Bola.com, Sleman - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan komentar usai timnya memetik kemenangan atas PSBS Biak pada laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Apa katanya?
Jean-Paul van Gastel menyebut anak asuhnya tidak tampil optimal pada paruh pertama. Menurutnya, PSIM kesulitan mengontrol permainan saat menguasai bola sehingga laga berjalan terbuka.
"Saya pikir di babak pertama, saat menguasai bola, kami tidak bermain sebaik biasanya. Kami tidak mampu mengontrol pertandingan dan itu membuat situasi sedikit terbuka bagi lawan. Mereka berbahaya, terutama dalam situasi bola mati," ujar Van Gastel.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (27/2/2026) malam WIB itu, skuad berjulukan Laskar Mataram itu menang dengan skor 4-2 atas tuan rumah PSBS.
Keempat gol PSIM masing-masing dicetak melalui brace Franco Ramos pada menit ke-15, (64') dan Ze Valente di menit ke-69, (89'). Sementara PSBS cuma mampu membalas via Eduardo Barbosa (36') serta Ruyery Blanco (82').
Respons Positif di Babak Kedua
Saat jeda turun minum, pelatih asal Belanda tersebut mencoba mengingatkan anak asuhnya tentang identitas permainan yang sudah dibangun sepanjang musim ini. Pendekatan itu membuahkan hasil.
"Lalu di jeda laga, kami membicarakan tentang apa yang telah kami lakukan selama 22 pertandingan terakhir. Saya pikir di babak kedua, saat menguasai bola, kami bermain cukup baik," katanya.
"Masalahnya kami kebobolan gol terlalu mudah. Jika melihat tiga laga terakhir, kami mencetak dua gol melawan Kediri, tapi tertinggal 2-0. Kami mencetak tiga gol melawan Bali tapi tertinggal 3-0, dan sekarang kami mencetak empat gol."
"Namun, kami harus melakukan yang lebih baik agar bisa memenangkan pertandingan lebih mudah daripada sekarang. Kami menghabiskan terlalu banyak energi, energi yang tidak perlu untuk memenangkan pertandingan," imbuh Van Gastel.
Ze Valente: Kami Perlu Lebih Tenang
Hal senada disampaikan gelandang PSIM, Ze Valente. Pemain asal Portugal itu sepakat dengan evaluasi sang pelatih. Ia menilai timnya sempat kehilangan kendali permainan pada babak pertama.
"Saya setuju dengan pelatih. Pada babak pertama kami tidak memegang kendali dan jika kami tidak memegang kendali, kami berada dalam masalah," ucap Ze Valente.
"Kami perlu bermain dengan bola, lebih tenang, dan kami memberikan terlalu banyak kepercayaan diri kepada mereka sehingga membuat mereka percaya bahwa mereka bisa mencetak gol dan memenangkan pertandingan."
"Namun, saya pikir saat jeda pelatih memberikan kami pencerahan dan terkadang kami benar-benar membutuhkannya. Terkadang bagus untuk terbangun dan saya pikir di babak kedua kami lebih mengontrol permainan, menciptakan peluang dan menyelesaikan peluang yang kami buat. Kemenangan ini sangat penting bagi kami," lanjutnya.
Tambahan tiga angka membuat Laskar Mataram naik dua tingkat di klasemen sementara BRI Super League. PSIM kini bercokol di posisi keenam dengan torehan 36 poin dari 23 pertandingan yang dijalani.