FIFA Usulkan Aturan Baru, Pemain Cedera Wajib Tinggalkan Lapangan Selama 60 Detik

FIFA ingin pemain yang cedera harus istirahat selama satu menit.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Februari 2026, 08:30 WIB
Penyerang Liverpool, Alexander Isak, mengalami cedera saat timnya menang 2-1 atas Tottenham Hotspur pada laga pekan ke-17 Premier League di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Justin Tallis)

Bola.com, Jakarta - FIFA mendorong perubahan aturan baru yang berpotensi mengubah ritme pertandingan sepak bola. Dalam proposal terbarunya, pemain yang mendapat perawatan akibat cedera diwajibkan berada di luar lapangan selama satu menit sebelum diizinkan kembali bermain.

Usulan tersebut menjadi bagian dari serangkaian langkah untuk mengurangi gangguan tempo dan waktu terbuang dalam pertandingan.

Advertisement

Rencana ini dijadwalkan mendapat persetujuan dalam rapat umum tahunan International Football Association Board (Ifab) pada Sabtu mendatang.

Dari Uji Coba Dua Menit ke Kompromi Satu Menit

Saat ini, Laws of the Game tidak mengatur secara spesifik berapa lama pemain cedera harus menepi.

Setiap liga berhak menentukan kebijakannya sendiri. Di Premier League, misalnya, sejak musim 2023/24 diterapkan aturan 30 detik bagi pemain yang mendapat perawatan di lapangan.

 


Menekan Taktik Sengaja Buang Waktu

Jude Bellingham mengalami cedera dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Rayo Vallecano, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

FIFA sebelumnya telah menguji coba aturan lebih ketat dalam ajang Arab Cup pada Desember lalu, dengan mewajibkan pemain menunggu dua menit sebelum kembali ke permainan.

Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, menyebut aturan dua menit dirancang untuk menekan praktik buang-buang waktu sekaligus menjaga alur pertandingan tetap mengalir.

Pendekatan serupa sudah diterapkan di Major League Soccer (MLS), yang mengharuskan pemain keluar lapangan apabila tergeletak lebih dari 15 detik dan tim medis masuk ke lapangan.

Dalam pertemuan Ifab pada Januari, disepakati bahwa perlu ada durasi tetap yang dimasukkan ke aturan resmi. Namun, muncul perbedaan pendapat mengenai lamanya waktu. Opsi dua menit mendapat penolakan kuat.

Sebagai jalan tengah, kini diusulkan durasi satu menit.

 

 


Khawatir Dampak Tak Terduga

Gelandang Liverpool, Wataru Endo tergeletak di lapangan karena cedera dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Sunderland dan Liverpool di Stadion of Light, Sunderland, Inggris timur laut, pada 11 Februari 2026. (ANDY BUCHANAN / AFP)

Kendati dianggap kompromi, kekhawatiran belum sepenuhnya sirna. BBC Sport memahami adanya kecemasan bahwa aturan satu menit bisa menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.

Musim lalu, Manchester United sempat dibuat geram ketika Matthijs de Ligt harus keluar lapangan akibat luka sobek. Saat ia berada di luar lapangan, Brentford mencetak gol lewat situasi sepak pojok.

Situasi semacam itu dikhawatirkan akan lebih sering terjadi jika aturan satu menit diberlakukan karena tim berpotensi bermain dengan 10 orang lebih lama dan kebobolan, dalam kondisi timpang.

Aturan 30 detik yang berlaku saat ini saja sudah memicu frustrasi suporter. Jika durasi diperpanjang, tekanan terhadap wasit dikhawatirkan makin besar, terutama jika absennya seorang pemain berujung gol bagi lawan.

Di sisi lain, memang ada pengakuan bahwa sebagian pemain memanfaatkan cedera sebagai cara memecah tempo permainan. Namun, memperpanjang durasi tunggu dinilai bisa merugikan pemain yang benar-benar mengalami cedera.


Pengecualian

David Alaba mengalami cedera saat pertandingan La Liga antara Real Madrid melawan Villarreal pada Senin, 18 Desember 2023.

Beberapa pengecualian tetap diberlakukan. Jika lawan menerima kartu kuning atau merah dalam insiden tersebut, pemain yang cedera tidak wajib menunggu di luar lapangan. Penjaga gawang juga dikecualikan, begitu pula eksekutor penalti yang tetap diizinkan berada di lapangan.

Namun, Ifab diperkirakan belum akan mengambil keputusan untuk mengatasi praktik "tactical timeout", yakni ketika kiper sengaja terjatuh tanpa kontak langsung agar pelatih bisa memberi instruksi tambahan.

Panel penasihat Ifab telah membahas isu ini cukup lama, tetapi belum tercapai kesepakatan solusi.

 


Aturan Tambahan

Bukayo Saka mengalami cedera dalam laga Arsenal vs Leeds United di Premier League 2025/2026, Sabtu (23/8/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Setelah keberhasilan penerapan aturan delapan detik bagi kiper yang terlalu lama memegang bola, Ifab juga akan menyetujui mekanisme hitung mundur baru.

Pendekatan serupa akan diterapkan pada situasi tendangan gawang dan lemparan ke dalam. Jika eksekusi terlalu lama, penguasaan bola akan diberikan kepada tim lawan.

Selain itu, pemain yang diganti akan dibatasi 10 detik untuk meninggalkan lapangan. Jika tidak segera keluar, pemain pengganti tidak boleh masuk sehingga tim harus bermain dengan 10 orang hingga penghentian pertandingan berikutnya, dan itu harus terjadi setelah minimal 60 detik permainan berjalan.

Ifab juga diperkirakan menyetujui peninjauan oleh video assistant referee (VAR) untuk kasus kartu kuning kedua yang keliru diberikan. Sebagai opsi tambahan bagi kompetisi yang ingin menerapkannya, tinjauan VAR juga dapat diperluas untuk situasi sepak pojok.

Sementara itu, Canadian Premier League kemungkinan akan mendapat izin memulai uji coba aturan offside "daylight" yang diusulkan Arsene Wenger.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait