantas mengisi slot ketiga di lini tengah. Fermin menawarkan sesuatu yang berbeda, terutama dalam kontribusi gol dari posisi gelandang serang.

Ia secara konsisten mampu menghadirkan ancaman nyata, sebuah elemen tambahan yang membuatnya, untuk saat ini, bisa dibilang berada di atas Gavi ketika sang gelandang muda kembali siap untuk bersaing memperebutkan tempat utama.

Dengan menempatkan Fermin di belakang striker utama, Pedri mendapatkan kebebasan bermain yang sangat ia nikmati.

Skema ini juga memberi Hansi Flick opsi untuk menempatkan De Jong sedikit lebih dalam di depan lini belakang, memutus alur serangan lawan sekaligus maju membantu serangan saat dibutuhkan.

Pertanyaannya kini menjadi sangat sederhana: mengapa Fermin tidak menjadi starter di setiap pertandingan ketika ia fit dan tersedia?


Gugup di Awal Laga, Baik saat Menguasai Bola Maupun Bertahan

Frenkie de Jong dikawal oleh David Moses dalam laga Liga Champions antara Slavia Praha vs Barcelona di Fortuna Arena, 22 Januari 2026. (AP Photo/Petr David Josek)

 

Pada fase awal pertandingan, terutama pada menit-menit pembuka, Barcelona justru terlihat seperti tim yang tertekan.

Sebaliknya, Slavia Prague tampil lebih percaya diri, seolah mereka adalah raksasa Eropa, sementara Barcelona tampak gugup dan kurang tenang.

Para pemain Barcelona kerap salah posisi, kesulitan merangkai dua umpan beruntun, dan lini pertahanan terlihat kacau ketika mendapat tekanan.

Dua gol di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa koordinasi pertahanan masih jauh dari kata rapi.

Umpan-umpan sederhana sering kali gagal dieksekusi dengan baik, sementara kreativitas serangan Barca sebagian besar berhasil diredam oleh permainan disiplin dan pekerja keras dari Slavia.

Tak mengherankan jika kamera televisi beberapa kali menyorot wajah Hansi Flick yang tampak muram bahkan sebelum peluit babak pertama dibunyikan.

Pertahanan dari situasi bola mati, khususnya sepak pojok, jelas menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.


Kasus Unik Dani Olmo yang Terus Memancing Perdebatan

Pemain Barcelona, Dani Olmo. (AP Photo/Joan Monfort)

 

Jarang ada pemain Barcelona yang mampu membelah opini para pendukung seperti Dani Olmo. Namun, mudah dipahami mengapa tanda tanya besar masih menggantung di seputar performanya.

Pemain timnas Spanyol itu kerap tampil dalam dua ekstrem: sangat buruk atau justru sangat brilian, dengan hampir tidak pernah berada di area abu-abu.

Mencetak gol jelas merupakan kekuatan utamanya, meski kontribusi tersebut belum muncul secara konsisten.

Secara kualitas dan skill set, Olmo seharusnya menjadi kandidat kuat starter reguler. Namun, fakta bahwa ia lebih sering masuk sebagai pemain pengganti berbicara banyak.

Ia juga tidak selalu mampu menghadirkan dampak penting seperti yang pernah ia lakukan di laga ini. Situasi tersebut menjadi dilema tersendiri bagi staf pelatih Barcelona.

Namun, cedera Pedri bisa saja membuka jalan bagi Dani Olmo untuk mendapatkan peran yang lebih besar dalam waktu dekat, sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk menjawab keraguan yang selama ini mengiringi namanya.

Sumber: Barca Blaugranes


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait