Menteri Olahraga Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026: Tak Ada Kondisi yang Memungkinkan Kami Berpartisipasi

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026, tetapi ketegangan internasional membuat masa depan partisipasi Iran menjadi tidak pasti.

Bola.com, Jakarta - Partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 kini dipertanyakan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah meningkat. Menteri Olahraga Iran mengisyaratkan negaranya mungkin tidak akan ambil bagian dalam turnamen setelah situasi politik memanas menyusul serangan militer di kawasan tersebut.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan dimulai pada 11 Juni 2026, tetapi ketegangan internasional membuat masa depan partisipasi Iran menjadi tidak pasti.

Situasi memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Setelah itu, kepemimpinan Iran dilaporkan beralih kepada putranya, Mojtaba Khamenei.

Iran meluncurkan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan, termasuk Israel, Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Siprus. Israel juga terlibat konflik dengan kelompok militan Syiah yang didukung Iran, Hezbollah, di Lebanon selatan.

Konflik ini dilaporkan telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan membuat banyak warga terpaksa mengungsi dari wilayah terdampak.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dunia Olahraga Ikut Terdampak

Ketegangan tidak hanya berdampak pada politik dan keamanan, tetapi juga pada dunia olahraga internasional. Sejumlah agenda olahraga telah dibatalkan atau dipertanyakan kelanjutannya.

Tur Timnas Inggris dan Timnas Kriket Putri Inggris ke Uni Emirat Arab dibatalkan. Selain itu, dua balapan penting dalam kalender Formula One di Bahrain dan Arab Saudi juga masih diragukan apakah akan tetap digelar sesuai jadwal.

Sementara itu, beberapa anggota tim nasional wanita Iran bahkan sempat memperoleh visa Australia setelah tampil di AFC Women's Asian Cup, meskipun salah satu pemain dilaporkan kemudian berubah pikiran setelah sempat mempertimbangkan untuk mencari suaka.

Menteri Olahraga Iran Isyaratkan Boikot

Pemerintah Iran tampaknya mempertimbangkan langkah tegas. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, memberi sinyal negaranya mungkin tidak akan ikut serta dalam turnamen tersebut.

"Setelah pemerintah yang korup membunuh pemimpin kami, tak ada kondisi yang memungkinkan kami untuk berpartisipasi di Piala Dunia,” ujar Ahmad Donyamali.

Dalam jadwal saat ini, Iran seharusnya memainkan seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat melawan Mesir, Belgia, dan Selandia Baru.

Laga pertama Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Inglewood, California, berlangsung pada 16 Juni. Namun, dengan situasi geopolitik yang masih memanas, kepastian partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 masih jadi tanda tanya besar.

 

FIFA: Iran Tetap Disambut di Piala Dunia 2026

Di tengah ketidakpastian tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan ia telah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membahas situasi Iran menjelang Piala Dunia.

Dalam pernyataannya, Infantino mengatakan bahwa tim Iran tetap diterima untuk berpartisipasi di turnamen tersebut.

"Kami juga membicarakan situasi saat ini di Iran, serta fakta tim Iran telah lolos untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Dalam diskusi itu, Presiden Trump menegaskan kembali tim Iran tentu saja dipersilakan untuk bertanding dalam turnamen di Amerika Serikat,” ujar Infantino.

Sumber: SportBible

Video Populer

Foto Populer