Pendekatan Positif Liverpool ke Xabi Alonso Tak Sesederhana Itu

Liverpool melakukan pendekatan positif ke Xabi Alonso, tetapi situasinya rumit.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Januari 2026, 21:15 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Liverpool dikabarkan telah melakukan pendekatan awal kepada Xabi Alonso. Namun, langkah itu masih jauh dari kata "sederhana".

Laporan media Spanyol menyebutkan bahwa Liverpool telah menghubungi perwakilan Alonso untuk menjajaki minat sang pelatih menjadi manajer berikutnya di Anfield.

Pendekatan ini dilakukan di tengah evaluasi internal klub setelah menjalani musim kedua yang naik-turun bersama Arne Slot.

Nama Alonso sejatinya bukan sosok asing dalam bursa manajer Liverpool. Ia sempat menjadi kandidat kuat pengganti Jurgen Klopp ketika pelatih asal Jerman itu memutuskan mundur pada akhir musim 2023/2024.

Namun, saat itu, Alonso memilih bertahan di Bayer Leverkusen, klub yang baru saja ia bawa menjuarai Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah, tanpa sekali pun menelan kekalahan.

Liverpool kemudian mengalihkan fokus dan merekrut Arne Slot dari Feyenoord. Keputusan itu langsung berbuah manis. Slot secara mengejutkan mempersembahkan gelar Premier League pada musim pertamanya.


Kronologi Pemecatan

Xabi Alonso mengangkat trofi gelar juara Bundesliga bersama Bayer Leverkusen. (INA FASSBENDER / AFP)

Sementara itu, Alonso gagal mengulang kesuksesan menumbangkan Bayern Munchen di Jerman, tetapi performanya tetap cukup meyakinkan hingga membuat jajaran petinggi Real Madrid menilai dirinya layak menjadi penerus Carlo Ancelotti.

Namun, kembalinya Alonso ke Spanyol justru berubah menjadi mimpi buruk. Sejak awal, ia berada di bawah tekanan besar. Real Madrid dipermalukan Paris Saint-Germain dengan skor telak 0-4 di ajang Piala Dunia Antarklub 2025.

Situasi di ruang ganti pun memburuk, dengan sejumlah pemain terang-terangan menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan-keputusannya.

Otoritas Alonso cepat terkikis, dan kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir. Ia dipecat pada pertengahan Januari.

Kurang dari dua pekan setelah pemecatan tersebut, media Spanyol, AS, melaporkan bahwa Liverpool telah kembali menjalin kontak dengan kubu Alonso. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya The Reds memetakan opsi di tengah performa yang tak konsisten pada musim kedua di bawah Slot.


Ikatan dengan Liverpool

Xabi Alonso mengakhiri masa kerjanya di Liverpool usai bersitegang dengan Rafael Benitez. Ia akhirnya dibeli Real Madrid seharga 30 juta poundsterling. Selama berkarier di Los Blancos, Xabi berhasil mempersembahkan gelar Liga Spanyol, Liga Champions, dan dua Copa del Rey. (AFP/Adrian Dennis)

Keinginan Xabi Alonso kembali ke Liverpool bukanlah rahasia. Mantan gelandang Timnas Spanyol itu pernah membela Liverpool selama lima tahun, dari 2004 hingga 2009.

Lanjut baca

>Ia menjadi bagian penting dalam kemenangan legendaris Liga Champions 2005 serta meraih Piala Super Eropa di tahun yang sama, sekaligus membangun ikatan kuat dengan para suporter. "Tentu ada ikatan dengan klub lama saya, tetapi untuk saat ini, di sinilah tempat saya," kata Alonso, Desember lalu, ketika ia masih menjabat sebagai pelatih Real Madrid. "Untuk masa depan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," lanjutnya. Ucapan itu terasa profetis. Lebih dari sebulan kemudian, Alonso justru didepak oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Meski sumber klub menyebut perpisahan tersebut sebagai kesepakatan bersama, narasi itu banyak diperdebatkan oleh media Spanyol.

Berita Terkait