Jose Mourinho Bangga Usai Benfica Taklukkan Real Madrid: Pencapaian Luar Biasa!

Jose Mourinho menegaskan kemenangan Benfica bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari performa luar biasa melawan lawan kelas elite.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 Januari 2026, 19:45 WIB
Benfica menciptakan salah satu malam paling bersejarah di Liga Champions musim ini setelah menundukkan Real Madrid dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan dramatis itu memastikan langkah klub Portugal tersebut ke fase play-off, sekaligus menorehkan cerita yang akan dikenang lama di Estadio da Luz. (AP Photo/Armando Franca)

Bola.com, Jakarta - Matchday kedelapan Liga Champions menjadi momen yang tak terlupakan bagi Benfica, dan terasa semakin spesial bagi Jose Mourinho. Raksasa Portugal itu tampil luar biasa dengan menumbangkan Real Madrid, sekaligus menjaga asa di Liga Champions.

Mengingat sejarah panjang Jose Mourinho bersama Los Blancos, komentar sang pelatih selepas laga langsung menyita perhatian.

Advertisement

Jose Mourinho menegaskan kemenangan Benfica bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari performa luar biasa melawan lawan kelas elite.

“Saya pikir kemenangan ini sangat pantas. Kylian memiliki dua peluang dan mencetak dua gol. Bagi Benfica, mengalahkan Madrid adalah pencapaian yang luar biasa," ujar Mourinho.

"Mereka sudah lama tidak menghadapi Real Madrid sejak masa-masa fantastis ketika tampil di final Liga Champions. Dan ini luar biasa untuk prestise Benfica dan para pemain. Dan selanjutnya, entah Madrid atau Inter,” ujar Mourinho.

 
 

Emosi di Akhir Laga dan Respek untuk Arbeloa

Sebuah momen hampir mustahil terjadi di Estadio da Luz, Lisbon. Ketika waktu hampir habis dan harapan Benfica tampak memudar, justru sang kiper, Anatoliy Trubin, muncul sebagai pahlawan. Gol sundulannya di menit ke-98 menjadi penutup laga penuh drama yang mengantar Benfica asuhan Jose Mourinho ke babak play-off Liga Champions. (AP Photo/Armando Franca)

Jose Mourinho juga ditanya soal momen interaksinya dengan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, setelah peluit akhir. Ia menjelaskan situasi emosional seperti itu adalah hal yang wajar dalam sepak bola.

“Saya merayakan kemenangan. Tapi Alvaro adalah orang sepak bola, dan dia memahami bahwa pada momen seperti itu, Anda lupa bahwa dia ada di bangku cadangan, bahwa orang-orang Anda ada di sana," ujar Mourinho.

"Anda melupakan segalanya. Dan dia bilang kepada saya untuk tidak khawatir,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya respek tinggi antara dua figur yang sama-sama memahami tekanan dan emosi di level tertinggi kompetisi Eropa.


Mourinho Tegaskan Benfica Menang karena Kualitas, Bukan Madrid Buruk

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, merayakan kemenangan atas Real Madrid bersama anak gawang di Liga Champions, di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armando Franca)

Saat muncul pertanyaan apakah Real Madrid tampil di bawah performa terbaiknya, Jose Mourinho dengan cepat menepis anggapan tersebut. Ia memilih mengalihkan sorotan ke kualitas permainan timnya sendiri.

“Saya melihat Benfica yang hebat. Saya paham Anda menganalisis Madrid, karena itu yang menarik bagi Anda, tapi kami memainkan pertandingan yang luar biasa," ujar Mourinho.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa pemain-pemain ini bisa membunuh Anda, dan Mbappe memang membunuh kami. Tapi kami memainkan permainan kami dengan sangat baik."

"Kami memainkan pertandingan yang luar biasa. Ini adalah pertandingan terbaik kami di kompetisi ini. Melawan Madrid, jika Anda tidak sempurna, Anda tidak punya peluang untuk menang,” lanjutnya.

Ucapan tersebut menegaskan betapa tinggi standar yang harus dicapai untuk bisa mengalahkan Real Madrid di Liga Champions.


Percakapan Spesial Mourinho dengan Dean Huijsen

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memeluk anak gawang saat merayakan kemenangan atas Real Madrid pada laga Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armando Franca)

 

Salah satu momen paling personal terjadi di lorong stadion, ketika Jose Mourinho terlihat berbincang dengan Dean Huijsen. Pelatih Benfica itu mengungkapkan hubungan dekatnya dengan sang pemain.

“Dean adalah mantan pemain saya di AS Roma. Dia adalah teman anak-anak saya. Keluarga kami saling mengenal dengan sangat baik dan saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya," ujar Mourinho.

"Kami berbicara tentang pertandingan. Anak itu kecewa, tetapi saya mengatakan kepadanya bahwa mereka beruntung hanya kalah dengan selisih dua gol. Bisa saja lebih,” lanjutnya.

Kemenangan ini bukan hanya menjadi hasil besar bagi Benfica, tetapi juga menegaskan sentuhan khas Jose Mourinho dalam laga-laga besar Eropa, penuh emosi, strategi, dan mentalitas juara.

Sumber: Madrid Universal


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait