Beberapa Aturan Baru Direncanakan akan Diperkenalkan pada Piala Dunia 2026: Memangkas Aksi Buang-buang Waktu

Sejumlah perubahan besar dalam regulasi sepak bola berpeluang diterapkan pada Piala Dunia 2026. Mulai dari VAR untuk mengecek kartu kuning kedua dan keputusan sepak pojok, hingga jam hitung mundur untuk mempercepat permainan, semuanya disiapkan demi memangkas aksi buang-buang waktu.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 22 Januari 2026, 13:45 WIB
Ilustrasi, logo Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah perubahan besar dalam regulasi sepak bola berpeluang diterapkan pada Piala Dunia 2026. Mulai dari VAR untuk mengecek kartu kuning kedua dan keputusan sepak pojok, hingga jam hitung mundur untuk mempercepat permainan, semuanya disiapkan demi memangkas aksi buang-buang waktu.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius fifa untuk meningkatkan tempo permainan dan memberi pengalaman menonton yang lebih menarik bagi fans.

Advertisement

Tak hanya itu, uji coba aturan offside "daylight" ala Arsene Wenger juga masuk dalam perencaan, meski mantan manajer Arsenal tersebut mengakui perubahan ini tergolong radikal.

Perubahan aturan ini memang belum bisa disahkan sebelum rapat tahunan International Football Association Board (IFAB) bulan depan di Cardiff. Namun, arah kebijakan sudah disepakati dalam pertemuan selama empat jam di Heathrow.

Mantan wasit Premier League, David Elleray, menjelaskan bahwa VAR akan diberi peran lebih luas lewat regulasi terbaru ini. "Jika keputusan kartu kuning kedua terbukti jelas-jelas salah secara fakta, maka bisa ditinjau ulang,” ujar Elleray.

 

 

 


Peran VAR Lebih Luas

Wasit melihat layar VAR saat pertandingan Arsenal melawan Leicester City pada laga Premier League di Stadion Emirates, Selasa (7/7/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP Photo/Michael Regan,Pool)

 

Ia menambahkan, VAR juga berpotensi digunakan untuk mengevaluasi keputusan sepak pojok, baik melalui chip di dalam bola maupun saat keputusan awal wasit dianggap sangat keliru. "Kami berharap aturan ini bisa langsung diterapkan,” tegas Elleray.

IFAB juga mendukung perluasan aturan hitung mundur delapan detik bagi kiper yang memegang bola. Aturan serupa akan diterapkan pada lemparan ke dalam dan tendangan gawang.

Selain itu, pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan maksimal dalam 10 detik. Jika melanggar, pemain pengganti tidak diizinkan masuk hingga permainan terhenti berikutnya.

Pemain yang berpura-pura cedera juga bakal mendapat sanksi. Mereka harus menunggu dua menit di luar lapangan sebelum kembali bermain, kecuali jika cedera tersebut akibat pelanggaran yang berujung kartu kuning atau merah. Seluruh aturan ini ditargetkan mulai diterapkan musim panas tahun ini.

 

 

 


Offside Day Light ala Arsene Wenger

IFAB juga sepakat menggelar uji coba resmi aturan offside “daylight” serta penggunaan torso (badan bagian tengah) sebagai acuan penilaian offside. Liga Kanada (Canadian Premier League) ditunjuk sebagai salah satu kompetisi yang siap mengujinya.

Arsene Wenger, yang kini menjabat Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, menilai uji coba ini penting meski penuh risiko.

“Kita harus mencoba solusi yang radikal terlebih dahulu, baru kemudian menilai apakah perlu dikoreksi,” ujar Wenger.

Ia menambahkan, selama bertahun-tahun offside ditentukan oleh bagian tubuh terdepan pemain, sehingga penggunaan torso akan menjadi perubahan besar.

"Tantangannya adalah menentukan secara jelas apa yang dimaksud dengan torso,” kata Wenger.

Sumber: BBC 

 

Berita Terkait