Piala Dunia 2026 di Meksiko Terancam: Bos Kartel Tewas, Kerusuhan Meledak

Kerusuhan yang dipicu tewasnya bos kartel besar di Meksiko terjadi jelang Piala Dunia 2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 23 Februari 2026, 08:24 WIB
Pasukan khusus Garda Nasional Meksiko berpatroli di sekitar markas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City pada 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari 2026 bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Alfredo ESTRELLA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadapi gejolak baru setelah pecahnya kekerasan kartel di Meksiko, yang memicu kekhawatiran keamanan besar di kalangan penggemar sepak bola dunia.

Turnamen yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu kini dibayangi situasi genting hanya beberapa bulan sebelum kickoff.

Advertisement

Jutaan penggemar dari seluruh dunia dijadwalkan memadati tiga negara tuan rumah pada musim panas ini. Meksiko akan menjadi tuan rumah 13 laga di tiga kota: Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey, termasuk laga pembuka di Mexico City pada 11 Juni 2026.

Namun, suasana persiapan berubah mencekam setelah pecah kekacauan akibat tewasnya seorang bos kartel narkoba paling ditakuti di negara tersebut.


Tewasnya “El Mencho” Picu Aksi Balas Dendam

Personel Garda Nasional tiba ketika para penumpang meninggalkan Bandara Internasional Guadalajara di Tlajomulco, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Ulises Ruiz / AFP)

Kekerasan meletus pada Minggu lalu setelah gembong narkoba Nemesio “El Mencho”, Oseguera Cervantes, dilaporkan tewas dalam operasi militer.

Tentara Meksiko memasuki kota Tapalpa dan menewaskan Oseguera Cervantes, menurut pejabat tinggi yang berbicara kepada media lokal.

“El Mencho” merupakan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel narkoba paling kuat di Meksiko yang berperan besar dalam penyelundupan metamfetamin dan fentanyl ke Amerika Serikat. Kematian tokoh sentral tersebut memicu aksi balasan brutal.

Di tengah kekacauan, pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada mendesak warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke puluhan wilayah di Meksiko karena tingginya level kekerasan dan kriminalitas yang terorganisasi.


Ledakan dan Baku Tembak di Sejumlah Negara Bagian

Sebuah bus dibakar oleh kelompok kejahatan terorganisir sebagai respons atas operasi di Negara Bagian Jalisco untuk menangkap target keamanan prioritas tinggi, terbakar di salah satu jalan utama di Zapopan, Jalisco, Meksiko, pada 22 Februari 2026. Warga sipil bersenjata memblokade sejumlah jalan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko barat, setelah operasi pasukan federal di kota Tapalpa, lapor otoritas setempat. Jalisco, yang akan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026 mendatang, merupakan basis Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG) yang kuat, dan dalam beberapa tahun terakhir diguncang berbagai episode kekerasan. (Ulises Ruiz / AFP)

 

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS meminta warganya untuk berlindung di tempat. Otoritas Amerika mengimbau warga agar berlindung di lokasi aman dan tidak bepergian sementara waktu. Bahkan dilaporkan sejumlah turis terjebak setelah melakukan perjalanan ke selatan perbatasan.

Di negara bagian Jalisco, Guerrero, dan Michoacan, terjadi ledakan serta baku tembak antara kelompok kartel dan aparat keamanan. Kelompok kriminal juga dilaporkan mendirikan blokade jalan menggunakan kendaraan yang dibakar di beberapa kota di wilayah barat daya Meksiko.

Gelombang kekerasan ini pecah kurang dari 100 hari sebelum Mexico City menggelar laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan.


Turnamen Terbesar dalam Sejarah di Tengah Kekhawatiran

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dengan 48 tim bertanding dalam 104 laga dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Namun, turnamen ini sejak awal sudah dibayangi berbagai isu, mulai dari harga tiket, visa suporter, larangan perjalanan, hingga penegakan kebijakan imigrasi.

Kini, dengan meningkatnya eskalasi kekerasan kartel di Meksiko, kekhawatiran soal keamanan menjadi sorotan utama.

Tantangan besar menanti panitia penyelenggara dan aparat keamanan untuk memastikan pesta sepak bola dunia tetap berlangsung aman dan lancar di tengah situasi yang belum stabil.

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait