Senne Lammens Bersinar di Laga Vs Everton, MU Putuskan Nasib Andre Onana

MU ambil sikap soal Andre Onana setelah Senne Lammens bersinar pada pertandingan kontra Everton.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Februari 2026, 13:00 WIB
Kiper Manchester United, Andre Onana, menyeka wajahnya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Newcastle yang berlangsung di Old Trafford, Manchester, Inggris, Selasa (31/12/2024) WIB. (AFP/Darren Staples)

Bola.com, Jakarta - Manchester United dilaporkan siap mengambil keputusan tegas terkait masa depan Andre Onana pada bursa transfer musim panas mendatang.

Kiper asal Kamerun itu disebut akan dilepas secara permanen setelah masa peminjamannya berakhir, dengan Trabzonspor kecil kemungkinan mempermanenkan statusnya.

Advertisement

Onana direkrut dari Inter Milan hampir tiga tahun lalu dengan nilai transfer mendekati 50 juta paun. Namun, kiprahnya di Old Trafford jauh dari harapan.

Dalam dua musim di Premier League, ia beberapa kali melakukan kesalahan fatal yang menjadi sorotan publik.

Situasi tersebut membuat posisinya tergeser. Pelatih MU ketika itu, Ruben Amorim, akhirnya mencadangkannya setelah serangkaian penampilan yang dinilai tak konsisten.

Laporan talkSPORT menyebutkan Onana akan kembali ke Manchester pada musim panas ini, tetapi klub bertekad mencari solusi permanen untuk melepasnya.

Di tengah ketidakpastian itu, masalah penjaga gawang Setan Merah justru mereda berkat performa impresif rekrutan musim panas, Senne Lammens. Kiper muda Belgia tersebut didatangkan dari Royal Antwerp dengan banderol sekitar 18 juta paun.


Lammens Curi Perhatian

Kiper Manchester United, Senne Lammens, melakukan penyelamatan gemilang saat menahan gempuran Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Hill Dickinson Stadium pada Selasa (24/2/2026) dini hari WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Saat pertama kali direkrut di penghujung bursa transfer musim panas 2025, nama Lammens belum begitu dikenal luas. Meski begitu, di Belgia ia dipandang sebagai talenta menjanjikan untuk masa depan.

Tiga laga awalnya bersama MU dihabiskan di bangku cadangan, ketika Altay Bayindir berusaha mengamankan posisi utama. Namun, sejak dipercaya tampil menghadapi Sunderland pada Oktober lalu, Lammens tak lagi tergeser.

Sejak saat itu, ia selalu menjadi starter di Premier League. Meski sempat mengalami beberapa momen kurang meyakinkan, kehadirannya di bawah mistar dinilai cukup stabil dan memberi rasa aman bagi lini belakang.

Perannya kembali krusial ketika MU menundukkan Everton dengan skor 1-0, Selasa (24-2-2026) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, Lammens melakukan penyelamatan gemilang dengan terbang menepis tembakan jarak jauh Michael Keane, memastikan tim tamu mempertahankan keunggulan.

Clean sheet tersebut menjadi yang kelima baginya musim ini di Premier League. Namun, kontribusinya tak hanya tecermin dari catatan nirbobol. Sejumlah poin yang diraih MU musim ini tak lepas dari penyelamatan-penyelamatan pentingnya.


Statistik Senne Lammens di Premier League 2025/26

Aksi Senne Lammens pada laga pekan ke-7 Premier League antara Manchester United vs Sunderland di Old Trafford - AP Photo/Dave Thompson
  • Penampilan: 21
  • Clean sheet: 5
  • Persentase penyelamatan: 64,9%
  • Gol yang dicegah: 3,59
  • Kesalahan berujung gol: 0

Sorotan untuk Onana di Turki

Andre Onana ketika dikenalkan sebagai pemain baru Trabzonspor pada musim 2025/2026 - Official X Trabzonspor/@Trabzonspor

Sementara itu, perjalanan Onana bersama Trabzonspor di Turki berlangsung naik turun. Ia sempat tampil impresif, termasuk saat menghadapi Gaziantep FK pada hari Minggu lalu, dengan mencatatkan enam penyelamatan.

Namun, performa buruk juga tak jarang muncul. Satu di antaranya ketika ia tampil kurang meyakinkan dalam laga dramatis 3-3 kontra Besiktas pada Desember lalu.

Pelatih Trabzonspor, Fatih Tekke, bahkan secara terbuka mengkritiknya selepas pertandingan tersebut.

"Saya sudah memperingatkan Andre selama dua minggu; dia adalah pemain yang kami sukai, dan dia tahu itu," kata Tekke.

"Dia salah satu yang terbaik ketika bola ada di kakinya, tetapi sepak bola menuntut konsentrasi yang luar biasa. Momen-momen tertentu sangat krusial."

"Minggu lalu dia membuat dua keputusan berisiko. Dia bisa membongkar pertahanan lawan, tetapi satu kesalahan saja bisa menghasilkan akhir yang sangat berbeda hari ini," ulasnya.

 

Sumber: Football Insider

Berita Terkait