Bola.com, Jakarta - Rencana Toprak Razgatlioglu naik kelas ke MotoGP pada musim 2026 mulai menuai peringatan keras. Bukan dari rival MotoGP, melainkan dari sesama pebalap WorldSBK, Alex Lowes, yang menilai langkah tersebut berpotensi menjadi jebakan besar bagi sang juara dunia.
Toprak memang datang dengan reputasi mentereng. Tiga gelar juara dunia WorldSBK dalam lima musim terakhir serta 78 kemenangan sejak 2019 membuat namanya dianggap layak naik ke kelas premier balap motor dunia.
Namun, bagi Lowes, pencapaian itu tidak otomatis menjamin kesuksesan di MotoGP. Terlebih, Toprak akan memulai petualangannya bersama Pramac Yamaha, tim yang menggunakan motor YZR-M1 yang dinilai belum kompetitif dalam beberapa musim terakhir.
Situasi ini membuat ekspektasi publik justru menjadi ancaman terbesar bagi Toprak. Dalam pandangan Lowes, apa pun hasil yang dicapai pebalap asal Turki itu nanti, akan sulit dianggap memuaskan oleh paddock MotoGP.
Motor Terburuk dan Waktu yang Tidak Bersahabat
Alex Lowes menilai Toprak akan langsung dihadapkan pada realitas pahit sejak awal. Yamaha YZR-M1 disebutnya sebagai motor terlemah di grid MotoGP saat ini, sebuah kondisi yang sangat tidak ideal bagi pebalap debutan berusia 29 tahun.
“Kenyataannya, dia datang ke MotoGP dengan motor terburuk, dan itu fakta,” tutur Lowes kepada Crash.net pada November 2025.
Lowes bahkan menyinggung contoh Marc Marquez untuk menggambarkan betapa beratnya tantangan tersebut.
“Coba bayangkan, di mana Marc Marquez akan finis jika mengendarai Yamaha? Marc adalah pebalap terbaik generasi ini, tapi di atas motor yang tidak kompetitif, dia juga tidak bisa kompetitif,” ucap Lowes.
Menurutnya, usia Toprak juga menjadi faktor krusial. Pabrikan dan tim MotoGP cenderung lebih sabar kepada pebalap muda yang punya rentang karier 10 hingga 15 tahun, bukan pebalap yang dianggap hanya memiliki sekitar lima musim tersisa.
Takdir Sulit Dihindari di Mata Publik MotoGP
Lowes menegaskan bahwa masalah Toprak bukan soal bakat. Ia justru menilai Toprak memiliki sesuatu yang spesial, bahkan di atas rata-rata pebalap WorldSBK.
“Saya pikir Toprak sangat bertalenta, terutama dari sisi feeling. Tapi dia harus beradaptasi dengan banyak hal dan dia melakukannya di atas motor yang sangat menyulitkan,” katanya.
Ia menilai ekspektasi publik MotoGP akan menjadi beban terbesar bagi Toprak.
“Apa pun yang dia lakukan, menurut saya tidak akan pernah cukup baik. Akan selalu ada orang yang cepat menjatuhkannya,” ujar Lowes.
Lowes juga menolak anggapan bahwa sekadar memindahkan pebalap hebat ke motor lain akan langsung menghasilkan kemenangan.
“Jika Toprak mengendarai motor Marc Marquez, dia tidak akan mengalahkan Marc musim depan. Dan jika Marc naik ke BMW Superbike, dia juga tidak akan mengalahkan Toprak. Balap motor tidak sesederhana itu,” ucapnya.
Menurut Lowes, MotoGP terlalu teknis untuk ditaklukkan hanya dengan bakat. Faktor tim, mentalitas, ban, adaptasi, hingga kesempatan bermain peran besar dalam menentukan hasil.
“Sekarang ini, kalau motornya tidak kompetitif, tidak peduli siapa Anda,” pungkas Lowes.
Sumber: Crash.net