Transisi Kepelatihan Timnas Indonesia, Harapan Baru di Tengah Tantangan Besar

Tahun 2026 menjadi momen berat, tapi penuh harapan bagi Timnas Indonesia di semua level.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 27 Februari 2026, 09:45 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berkunjung ke Bali United Training Center, di Gianyar, Bali, Rabu sore (28/1/2026). (Media Bali United)

Bola.com, Jakarta - Tahun 2026 menjadi momen berat, tapi penuh harapan bagi Timnas Indonesia di semua level. Ini merupakan masa transisi pucuk kepelatihan Timnas Indonesia yang diharapkan arsitek baru mampu melanjutkan tongkat estafet dengan mulus.

Sosok John Herdman jadi perhatian utama para pencinta Timnas Garuda. Pria asal Inggris itu digadang-gadang meraih sukses seperti kala menukangi Timnas Kanada.

Advertisement

Dua agenda penting, FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026, jadi ujian kapasitas John Herdman. Apakah dia bisa melampaui prestasi dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert?

"Di negara manapun Timnas Senior selalu jadi perhatian dibandingkan level di bawahnya. Maka wajar bila John Herdman punya beban berat menangani Timnas Indonesia nanti. Yang penting bagaimana kita percaya dan memberi kesempatan kepada John Herdman leluasa meracik Timnas Indonesia nanti," kata Gusnul Yakin.


Harapan Publik

Timnas Indonesia logo. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Selain mengembalikan prestasi Timnas Indonesia, John Herdman harus mampu memulihkan kecintaan publik yang sedang surut.

"John Herdman tak usah muluk-muluk dulu. Dia harus membuat permainan Timnas Indonesia bagus dulu. Jika dia meraih prestasi, maka otomatis animo kecintaan publik akan bangkit lagi," ujarnya.

Tanggungjawab Nova Arianto di Timnas Indonesia U-20 juga tak ringan. Publik pasti berharap putra pelatih kawakan Sartono Anwar ini melanjutkan keberhasilan seperti memoles Timnas Indonesia U-17 yang sampai tampil di Piala Dunia U-17 Qatar 2025.

"Nova Arianto harus cepat membentuk tim bagus. Setidaknya dia bisa meloloskan Timnas Indonesia U-20 ke Piala Asia U-20. Yang jelas persaingan U-20 berbeda dengan U-17," ucap pengamat sepak bola senior asal Malang ini.


Beban Kurniawan

Kurniawan Dwi Yulianto memberikan materi latihan kepada para striker Timnas Indonesia U-20 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (5/2/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Di antara dua jurutaktik Timnas Indonesia tersebut, beban Kurniawan Dwi Yulianto terbilang paling berat. Ekspektasi publik pasti ingin eks striker Timnas Indonesia itu mampu mengikuti jejak Nova Arianto.

"Target lolos Piala Dunia U-17 Qatar 2026 sangat berat. Karena Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 nanti tergabung dengan Jepang U-17, China U-17, dan Qatar U-17," jelas Gusnul Yakin.

Apalagi, lanjut mantan pelatih Arema ini, waktu persiapan Kurniawan Dwi Yulianto tak seleluasa seperti Nova Arianto lalu.

"Dua bulan waktu sangat mepet untuk membentuk tim tangguh bisa bersaing di Piala Asia 2026 nanti. Meski saya pesimistis, tapi pencinta Timnas Indonesia berdoa yang terbaik untuk Kurniawan Dwi dan dua pelatih Timnas Indonesia lainnya," tuturnya.

Berita Terkait