Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola kembali menjadi sorotan. Bukan hanya soal taktik atau deretan trofi, melainkan angka fantastis yang mengiringi perjalanan panjangnya bersama Manchester City. Sejak resmi menukangi The Citizens pada 2016, Guardiola tercatat sebagai pelatih dengan belanja transfer terbesar di dunia.
Data yang dirilis Capology dan Transfermarkt menunjukkan bahwa Guardiola telah menghabiskan sekitar 2,05 miliar euro, atau setara Rp34,85 triliun, untuk mendatangkan pemain ke Etihad Stadium. Angka tersebut membuatnya unggul jauh dari pelatih mana pun dalam hampir satu dekade terakhir.
Besarnya investasi itu menjadi fondasi utama dominasi Manchester City di Premier League dan Eropa, meski di sisi lain juga memunculkan perdebatan soal seberapa besar peran kekuatan finansial dalam kesuksesan Guardiola.
Awal Revolusi Guardiola di Etihad
Guardiola mewarisi skuad Manchester City yang menua pada musim 2016/2017. Tanpa ragu, ia langsung melakukan perombakan besar dengan belanja 190 juta euro atau sekitar Rp3,23 triliun pada musim pertamanya.
Nama-nama seperti Ilkay Gundogan, Leroy Sane, John Stones, Claudio Bravo, dan Gabriel Jesus didatangkan. Namun, hasilnya belum langsung manis. City hanya finis ketiga di Premier League dan mengakhiri musim tanpa trofi.
Revolusi besar justru terjadi pada musim kedua. Guardiola kembali menggelontorkan dana 280 juta euro atau sekitar Rp4,76 triliun untuk mendatangkan Ederson, Bernardo Silva, Kyle Walker, Benjamin Mendy, hingga Aymeric Laporte. Investasi itu terbukti krusial.
Manchester City menjelma menjadi mesin penghancur, menjuarai Premier League dengan rekor 100 poin, sebuah pencapaian bersejarah di sepak bola Inggris.
Dominasi Liga Inggris dan Belanja Tanpa Henti
Setelah musim 2017/2018, Manchester City terus melaju kencang. Dalam enam musim berikutnya, mereka memenangkan lima gelar Premier League, sekaligus menghabiskan dana lebih dari 970 juta euro atau sekitar Rp16,49 triliun untuk memperkuat skuad.
Meski performa City disebut mulai menurun dalam 18 bulan terakhir, laju belanja tetap tidak melambat. Kedatangan pemain seperti Antoine Semenyo dan Marc Guehi membuat Guardiola secara teoritis mampu menurunkan starting XI senilai 415 juta poundsterling atau sekitar Rp8,3 triliun, hanya dari pemain yang direkrut sejak Januari tahun lalu.
Secara total, Guardiola telah membeli 67 pemain selama membesut City. Rata-rata harga satu pemain mencapai 30,5 juta euro, atau sekitar Rp518 miliar per pemain.
Guardiola Jauh Tinggalkan Pelatih Lain
Dalam daftar pelatih paling boros sejak 2016, Guardiola berada di puncak dengan jarak yang sangat mencolok. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, berada di posisi kedua dengan belanja 1,22 miliar euro atau sekitar Rp20,74 triliun.
Di bawahnya menyusul Antonio Conte dengan Rp20,23 triliun, lalu Massimiliano Allegri dan Thomas Tuchel yang sama-sama berada di kisaran Rp19,89 triliun. Nama-nama lain seperti Unai Emery, Mikel Arteta, Erik ten Hag, hingga Eddie Howe juga tercatat telah menembus angka belanja di atas Rp17 triliun.
Menariknya, Nuno Espirito Santo justru melengkapi daftar 10 besar, dengan total belanja sekitar Rp16,75 triliun, melampaui nama-nama besar seperti Jurgen Klopp, Jose Mourinho, Mauricio Pochettino, dan Luis Enrique dalam periode yang sama.
Daftar Lengkap
- Pep Guardiola – €2,05 miliar
sekitar Rp34,85 triliun
- Diego Simeone – €1,22 miliar
sekitar Rp20,74 triliun
- Antonio Conte – €1,19 miliar
sekitar Rp20,23 triliun
- Massimiliano Allegri – €1,17 miliar
sekitar Rp19,89 triliun
- Thomas Tuchel – €1,17 miliar
sekitar Rp19,89 triliun
- Unai Emery – €1,13 miliar
sekitar Rp19,21 triliun
- Mikel Arteta – €1,09 miliar
sekitar Rp18,53 triliun
- Erik ten Hag – €1,07 miliar
sekitar Rp18,19 triliun
- Eddie Howe – €1,01 miliar
sekitar Rp17,17 triliun
- Nuno Espirito Santo – €985 juta
sekitar Rp16,75 triliun