Liga Champions: Pelatih Bodo/Glimt Ikuti Filosofi Jurgen Klopp, Sukses dari Kota Kecil ke Panggung Eropa

Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, terinspirasi oleh filosofi dan gaya bermain Jurgen Klopp

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 26 Februari 2026, 10:30 WIB
Pelatih Bodoe/Glimt, Kjetil Knutsen menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan AC Milan pada pertandingan Liga Europa di Stadion San Siro di Milan, Italia, Kamis (24/9/2020). AC Milan menang tipis atas Bodoe/Glimt 3-2. (AP Photo/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Manajer Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, terinspirasi oleh filosofi dan gaya bermain Jurgen Klopp setelah timnya mencatat salah satu kejutan terbesar di Eropa musim ini dengan menyingkirkan Inter Milan dari Liga Champions.

Klub asal Norwegia yang berbasis di kota kecil berpenduduk sekitar 40.000 jiwa itu tampil sensasional. Setelah menang 3-1 pada leg pertama di kandang, Bodo/Glimt kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih kemenangan 2-1 di San Siro. Hasil tersebut memastikan agregat 5-2 dan membuat publik tuan rumah terdiam.

Advertisement

Ia menegaskan bahwa kesuksesan timnya bukanlah kebetulan. Ia menyebut proyek yang dibangun Bodo/Glimt memiliki fondasi kuat, terutama dari segi identitas permainan.

“Itu adalah jalur yang kami pilih. Ini tentang banyak hal. Identitas yang jelas, latihan keras, bekerja secara fungsional di lapangan, dan bermain dengan intensitas tinggi sesering mungkin,” ujar Knutsen.

Ia secara terbuka menyebut Klopp dan Liverpool sebagai salah satu referensi utama dalam membangun tim.

“Kami terinspirasi oleh banyak pihak, termasuk Klopp dan Liverpool. Kami mencoba meniru mereka dalam banyak aspek,” tambahnya.


Kisah Sensasional dari Norwegia

Bermain di kandang sendiri, Inter Milan tumbang dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dengan skor 1-2. Tampak dalam foto, pemain Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge (kelima kiri) merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan babak playoff Liga Champions 2025-2026 melawan Inter Milan di stadion San Siro, Italia, Selasa 24 Februari 2026 waktu setempat atau Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Sebagaimana diketahui, Klopp pernah membawa Liverpool mencapai empat final Liga Champions dan meraih gelar pada 2019. Filosofi gegenpressing, tempo tinggi, serta kolektivitas tim menjadi ciri khas yang kini coba diadaptasi oleh Bodo/Glimt.

Keberhasilan ini semakin terasa luar biasa mengingat Bodo/Glimt tidak memainkan pertandingan liga selama hampir tiga bulan. Kompetisi domestik Norwegia, Eliteserien, berlangsung dari Maret hingga November 2025, sehingga tim harus menjaga kebugaran dan ritme permainan tanpa jadwal reguler kompetitif.

Namun, alih-alih kehilangan momentum, mereka justru tampil disiplin dan efektif saat menghadapi raksasa Serie A tersebut.

Di babak selanjutnya, Bodo/Glimt akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Sporting CP di babak 16 besar. Apa pun hasilnya nanti, perjalanan mereka sudah menjadi salah satu cerita paling inspiratif di Liga Champions musim ini.

 


Rekor Mengagumkan

Nerazzurri sempat menipiskan skor menjadi 1-2 melalui gol Alessandro Batoni pada menit ke-76. (AFP/Piero Cruciatti)

Dari kota kecil di Norwegia ke panggung terbesar Eropa, Bodo/Glimt membuktikan bahwa identitas, kerja keras, dan keberanian bermain menyerang bisa menumbangkan nama besar.

Kemenangan atas Inter menjadikan Glimt sebagai klub Norwegia pertama yang memenangi duel fase gugur Liga Champions. Terakhir kali klub asal Norwegia menang di fase gugur Piala/Liga Champions adalah Lillestrom pada musim 1987/1988 melawan Linfield.

 

Berita Terkait