Demi Juara Dunia, Timnas Inggris Bisa Tinggalkan Nama Besar di Rumah

Demi menjuarai Piala Dunia 2026, Inggris bisa mencoret nama besar dari skuad.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 12:30 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, meninggalkan lapangan setelah pertandingan kualifikasi Grup K Piala Dunia 2026 antara Albania dan Inggris, di Tirana, Albania, Minggu, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Vlasov Sulaj)

Bola.com, Jakarta - Legenda Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink, melempar peringatan terkait peluang Inggris di Piala Dunia 2026. Ia menilai The Three Lions mungkin harus berani mengorbankan satu nama besar jika benar-benar ingin mengangkat trofi.

Berbicara di "talkSPORT Breakfast" bersama Ally McCoist dan Ray Parlour, Hasselbaink membahas komposisi Timnas Inggris jelang turnamen yang tinggal sedikit lebih dari 100 hari lagi.

Advertisement

Spekulasi pun mengemuka soal siapa saja yang akan dipilih pelatih Thomas Tuchel dalam daftar 26 pemainnya.

Melimpahnya talenta kelas atas di lini serang membuat persaingan kian ketat. Situasi itu berarti Tuchel, yang pernah menangani Chelsea, harus mencoret pemain-pemain dengan nama besar.

Pada jeda internasional terakhir, sejumlah pemain dipanggil memperkuat timnas, di antaranya Jude Bellingham, Morgan Rogers, Alex Scott, Adam Wharton, Jarrod Bowen, serta Phil Foden.

Tuchel juga memberi kesempatan kepada pemain dari klub di luar 'big six' untuk unjuk kemampuan sebelum turnamen.


Skuad Melimpah

Jude Bellingham mengalami cedera dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Rayo Vallecano, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Menurut Hasselbaink, kualitas di skuad Inggris saat ini begitu melimpah sehingga tidak semua bisa dibawa.

"Anda mungkin harus meninggalkan nama besar di bangku cadangan atau tidak membawanya ke tim," ujar Hasselbaink.

"Saya tidak tahu siapa yang akan saya pilih saat ini. Rogers tampil sangat luar biasa."

"Dia memang sedikit tenang dalam beberapa pekan terakhir, tetapi dia tampil sangat luar biasa."

"Bellingham adalah Bellingham dan dia selalu muncul di laga-laga besar. Lalu ada Foden dan anak saya, Cole Palmer, yang wajib ada," lanjutnya.

Namun, sejumlah pemain menghadapi persoalan performa dan kebugaran. Rogers belum mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir setelah performa Aston Villa menurun dan kalah dari rival sesama Midlands, Wolverhampton Wanderers, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Bellingham bergulat dengan cedera musim ini. Ia sempat mengalami masalah bahu pada musim panas dan bulan lalu meninggalkan lapangan sambil menangis akibat cedera hamstring.

Ia diperkirakan baru kembali pada April, sehingga absen dalam jeda internasional terakhir Inggris sebelum Piala Dunia.

Cole Palmer juga tak lepas dari masalah kebugaran. Mantan pemain Manchester City itu baru tampil 19 kali dari total 42 pertandingan yang mungkin dijalani musim ini. Terakhir kali ia dipanggil timnas terjadi pada Juni.


Memburu Kesempatan Terakhir

Manchester United sempat dibuat frustrasi oleh Everton yang menerapkan skema bertahan rapat di 15 menit pertama. Tampak dalam foto, gelandang Everton asal Inggris, James Garner (kiri), melepaskan tembakan melewati gelandang Manchester United asal Portugal, Bruno Fernandes, selama pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Di luar nama-nama tersebut, sejumlah pemain Liga Inggris masih memburu kesempatan terakhir untuk mengamankan tiket ke turnamen.

Gelandang serbabisa Everton, James Garner, tercatat sebagai pemain outfield dengan tekel terbanyak kedua serta intersep dan recovery terbanyak ketiga di Premier League musim ini.

Jeda internasional Maret bisa menjadi peluang bagi Tuchel untuk melihat lebih dekat pemenang Euro U-21 tersebut, meski opsi di lini tengah sangat melimpah.

Selain itu, ada pula nama seperti Mateus Mane, Dominic Calvert-Lewin, dan Tyler Morton yang kini bermain di luar negeri bersama Olympique Lyonnais.

Inggris datang ke turnamen dengan modal pencapaian impresif dalam beberapa tahun terakhir. Mereka dua kali menembus final Piala Eropa, pada 2021 dan 2024, masing-masing kalah dari Italia dan Spanyol.

Di Piala Dunia, Inggris mencapai semifinal pada 2018 dan perempat final pada 2022.


Pendekatan Realistis

Phil Fode (kiri) dan Cole Palmer (tengah) dalam sebuah sesi latihan di Timnas Inggris menjelang laga Kualifikasi Euro 2024 kontra Malta dan Makedonia Utara bulan November 2023. (PAUL ELLIS / AFP)

Hasselbaink pun menekankan pentingnya pendekatan realistis jika Inggris ingin membawa pulang trofi Jules Rimet.

"Untuk mendapatkan keseimbangan dan etika tim yang tepat, mereka harus bermain dengan cara yang membawa Anda melewati garis akhir," ujarnya.

"Hal pertama yang akan Anda menangkan, sedikit seperti Arsenal, tidak akan terlihat indah."

"Itu tentang melewati garis akhir itu. Setelah mereka melakukannya, Anda akan melihat di turnamen-turnamen berikutnya bahwa Inggris akan membawa sedikit swagger," ulasnya.

"Tetapi, untuk sementara ini, Anda tidak akan melakukannya seperti Spanyol dan memenanginya dengan cara yang benar-benar indah. Anda harus melewati garis akhir itu," kata Hasselbaink.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait