Bola.com, Jakarta - Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, ikut angkat bicara mengenai kemunduran terbaru sepak bola Italia. Dia mengungkapkan alasan di balik fenomena tersebut.
Untuk pertama kalinya di era Liga Champions, tim Serie A terancam gagal lolos ke babak 16 besar.
Inter Milan secara mengejutkan tersingkir oleh Bodo/Glimt, Napoli tereliminasi di fase liga. Di sisi lain, Juventus harus membalikkan ketertinggalan agregat 2-5 dari Galatasaray dan Atalanta tertinggal 0-2 dari Borussia Dortmund jelang leg kedua.
Timnas Italia, yang dibela Del Piero sebanyak 91 kali dan ia antarkan menjuarai Piala Dunia 2006, harus menang tandang atas Wales atau Bosnia dan Herzegovina dalam laga tunggal untuk menghindari kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
“Bolehkah saya menangis? Ini situasi yang sulit,” kata legenda tersebut kepada CBS, seperti dikutip ESPN, Rabu (25/2/2026).
“Tidak semuanya seburuk yang terlihat, tapi mungkin 90 atau 95 persen memang begitu. Ini adalah hasil dari apa yang terjadi di Italia dalam beberapa tahun terakhir," imbuh dia.
Masalah Finansial hingga Stadion
Del Piero kemudian menyebut faktor-faktor yang menjadi penyebab kemunduran sepak bola Italia, di antaranya finansial, stadion, serta pembinaan pemain muda.
“Tingkat investasi rendah. Pasar lain telah menjadi jauh, jauh lebih besar daripada kami," tutur Del Piero.
“Masalah? Stadion. Kita tahu bahwa untuk berkembang, kita harus tampil lebih baik di luar lapangan."
“Sistem pembinaan usia muda? Kita akan melihat Borussia Dortmund bermain melawan Atalanta dengan dua pemain Italia kelahiran 2008. Maaf? Apa yang terjadi? Mengapa kita tidak memiliki pemain Italia seperti ini, mengapa mereka bermain untuk Dortmund?” imbuh dia.
Samuele Inacio Pia (17 tahun) dan Luca Reggiani (18 tahun) terlibat dalam skuad tim utama klub Jerman tersebut.
Solusi ala Del Piero
Del Piero merasa ada sesuatu yang hilang di banyak aspek. Namun, dia menyebut Italia harus menyatukan banyak potongan untuk mendapatkan solusinya.
“Kami tidak ingin mencetak sejarah dengan memutus rekor 41 tahun ini. Terutama menjelang akhir bulan bersama tim nasional," ujar pria yang dulu berjulukan Pinturicchio tersebut.
“Saya percaya bahwa secara finansial, tim-tim kami harus lebih teratur. Tidak memiliki begitu banyak utang. Tidak semua dari kami memiliki pemilik seperti Juventus yang bisa menulis cek besar di akhir musim."
“Kita perlu menemukan kembali kecintaan pada permainan, bukan hanya di lapangan. Kita harus lebih bertanggung jawab terhadap apa yang kita tampilkan kepada publik, karena terkadang terlalu banyak kontroversi. Kita perlu menemukan kembali tradisi, bukan hanya untuk para pemain muda," sambung pria berusia 51 tahun tersebut.
Harus Akhiri Budaya Saling Tukar Pemain
Del Piero juga menegaskan klub-klub besar Serie A harus mengakhiri budaya saling bertukar pemain satu sama lain.
“Kita memiliki begitu banyak transfer antara tim-tim besar, Inter-Juve, Milan-Inter, Fiorentina-Juve, Inter-Napoli,” ujarnya.
“Hal seperti ini tidak terjadi di liga lain. Saya tidak mengatakan ini salah. Namun hubungan-hubungan seperti inilah yang membawa kita ke situasi sekarang. Kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: ‘Apa yang sebenarnya kita butuhkan?’” imbuh dia.
Sumber: Del Piero