Wayne Rooney Ungkap Klub yang Ingin Ia Bela tapi Tak Kesampaian, Jadi Penyesalan

Wayne Rooney menyebutkan satu klub yang dia sesali karena tidak bermain di sana sepanjang kariernya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 18:45 WIB
Wayne Rooney. (Bastien INZAURRALDE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Wayne Rooney mengungkap satu penyesalan dalam karier panjangnya sebagai pesepak bola profesional. Legenda Manchester United itu menyebut ada satu klub yang tak pernah ia bela, tetapi sangat ia harapkan bisa menjadi bagian dari perjalanan kariernya: Celtic.

Rooney memang dikenal sebagai satu di antara pemain terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Bersama MU, ia meraih berbagai gelar bergengsi dan tercatat sebagai satu dari hanya tiga pemain yang mampu mencetak lebih dari 200 gol untuk Setan Merah.

Advertisement

Namun, di balik kesuksesan itu, ada keinginan yang tak pernah terwujud.

Meski tumbuh sebagai pendukung Everton, Rooney sejak lama memiliki kedekatan emosional dengan Celtic. Ia bahkan beberapa kali hadir langsung menyaksikan laga panas Old Firm antara Celtic dan Rangers.

Dalam program "The Wayne Rooney Show" di BBC, ia mengakui secara terbuka penyesalan tersebut.

"Saya sudah lama dikenal sebagai penggemar Celtic, dan mungkin salah satu penyesalan saya adalah tidak pernah bermain untuk Celtic pada suatu waktu," ujar Rooney.


Tandang ke Rival Celtic

8. Wayne Rooney (2014-sekarang), bomber yang memecahkan rekor gol bersama Manchester United. Namun sayang saat didaulat menjadi kapten penampilannya justru menurun. (AFP/Oli Scarff)

Ia kemudian mengenang momen ketika MU bertandang ke markas Rangers di Liga Champions pada 2010. Saat itu, latar belakangnya sebagai fan Celtic membuat atmosfer pertandingan terasa makin panas.

"Saya penggemar besar Celtic. Saya pernah datang ke Ibrox untuk menonton Old Firm dan duduk di tribune pendukung Celtic, dan mereka (Rangers) tahu soal itu," kata Rooney.

"Jadi, ketika kami datang pada 2010, saya benar-benar dihujani tekanan. Itu tidak lama setelah saya sempat meminta pergi dari Manchester United, lalu kemudian menandatangani kontrak baru, jadi saya memang berada dalam tekanan untuk tampil bagus," imbuhnya.

Dalam laga tersebut, Rooney sukses mengeksekusi penalti dan merayakannya di tengah suasana yang sangat bermusuhan.

"Kami mendapat penalti dan saya mencetak gol. Saya berlari merayakannya, dan atmosfernya benar-benar penuh permusuhan," ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa reaksi keras berlanjut di media sosial.

"Saat itu saya juga cukup aktif menggunakan Twitter dan saya dihujani kritik di sana, jadi saya memang sudah menduganya," ucapnya.


Jatuh Hati pada Celtic Sejak Kecil

Gol terakhir Wayne Rooney dalam Derbi Manchester terjadi pada musim 2013/2014 tepatnya pada pekan ke-5 Liga Inggris, 22 September 2013. Saat itu MU yang bertandang ke markas Manchester City harus menyerah 1-4, dan Wayne Rooney mencetak satu-satunya gol bagi Setan Merah pada menit ke-87 saat MU telah ketinggalan empat gol. (AFP/Oli Scarff)

Dalam wawancara sebelumnya, Rooney mengungkap alasan di balik kecintaannya pada Celtic. Ia menyebut sejumlah nama besar sebagai faktor utama, termasuk legenda Swedia, Henrik Larsson, serta penyerang lain seperti John Hartson dan Chris Sutton.

"Sejak kecil saya memang selalu menyukai Celtic. Saya memang selalu menyukai Celtic. Ayah saya, keluarga saya, semuanya," kata Rooney.

"Ketika saya tumbuh besar, tentu ada Henrik Larsson dan Chris Sutton di lini depan, juga John Hartson saat masih di sana."

"Beberapa pemain yang pernah dimiliki Celtic dan momen-momen yang mereka berikan kepada kami, sungguh luar biasa. Pada masa terbaik dalam karier saya, saya selalu berpikir akan sangat menyenangkan jika bisa bermain untuk Celtic di akhir karier saya, dan itu ternyata tidak terjadi," tambah Rooney.

Setelah meninggalkan MU, Rooney sempat kembali ke Everton pada 2017. Ia kemudian melanjutkan karier ke Amerika Serikat bersama DC United sebelum pulang ke Inggris untuk membela Derby County.

Rooney pensiun pada 2021 dan melanjutkan karier sebagai pelatih, setelah sempat merangkap sebagai pemain sekaligus pelatih di Derby.

Jabatan terakhirnya di dunia kepelatihan adalah menangani Plymouth Argyle, sebelum dipecat pada Desember 2024.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait