Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meluapkan rasa kecewa setelah tim asuhannya ditahan AS Monaco pada laga terakhir league phase Liga Champions musim ini. Spalletti mengeluhkan minimnya kualitas permainan yang diperlihatkan Juve.
Menjalani pertandingan di markas Monaco, Stade Louis II, Kamis (29/01/2026) dini hari WIB, I Bianconeri dibuat kerepotan. Mereka hanya melepaskan lima tembakan, tanpa ada satu pun yang mengarah ke gawang.
Di sisi lain, Monaco juga gagal memaksimalkan peluang. Wakil Ligue 1 itu sempat mencetak gol yang dianulir, serta menyia-nyiakan kesempatan emas setelah memanfaatkan kesalahan umpan kiper Juventus, Mattia Perin.
Sampai duel berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Skor imbang tanpa gol mewarnai duel AS Monaco versus Juventus pada laga terakhir league phase Liga Champions musim ini.
Lolos ke Knockout Play-off
Kendati demikian, hasil imbang tersebut sudah cukup mengantarkan Monaco melaju ke knockout play-off bersama Juventus. Monaco finis di peringkat ke-21 dengan nilai 10, tertinggal tiga poin dari Juve di urutan ke-13.
Hasil itu membuat Juventus memperpanjang catatan tak terkalahkan dalam lima laga Liga Champions (tiga menang, dua imbang). Ini menjadi rekor terpanjang mereka di kompetisi tersebut sejak periode Maret hingga November 2021.
Rencananya, undian knockout play-off Liga Champions akan berlangsung di markas besar UEFA, Nyon, Swis, Jumat (30/01/2026) sore WIB. Pertandingan pun bakal berlangsung dalam dua leg.
Pertemuan pertama digelar pada 17 dan 18 Februari, sedangkan leg kedua dihelat pada 24 serta 25 Februari 2026.
Jauh dari Harapan
Meski lolos ke knockout play-off Liga Champons, Luciano Spalletti menilai performa Juventus jauh dari harapan. Dia menyebut kelelahan sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi penampilan I Bianconeri.
"Ada kelelahan yang mulai terasa, jadi saya melakukan beberapa pergantian pemain untuk mencari ketajaman dan tempo permainan yang lebih baik," ujar Spalletti.
"Namun kami tidak berhasil. Kami menghadapi tim yang terus memaksa kami berlari sprint 100 meter dengan intensitas tinggi. Serangan balik mereka sangat menguras tenaga," lanjutnya.
Penurunan Kualitas
Spalletti juga menyoroti penurunan kualitas permainan secara kolektif yang berdampak langsung pada performa individu pemain.
"Pemain yang masuk sebenarnya tidak tampil buruk, tetapi ketika kualitas permainan tim menurun, performa individu pun ikut terdampak," kata pelatih asal Italia tersebut.
"Sekarang ada kepercayaan diri yang lebih besar. Inilah cara untuk membuktikan siapa diri kami. Tetapi kami harus lebih konsisten. Saat melawan Monaco, kami gagal menunjukkan tempo, soliditas, dan lebar permainan ketika menguasai bola," tegasnya.
Sumber: Fotmob