Bola.com, Lisbon - Vinicius Junior menjadi korban rasisme saat Real Madrid membungkam Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini. Namun, pelatih Benfica, Jose Mourinho, menyentil selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut.
Duel Los Blancos versus As Aguias di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB, berlangsung sengit sejak menit awal. Meski Real Madrid lebih banyak menguasai bola, Benfica kerap mengancam lewat skema serangan balik.
Pada menit ke-50, El Real berhasil unggul lebih dulu lewat gol indah Vinicius Junior. Menerima umpan dari Kylian Mbappe, Vinicius menggiring bola dengan tenang ke kotak penalti, mengecoh Amar Dedic, lalu melepaskan tembakan melengkung kaki kanan ke pojok atas gawang.
Winger Timnas Brasil itu pun melakukan selebrasi dengan menari di bendera sudut lapangan, dekat dengan tribune pendukung Benfica. Tarian Vinicius tersebut memicu kemarahan pendukung As Aguias.
Fans Benfica melemparkan beragam benda ke dalam lapangan, mulai dari botol minuman, gelas, hingga koin. Selain itu, kapten Benfica, Nicolas Otamendi, tak menyukai selebrasi provokatif yang dilakukan Vinicius Junior.
Pemain Benfica Melontarkan Ejakan Rasis
Situasi pun semakin memanas dan adu mulut antarpemain kedua tim tak terhindarkan. Wasit Francois Letexier lantas memberi kartu kuning kepada Vinicius karena dianggap berlebihan dalam merayakan gol.
Situasi semakin panas ketika winger Benfica, Gianluca Prestianni, terus melontarkan kata-kata kepada Vinicius saat para pemain kembali ke posisi masing-masing untuk melanjutkan laga.
Di momen itulah Vinicius tampak tersinggung oleh sesuatu yang didengar. Diduga, Prestianni melontarkan ejekan rasis kepada pemain berusia 25 tahun tersebut dengan perkataan "monyet".
Sempat Terhenti
Vinicius lantas berlari menghampiri wasit Letexier dan menyampaikan keluhannya. Setelah mendengarkan penjelasan sang pemain, wasit asal Prancis itu membuat gestur tangan menyilang, tanda resmi diaktifkannya protokol anti-rasisme yang resmi dikenalkan FIFA sejak Mei 2024.
Lapangan pun berubah menjadi lautan emosi. Pemain dan staf dari kedua tim berkumpul di sekitar tempat kejadian. Vinicius kemudian berjalan keluar lapangan dan duduk di bangku cadangan, terlihat enggan melanjutkan pertandingan.
Para pemain Real Madrid mengikuti langkah Vinicius Junior meninggalkan lapangan. Pertandingan pun sempat terhenti selama 10 menit, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Vinicius kembali ke lapangan, tetapi setiap sentuhan bola darinya langsung disambut cemoohan suporter tuan rumah. Sampai duel berakhir, Real Madrid mengunci kemenangan dengan skor 1-0.
Hasil itu menjadi modal berharga Madrid untuk bisa lolos ke-16 besar Liga Champions musim ini. Mereka hanya membutuhkan hasil seri pada laga kedua di Santiago Bernabeu, 26 Februari 2026, demi mengamankan tempat pada 16 besar.
Harusnya Selebrasi dengan Penuh Hormat
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. Pelatih asal Portugal tersebut hanya menyentil selebrasi gol Vinicius yang dianggap berlebihan, sehingga memicu kegaduhan.
"Para pemain bertalenta mampu melakukan hal-hal indah seperti itu, tetapi sayangnya dia (Vinicius Junior) tidak hanya merasa cukup dengan mencetak gol yang luar biasa tersebut," ucap Mourinho.
"Ketika Anda mencetak gol seperti itu, seharusnya Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat."
Terkait tudingan selebrasi Vinicius Junior memancing reaksi penonton, Mourinho menambahkan: "Ya, saya kira begitu. Mengenai kata-kata yang dipertukarkan antara Gianluca Prestianni dan Vinicius, saya ingin bersikap independen (netral)."
Sumber: BBC Sport