Pakar Ungkap Peta Kekuatan F1 2026: Mercedes Terdepan, Ferrari dan Red Bull Mengejar

Berikut ranking kekuatan 11 tim Formula 1 musim ini versi reporter Sky Sports F1, Craig Slater.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 26 Februari 2026, 09:45 WIB
Pembalap Mercedes, George Russell, menjalani sesi kualifikasi F1 GP Kanada 2025 di Sirkuit Gilles-Villeneuve, di Montreal, Kanada, Minggu (15/6/2025) dini hari WIB. (Geoff Robins / AFP)

Bola.com, Jakarta - Hitungan mundur menuju musim Formula 1 2026 semakin terasa. Seri pembuka di Grand Prix Australia pada 8 Maret mendatang akan menjadi panggung pertama adu cepat para pembalap jet darat di lintasan.

Namun sebelum lampu start benar-benar padam, aroma persaingan sudah tercium tajam dari hasil tes pramusim terakhir. Siapa yang paling siap? Siapa yang masih menyimpan pekerjaan rumah?

Advertisement

Reporter Sky Sports F1, Craig Slater, coba menyusun "ranking awal" kekuatan 11 tim berdasarkan data GPS, percakapan internal tim, hingga simulasi balapan. Hasilnya cukup mengejutkan: Mercedes disebut selangkah lebih maju dibanding rival-rivalnya.

Charles Leclerc sempat menjadi pembalap tercepat dalam sesi terakhir uji coba. Namun, seperti lazimnya pramusim, catatan waktu belum tentu mencerminkan kekuatan sebenarnya. Setiap tim menjalankan program berbeda, termasuk variasi bahan bakar yang memengaruhi performa.

Artinya, dominasi di tes tak otomatis berujung dominasi di balapan resmi. Lalu bagaimana peta kekuatan versi Slater? Berikut ranking kekuatan 11 tim Formula 1 musim ini versi Craig Slater.

 

 


Posisi 11 hingga 8

Pembalap Aston Martin asal Kanada, Lance Stroll, mengemudikan mobilnya selama sesi latihan ketiga untuk Grand Prix Formula Satu Monaco di Circuit de Monaco, pada 24 Mei 2025. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

11. Aston Martin

Fernando Alonso dan Lance Stroll menjalani tes yang sulit. Masalah pada unit daya Honda disebut menjadi kendala utama. Meski diperkuat insinyur dan desainer mobil F1 legendaris, Adrian Newey, dan investasi besar, Aston Martin diprediksi memulai musim dari barisan belakang.

10. Cadillac

Tim pendatang baru ini realistis. Dengan duet berpengalaman Sergio Perez dan Valtteri Bottas, mereka tetap diperkirakan kesulitan pada musim debut.

9. Williams

Setelah tampil solid pada 2025, ekspektasi terhadap Williams cukup tinggi. Namun menurut Slater, mereka tampak kurang siap dalam simulasi balapan. Alex Albon dan Carlos Sainz dinilai belum menunjukkan tajinya di tes terakhir.

8. Audi

Audi membawa optimisme lewat unit daya racikan sendiri. Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoletto diyakini mampu tampil kompetitif, terutama di seri awal.

 


Posisi 7 hingga 5

Pembalap Alpine asal Prancis, Esteban Ocon saat sesi latihan pertama Grand Prix Formula 1 Las Vegas pada 21 November 2024 di Las Vegas, Nevada. (Frederic J. Brown/AFP)

7. Racing Bulls

Tim ini sedikit lebih menjanjikan dibanding Audi. Liam Lawson akan berduet dengan rookie tunggal musim ini, Arvid Lindblad.

6. Haas

Esteban Ocon dan Oliver Bearman dinilai menjalani pramusim solid. Slater menyebut Haas sebagai kandidat kuat penghuni papan tengah atas.

5. Alpine

Setelah terpuruk musim lalu, Alpine bangkit dengan mesin Mercedes. Pierre Gasly dan Franco Colapinto diprediksi menikmati lonjakan performa signifikan.

 


Posisi 4 hingga 1

4. Red Bull

Meski Max Verstappen sempat mengeluhkan mobil barunya, Red Bull tetap masuk empat besar. Pengembangan unit daya internal mereka dinilai cukup menjanjikan.

3. Ferrari

Ferrari diperkirakan finis ketiga. Kekhawatiran muncul pada desain turbo kecil unit daya mereka. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc mungkin tampil cepat di trek tertentu, tetapi konsistensi jadi tanda tanya.

2. McLaren

Juara musim lalu diposisikan sebagai pesaing utama. Dengan dukungan mesin Mercedes, Lando Norris dan Oscar Piastri diyakini siap memberi tekanan serius.

1. Mercedes

Inilah favorit utama. George Russell dan Kimi Antonelli tampil konsisten sepanjang tes. Slater menyebut Mercedes sedikit lebih unggul dibanding rival, bahkan performa maksimalnya diyakini belum sepenuhnya terlihat.

 


Persaingan Terbuka, tetapi Mercedes Unggul Tipis

Meski Mercedes ditempatkan di puncak, Slater menegaskan bahwa performa akan sangat bergantung pada karakter sirkuit.

Musim 2026 diprediksi menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Selisih kecil dalam pengembangan mesin bisa menjadi pembeda besar di lintasan.

Australia akan menjadi jawaban pertama: apakah prediksi ini akurat, atau justru meleset total?

Sumber: Givemesport