Bola.com, Jakarta - Chelsea dilaporkan sedang menyiapkan langkah besar yang berpotensi mengguncang bursa transfer musim panas.
Klub London Barat itu disebut siap mengajukan tawaran bernilai fantastis untuk memboyong satu di antara bintang utama Real Madrid, Jude Bellingham, dalam upaya menegaskan kembali ambisi mereka di level domestik maupun Eropa.
Mengutip laporan Fichajes, Chelsea dikabarkan bersiap menguji batas pasar transfer dengan proposal senilai 150 juta euro (sekitar Rp2,9 triliun).
Angka tersebut bukan sekadar tawaran biasa, melainkan pernyataan sikap, sebuah sinyal bahwa Chelsea ingin mempercepat proses kebangkitan mereka dan kembali diperhitungkan di panggung elite sepak bola.
Rencana itu berangkat dari visi membangun lini tengah yang mampu mendominasi pertandingan, baik dari sisi kualitas teknis maupun kekuatan fisik.
Chelsea membayangkan komposisi ideal dengan menyandingkan Bellingham bersama Moises Caicedo dan Enzo Fernandez. Trio seperti itu lebih sering ditemui dalam susunan tim gim sepak bola ketimbang dunia nyata, tetapi Chelsea dikenal tidak ragu menantang batas kewajaran.
Tak Lagi Tak Tersentuh
Spekulasi ini dinilai makin relevan karena adanya perubahan suasana di Madrid. Musim pertama Bellingham bersama Real Madrid menetapkan standar yang hampir mustahil, dengan gol-gol penting dan momen penentu yang hadir secara konsisten.
Namun, musim keduanya berjalan lebih naik turun. Di usia 22 tahun, sang gelandang mengalami penurunan performa yang memicu evaluasi di internal klub, bukan kepanikan, tetapi refleksi yang tetap berarti.
Menurut laporan yang sama, Madrid kini tidak lagi menganggap Bellingham sepenuhnya "tak tersentuh". Catatan enam gol dan empat assist dari 26 penampilan masih tergolong solid, tetapi aura kepastian yang sebelumnya melekat mulai memudar.
Di Santiago Bernabeu, keraguan bisa menjadi faktor krusial, terlebih jika datang bersamaan dengan tawaran bernilai sembilan digit (dalam euro).
Bagian Penting
Ketertarikan Chelsea disebut bukan sekadar upaya mengumpulkan nama besar. Klub melihat Bellingham sebagai bagian penting dari gagasan sepak bola yang sedang dikembangkan di bawah pelatih kepala Liam Rosenior.
Sistem yang diusung Rosenior menuntut gelandang dengan mobilitas tinggi, kemampuan menekan tanpa henti, serta kecerdasan untuk masuk ke kotak penalti di momen yang tepat, karakteristik yang sejak lama melekat pada Bellingham.
Daya tariknya tidak hanya terletak pada aspek teknis. Chelsea juga menilai Bellingham memiliki kepemimpinan, ketahanan mental, dan kepribadian kuat, atribut yang kerap dirindukan klub dalam beberapa musim terakhir yang penuh perubahan.
Fichajes menyebut ada keyakinan bahwa pindah liga dapat mengembalikan statusnya, memulihkan kepercayaan diri melalui lingkungan yang lebih familier.
Dimensi Emosional
Kepulangan ke Inggris juga membawa dimensi emosional tersendiri. Premier League adalah panggung yang dipahami Bellingham secara naluriah, dan Chelsea berharap kenyamanan tersebut bisa menghidupkan kembali grafik performanya.
Nilai 150 juta euro akan menempatkan transfer ini di jajaran termahal sepanjang sejarah sepak bola, tetapi manajemen Chelsea diyakini percaya bahwa dampak olahraga dan komersialnya sepadan.
Jika negosiasi benar-benar dimulai, prosesnya diprediksi berjalan alot. Madrid tidak akan melepas aset berharga dengan harga murah, tetapi mereka diyakini bersedia mendengarkan jika tawaran selaras dengan perencanaan jangka panjang klub.
Chelsea disebut siap "tidak menghemat biaya", memandang transfer ini sebagai kepingan terakhir dari proyek rekonstruksi ambisius.
Apakah rencana ini akan terwujud atau sekadar menjadi pernyataan niat, pesannya jelas: Chelsea ingin kembali masuk percakapan elite sepak bola, bukan dengan kesabaran, melainkan dengan cara yang tegas dan mencolok.
Langkah Berani dan Ambisius
Di atas kertas, menambahkan Bellingham ke lini tengah yang sudah dihuni Caicedo dan Enzo terasa menggoda. Kombinasi itu seperti deklarasi kembalinya Chelsea ke meja teratas, sinyal bahwa mereka ingin mendominasi pertandingan, bukan sekadar bertahan.
Namun, kehati-hatian tetap ada. Para pendukung telah menyaksikan pengeluaran besar sebelumnya yang tidak selalu berujung pada kohesi tim atau hasil instan.
Transfer senilai 150 juta euro kembali memunculkan pertanyaan soal keseimbangan skuad, pembelajaran dari masa lalu, serta kepatuhan terhadap aturan Financial Fair Play.
Ada pula keraguan terkait performa. Penurunan Bellingham di Madrid tidak luput dari perhatian, terutama bagi suporter yang menilai konsistensi sama pentingnya dengan reputasi. Sebagian akan bertanya-tanya apakah Chelsea membeli pemain di puncak harga, bukan puncak performa.
Meski begitu, optimisme tetap bersemi. Pendukung Chelsea mendambakan sosok sentral di lini tengah, figur yang membawa otoritas dan keyakinan.
Jika Rosenior mampu memaksimalkan energi Bellingham dalam peran yang jelas, banyak yang siap menerima risiko tersebut. Langkah itu akan terasa berani, ambisius, dan, seperti yang mereka harapkan, sangat Chelsea.
Sumber: EPL Index