UEFA Rilis Pernyataan soal Kasus Rasialisme antara Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior

Insiden panas mewarnai laga play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica, Selasa malam waktu setempat. Kemenangan tipis Los Blancos di Lisbon justru dibayangi tudingan serius yang dilontarkan Vinicius Jr.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 18 Februari 2026, 17:15 WIB
Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Bola.com, Jakarta - Insiden panas mewarnai laga play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan tipis Los Blancos di Lisbon justru dibayangi tudingan serius yang dilontarkan Vinicius Jr.

Winger asal Brasil itu mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan Real Madrid pada leg pertama. Namun, suasana pertandingan berubah tegang ketika ia berlari menghampiri wasit dan melaporkan dugaan komentar rasis dari pemain lawan.

Advertisement

Situasi tersebut membuat pertandingan sempat terhenti cukup lama. Protokol antirasisme langsung diaktifkan oleh perangkat pertandingan, menandai betapa seriusnya tuduhan yang muncul di tengah laga krusial tersebut.

Sehari setelah pertandingan, UEFA akhirnya angkat bicara. Otoritas sepak bola Eropa itu memastikan proses peninjauan laporan resmi pertandingan masih berlangsung.

 


Dugaan Komentar Rasis dan Aktivasi Protokol UEFA

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Pertandingan yang digelar di markas Benfica itu awalnya berjalan ketat. Real Madrid berhasil mencuri kemenangan berkat gol Vinicius Jr.

Tak lama setelah mencetak gol, Vinicius menerima kartu kuning akibat selebrasi berlebihan. Ketika laga hendak dilanjutkan, ia tiba-tiba berlari ke arah wasit François Letexier dan mengklaim telah menjadi sasaran komentar rasis dari Gianluca Prestianni.

Prestianni, yang terlihat menutup mulut dengan kausnya saat berbicara, disebut melakukan ujaran yang tidak pantas. Kylian Mbappe bahkan mengaku mendengar kata "monyet" diucapkan dalam insiden tersebut.

Wasit François Letexier segera mengaktifkan protokol antirasisme UEFA. Pertandingan dihentikan sekitar 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.

 


UEFA Pastikan Laporan Sedang Ditinjau

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kiri) usai mencetak gol pada laga play-off Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Menanggapi situasi tersebut, UEFA merilis pernyataan resmi. Mereka belum memberikan kesimpulan, tetapi menegaskan proses evaluasi tengah berjalan.

"Laporan resmi dari pertandingan yang dimainkan tadi malam saat ini sedang ditinjau," demikian pernyataan UEFA.

"Jika terdapat hal yang dilaporkan, maka proses akan dibuka dan apabila berujung pada sanksi disipliner, keputusan tersebut akan diumumkan di situs disipliner UEFA."

"Kami tidak memiliki informasi tambahan untuk diberikan atau komentar lebih lanjut mengenai masalah ini pada tahap ini."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa UEFA berhati-hati sebelum mengambil langkah disipliner. Semua keputusan akan bergantung pada laporan resmi dan bukti yang tersedia.

 


Bantahan Tegas Prestianni

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AP Photo/Pedro Rocha)

Di sisi lain, Gianluca Prestianni langsung membantah tudingan tersebut. Melalui unggahan Instagram pada Rabu dini hari, pemain asal Argentina itu menegaskan dirinya tidak pernah melontarkan hinaan rasial.

"Saya ingin menjelaskan bahwa saya sama sekali tidak pernah mengarahkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang sayangnya salah memahami apa yang ia kira dengar," tulis Prestianni.

"Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid."

Insiden ini kembali menyoroti isu rasisme dalam sepak bola Eropa yang belum sepenuhnya tuntas. Kini, publik menanti hasil investigasi UEFA, yang akan menentukan apakah kasus ini berujung pada sanksi disipliner atau tidak.

Berita Terkait