Pengakuan Lisandro Martinez setelah Michael Carrick Melatih MU: Menyentuh Hati Saya!

Lisandro Martinez menegaskan pendekatan Michael Carrick bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal koneksi emosional.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 01 Februari 2026, 05:00 WIB
Bek Manchester United asal Argentina bernomor punggung 06, Lisandro Martinez, merayakan golnya di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 26 Desember 2025. Man Utd memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Awal karier Michael Carrick sebagai manajer Manchester United (MU) berjalan luar biasa. Ia mencatat dua kemenangan beruntun atas dua tim teratas liga, sebuah pencapaian yang memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi The Red Devils.

Bek andalan MU, Lisandro Martinez, secara terbuka mengungkapkan betapa besar dampak Carrick dan staf pelatihnya terhadap para pemain.

Advertisement

Dalam wawancara dengan Stan Sport, Martinez menegaskan pendekatan Carrick bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal koneksi emosional.

Martinez mengaku sangat terkesan dengan Carrick dalam waktu yang relatif singkat. Ia menyoroti bahasa tubuh, energi, hingga cara Carrick berkomunikasi dan membangun kepercayaan dengan para pemain.

“Dalam waktu singkat, saya bisa mengatakan saya benar-benar terkesan dengannya, bahasa tubuhnya, energi, komunikasi, cara dia mempercayai para pemain, cara dia berbicara dan terhubung dengan semua orang. Itu luar biasa,” ujar Martinez.

Martinez juga menekankan pentingnya peran staf pelatih yang dekat dengan pemain.

“Staf pelatih juga sangat dekat dengan para pemain. Anda membutuhkan orang-orang yang memahami kualitas Anda, dan saya pikir Carrick melakukan hal itu,” ujar Martinez.


Hati Tersentuh, Siap Memberikan Segalanya

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, membuat Erling Haaland tak berkutik saat timnya menang 2-0 atas Manchester City pada laga pekan ke-22 Premier League musim ini di Old Trafford, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bek asal Argentina itu merasa Michael Carrick mampu mengeluarkan potensi terbaik dari semua orang di klub, bukan hanya pemain, tetapi juga staf.

“Dia mengeluarkan performa terbaik dari semua orang, bukan hanya para pemain, tetapi juga staf. Standar, struktur, dan tuntutan itu sangat penting,” ungkapnya.

Pernyataan paling emosional datang saat Martinez menjelaskan motivasinya di bawah kepemimpinan Carrick.

“Dan bagi saya, ketika Anda menyentuh hati saya, saya akan memberikan segalanya untuk Anda. Dia sudah menyentuh hati saya, dan Anda bisa melihatnya di lapangan—kami memberikan segalanya,” ujar Martinez.


Balasan Carrick: Bermain dengan Perasaan dan Emosi

Hal itu disampaikan MU di laman resmi klub pada Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United melihat arlojinya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Michael Carrick kemudian menanggapi pujian Martinez dalam konferensi pers dan mengembalikan sanjungan kepada sang bek. “Anda harus bermain dengan perasaan. Anda harus bermain dengan emosi, Anda harus bermain dengan antusiasme."

Carrick menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik dan teknik. “Aspek taktik dan teknis itu satu hal, tetapi hal-hal yang baru saja saya sebutkan adalah sesuatu yang benar-benar berbeda,” lanjutnya.

Carrick juga memuji sikap Martinez dalam keseharian: "Licha adalah perwujudan dari itu semua, dari cara dia menjalani setiap hari, terutama di pertandingan."


Carrick Tetap Rendah Hati dan Fokus ke Depan

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Meski puas dengan awal yang positif, Carrick menegaskan bahwa dua pekan hanyalah permulaan. “Beberapa minggu tetaplah beberapa minggu. Itu bagus, tetapi baru dua minggu.”

Carrick menutup dengan menekankan pentingnya menjaga respek terhadap permainan dan lawan berikutnya.

“Menghormati permainan, menghormati apa yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan dan betapa sulitnya itu, serta betapa bagusnya tim Fulham.”

Dengan pendekatan emosional dan disiplin yang dibangun Carrick, MU tampak menemukan kembali semangat yang lama hilang—sebuah fondasi penting untuk perjalanan jangka panjang ke depan.

Sumber: The Republik of Mancunia


Persaingan di Premier League

Berita Terkait