Setelah Mengalahkan Pafos FC, Ini Syarat Agar Chelsea Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Chelsea memastikan diri tetap berada dalam jalur persaingan menuju babak gugur Liga Champions 2025/2026 setelah meraih kemenangan tipis atas wakil Siprus, Pafos.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 23 Januari 2026, 09:30 WIB
Pemain Chelsea merayakan gol ke gawang Pafos dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Chelsea memastikan diri tetap berada dalam jalur persaingan menuju babak gugur Liga Champions 2025/2026 setelah meraih kemenangan tipis atas wakil Siprus, Pafos. Hasil tersebut menjaga asa The Blues untuk menembus delapan besar fase liga, sekaligus mempertahankan kendali atas nasib mereka sendiri jelang laga terakhir.

Gol sundulan Moisés Caicedo menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut, sekaligus menandai kemenangan ketiga Chelsea di era kepelatihan Liam Rosenior. Tambahan tiga poin membawa klub asal London Barat itu naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara, posisi terakhir yang menjamin tiket otomatis ke babak 16 besar tanpa harus melalui playoff.

Advertisement

Namun, situasi Chelsea masih jauh dari kata aman. Persaingan di papan atas fase liga Liga Champions musim ini terbilang sangat ketat, dengan selisih poin yang rapat dan banyaknya tim besar yang masih berpeluang saling menyalip pada matchday terakhir.

Chelsea pun dihadapkan pada tantangan berat di laga pamungkas. Selain harus melakoni laga tandang ke Italia, mereka juga mesti berharap hasil pertandingan lain berpihak, terutama karena posisi delapan besar bisa berubah drastis hanya dalam satu malam.

 


Menang Jadi Syarat Utama Chelsea

Pemain Chelsea, Estevao (kanan), merayakan gol kedua timnya bersama rekan-rekannya dalam pertandingan pembuka Liga Champions antara Chelsea dan Barcelona di London, Selasa, 25 November 2025. (Foto AP/Kin Cheung)

Saat ini, Chelsea mengoleksi 13 poin dari tujuh pertandingan dan berada di posisi kedelapan hanya karena keunggulan selisih gol. Mereka tertinggal dua poin dari Real Madrid dan Liverpool, terpaut satu angka dari Tottenham Hotspur, serta sejajar poin dengan tujuh tim lain, yaitu Paris Saint-Germain, Newcastle United, Barcelona, Sporting CP, Manchester City, Atlético Madrid, dan Atalanta.

Tak hanya itu, Chelsea juga masih dibayangi sejumlah tim di bawah mereka yang secara matematis masih bisa melompati posisi The Blues. Inter Milan, Juventus, Borussia Dortmund, Galatasaray, hingga Qarabağ masih memiliki peluang untuk menyodok ke delapan besar jika hasil pertandingan berjalan sesuai skenario mereka.

Untuk mengamankan posisi di delapan besar, Chelsea secara realistis wajib meraih kemenangan pada laga terakhir. Ujian itu jelas tidak mudah karena mereka harus bertandang ke markas Napoli, juara Serie A, yang kini dilatih mantan manajer Chelsea, Antonio Conte. Napoli sendiri masih berjuang demi tiket playoff setelah baru mengumpulkan delapan poin.

Namun, kemenangan saja belum tentu cukup. Dengan banyaknya tim yang memiliki poin sama, selisih gol berpotensi menjadi penentu akhir. Chelsea saat ini memiliki selisih gol +6, tertinggal dari Tottenham, PSG, dan Newcastle, tetapi masih unggul tipis atas Sporting CP, Manchester City, dan Atlético Madrid.

Kabar baiknya, sejumlah pesaing langsung Chelsea akan saling berhadapan. PSG akan bertemu Newcastle, Manchester City menghadapi Galatasaray, Liverpool berjumpa Qarabağ, sementara Inter Milan bentrok dengan Borussia Dortmund. Situasi ini membuka peluang bagi Chelsea, asalkan mereka mampu memaksimalkan kemenangan di Naples dan memperbaiki selisih gol.

Hasil imbang hampir pasti membuat Chelsea terlempar dari delapan besar, kecuali terjadi rangkaian hasil ekstrem di laga lain. Sementara itu, kekalahan akan menutup peluang lolos otomatis ke babak 16 besar.

 


Jalan ke Babak Gugur Masih Terbuka

Pemain Chelsea, Moises Caicedo (tengah), merayakan golnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Pafos di Stamford Bridge, Inggris, Kamis (22/1/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Meski posisi delapan besar masih dipertaruhkan, Chelsea dipastikan tidak akan tersingkir dari Liga Champions pada fase liga. Setidaknya, mereka sudah mengamankan tempat di babak playoff gugur, meskipun opsi itu berarti tambahan dua pertandingan yang tentu ingin dihindari Rosenior dan skuadnya.

Gagal finis di delapan besar juga bukan akhir dari segalanya. Musim lalu, Paris Saint-Germain menjadi bukti bahwa jalur playoff bukan penghalang untuk menjadi juara. PSG hanya finis di peringkat ke-15 fase liga, namun akhirnya keluar sebagai kampiun setelah menyingkirkan tim-tim besar yang lolos otomatis ke 16 besar.

Kini, segalanya bergantung pada satu malam di Naples. Chelsea tidak hanya harus menang, tetapi juga berharap keberuntungan berpihak agar langkah mereka di Liga Champions musim ini bisa berlanjut tanpa hambatan tambahan.

Sumber: Sports Illustrated


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait