Laga Hidup-Mati Barcelona: Flick Turunkan Skuad Terkuat Demi Tiket Langsung 16 Besar Liga Champions

Barcelona menghadapi ujian terbesar mereka di Eropa musim ini. Blaugrana akan menjamu FC Copenhagen pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou, Kamis (30/1/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 27 Januari 2026, 22:30 WIB
Pemain Barcelona, Robert Lewandowski dan Marcus Rashford, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Slavia Prague dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Fortuna Arena, Republik Ceska, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Bola.com, Jakarta - Barcelona menghadapi ujian terbesar mereka di Eropa musim ini. Blaugrana akan menjamu FC Copenhagen pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou, Kamis (30/1/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi penentu nasib Barcelona di kompetisi elite Eropa. Kemenangan besar mutlak dibutuhkan agar tim asuhan Hansi Flick mampu finis di delapan besar klasemen akhir dan lolos otomatis ke babak 16 besar.

Advertisement

Situasi klasemen membuat Barcelona tidak punya ruang untuk bermain aman. Mereka harus menang dengan selisih setidaknya dua hingga tiga gol untuk menjaga peluang finis di Top 8 tanpa bergantung pada hasil tim lain.

Dengan tekanan sebesar itu, Hansi Flick dipastikan akan menurunkan komposisi terbaiknya. Rotasi bukan opsi. Barcelona dituntut tampil agresif, dominan, dan efisien sejak menit awal. Dengan tekanan sebesar itu, Hansi Flick

 


Lini Belakang Stabil, Araujo Masih Jadi Opsi Cadangan

Pemain Barcelona, Ronald Araujo, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Girona pada laga pekan ke-9 La Liga 2025/2026 di Stadion Olimpic Lluis Companys, Sabtu (18/10) malam WIB. (AFP/Josep Lago)

Di sektor pertahanan, Flick diperkirakan tidak banyak melakukan perubahan. Joan Garcia tetap dipercaya mengawal gawang Barcelona dalam laga krusial ini.

Empat bek yang tampil solid dalam beberapa laga terakhir kembali menjadi pilihan utama. Jules Kounde dan Alejandro Balde mengisi posisi bek sayap, sementara Pau Cubarsí berduet dengan Gerard Martín di jantung pertahanan.

Ronald Araujo memang memiliki peluang untuk tampil sebagai starter, mengingat gaya bermain Copenhagen yang mengandalkan duel fisik. Namun, Flick diyakini masih akan menyimpan sang kapten di bangku cadangan dan mempertahankan duet Cubarsí–Martín yang tampil konsisten.

Keputusan ini menunjukkan Flick lebih mengutamakan kestabilan dan chemistry lini belakang ketimbang risiko perubahan di laga sepenting ini.

 


Tanpa Frenkie dan Pedri, Flick Ambil Risiko di Lini Tengah

Gelandang Barcelona, Pedri, mengalami cedera saat bersua Slavia Praha pada laga ketujuh league phase Liga Champions musim ini di Fortuna Arena, Kamis (22/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Barcelona harus menghadapi laga ini tanpa dua pilar utama lini tengah. Frenkie de Jong absen akibat akumulasi kartu, sementara Pedri masih berkutat dengan cedera.

Meski demikian, Flick tetap memiliki sejumlah opsi. Eric Garcia diprediksi menjadi jangkar di depan lini belakang, peran krusial untuk menjaga keseimbangan permainan.

Menariknya, Flick diperkirakan akan mengambil langkah berani dengan memasang Fermin Lopez dan Dani Olmo sebagai gelandang nomor delapan dalam skema 4-3-3 klasik. Keduanya diharapkan memberi energi, kreativitas, dan tekanan tinggi sejak lini tengah.

Formasi ini menuntut Eric Garcia tampil disiplin sebagai pelindung pertahanan, sekaligus membuka ruang bagi Barcelona untuk menguasai pertandingan secara penuh.

 


Trio Depan Tak Tergoyahkan, Misi Gol Jadi Harga Mati

Di lini serang, Barcelona hampir tidak memiliki dilema. Ferran Torres masih diragukan tampil karena masalah hamstring, sehingga peluang starter bagi sang penyerang sangat kecil.

Dengan kondisi tersebut, trio maut Barcelona hampir pasti diisi Lamine Yamal, Robert Lewandowski, dan Raphinha. Ketiganya menjadi andalan utama dalam laga yang menuntut banyak gol.

Lewandowski tetap menjadi tumpuan di kotak penalti, sementara Yamal dan Raphinha diharapkan memberikan ancaman dari kedua sisi sayap dengan kecepatan dan kreativitas.

Barcelona sadar betul, kemenangan tipis belum tentu cukup. Di Camp Nou, Blaugrana bukan hanya dituntut menang, tetapi juga menang meyakinkan demi mengamankan tempat di delapan besar dan menghindari fase play-off yang penuh risiko.


Persaingan di Liga Champions 2025/2026

Berita Terkait