Bola.com, Jakarta - Cuaca di Bali dalam beberapa hari terakhir tidak bersahabat. Hujan hampir selalu turun di wilayah Denpasar dan sekitarnya hingga Senin malam, 23 Februari 2026. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sejumlah tempat sempat terganggu.
Namun situasi itu tidak menyurutkan semangat Timnas Skateboard Indonesia. Para atlet tetap menjalani pemusatan latihan dengan intensitas tinggi sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional yang sudah menanti.
Pemusatan latihan ini menjadi langkah awal menuju ajang dunia yang akan digelar dalam waktu dekat. Para skater Indonesia memanfaatkan fasilitas di beberapa lokasi latihan yang dianggap cukup representatif.
Sejumlah tempat seperti Tabanan serta Amplitude Skatepark di kawasan Kerobokan dipilih sebagai venue latihan. Di sana, para atlet tetap fokus mengasah teknik meski kondisi cuaca tidak selalu ideal.
Awal Persiapan Menuju Kejuaraan Dunia di Brasil
Program TC kali ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Skateboard 2026 yang akan digelar di Brasil pada 1–8 Maret mendatang. Setelah itu, rencana pemusatan latihan lanjutan akan berlangsung di Amerika Serikat selama sekitar satu bulan usai Idul Fitri.
Selain kejuaraan dunia, agenda penting lainnya juga sudah menanti. Timnas Skateboard Indonesia akan tampil dalam World Cup Street 2026 di Roma pada 7–14 Juni, kemudian dilanjutkan World Cup Park pada 14–21 Juni di lokasi yang sama.
Kedua ajang tersebut memiliki arti penting karena menjadi bagian dari jalur kualifikasi menuju Olympic Games Los Angeles 2028. Karena itu, program latihan saat ini disusun dengan cukup serius agar para atlet bisa bersaing di level dunia.
Sejumlah nama ikut ambil bagian dalam TC kali ini. Di antaranya ada Jason Dennis Lijnzat, peraih emas SEA Games 2025 Basral Graito Hutomo, peraih perak SEA Games 2025 Ni Wayan Malana Fairbrother, Yusy Firdausy, Mikhayla Shanum Caya, hingga Sanggoe Darma Tanjung.
Fokus Naikkan Ranking Dunia
Pelatih Timnas Skateboard Indonesia, Anthony Adam Caya, menegaskan tidak memasang target khusus untuk kejuaraan dunia kali ini. Namun ia berharap beberapa atlet mampu meningkatkan posisi di ranking dunia.
“Di kejuaraan dunia nanti, yang diunggulkan ada dua di nomor street dan park. Kami berharap Basral dan Wayan bisa meningkatkan ranking dunia, setidaknya sampai 16 besar dunia,” ujar Anthony Adam Caya.
Saat ini Basral Graito Hutomo dan Ni Wayan Malana Fairbrother diketahui berada di sekitar peringkat 24 dunia. Kejuaraan dunia di Brasil akan menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi tersebut.
Ambisi Tembus Semifinal
Ni Wayan Malana Fairbrother terlihat sangat antusias menjalani TC di Bali. Selain bisa berlatih di kampung halamannya sendiri, ia juga memiliki target pribadi pada kejuaraan dunia mendatang.
“Sebenarnya target saya adalah masuk ke final saat kejuaraan dunia nanti. Tapi fokus utama saya adalah bisa ke semifinal dulu. Waktu kejuaraan dunia tahun lalu, saya hanya tembus ke perempat final saja,” jelasnya.
Di sisi lain, Jason Dennis Lijnzat melihat TC kali ini sebagai momentum untuk mematangkan persiapan menuju ajang yang lebih besar, terutama Asian Games 2026 di Nagoya yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
“Di sini kami harus bisa mengulik trik baru dan menganalisis lawan untuk Asian Games. Untuk kejuaraan dunia, saya sudah sangat siap karena tiga bulan terakhir terus berlatih. Pikiran saya bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana menjadi versi terbaik diri saya,” ujar Jason.