FIFA Buka Suara Soal Ancaman Keamanan: Akankah Laga Piala Dunia 2026 Dipindah dari Meksiko?

Kekhawatiran mengenai keamanan menjelang FIFA World Cup 2026 mulai mencuat setelah meningkatnya kekerasan terkait kartel narkoba di Meksiko.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 25 Februari 2026, 11:30 WIB
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kekhawatiran mengenai keamanan menjelang FIFA World Cup 2026 mulai mencuat setelah meningkatnya kekerasan terkait kartel narkoba di Meksiko. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah pertandingan Piala Dunia 2026 bisa dipindahkan dari beberapa kota tuan rumah?

Turnamen akbar tersebut dijadwalkan berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Mexico, Canada, dan United States. Format ini menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia dengan tiga tuan rumah utama.

Advertisement

Laga pembuka direncanakan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion legendaris Estadio Azteca di Mexico City. Namun menjelang turnamen, situasi keamanan di beberapa wilayah Meksiko menjadi sorotan setelah sejumlah insiden kekerasan bersenjata terjadi.

Kondisi tersebut semakin mendapat perhatian setelah tewasnya pemimpin kartel Jalisco New Generation dalam sebuah operasi keamanan. Peristiwa itu memicu kerusuhan di berbagai kota, termasuk Guadalajara yang juga menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia 2026.

 


FIFA Pantau Situasi, Relokasi Bukan Opsi Utama

Foto udara yang menunjukkan Stadion atau Estadio Akron di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 5 Januari 2025, yang akan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. (Ulises Ruiz/AFP)

FIFA akhirnya memberikan respons terkait spekulasi pemindahan venue pertandingan. Badan sepak bola dunia tersebut memastikan bahwa mereka terus memantau situasi keamanan, khususnya di negara bagian Jalisco.

Perwakilan FIFA di Meksiko menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas pemerintah setempat demi memastikan kondisi tetap aman menjelang turnamen.

“Kami di FIFA Meksiko terus memantau situasi di Jalisco dan menjaga komunikasi intensif dengan pihak berwenang. Kami juga mengikuti langkah dari berbagai lembaga pemerintah untuk menjaga keselamatan publik dan mengembalikan kondisi normal,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan kepada media.

Meski kekhawatiran meningkat, FIFA disebut belum mempertimbangkan relokasi pertandingan dalam waktu dekat.

 


Pemindahan Pertandingan Hanya Jadi Opsi Terakhir

Menurut sumber internal FIFA, pemindahan laga Piala Dunia hanya akan dilakukan jika situasi benar-benar mendesak. Artinya, langkah tersebut menjadi opsi terakhir apabila ada kekhawatiran serius dari otoritas keamanan maupun mitra komersial turnamen.

FIFA juga menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama selama penyelenggaraan turnamen.

“Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama, dan FIFA memiliki kepercayaan penuh kepada tiga negara tuan rumah,” ujar juru bicara FIFA.

Berita Terkait