Bola.com, Jakarta - Semen Padang bertekad meraih kemenangan saat menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS), Kota Padang, Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WIB.
Saat ini, Tim Kabau Sirah masih terpuruk di dasar klasemen sementara liga atau posisi ke-18 dengan koleksi 16 poin. Sementara itu, PSIM nyaman di posisi kedelapan dengan angka 36. Kemenangan sangat penting bagi Semen Padang demi menjaga asa keluar dari zona degradasi.
Pelatih Tim Kabau Sirah, Dejan Antonic, memastikan kondisi mayoritas pemainnya dalam keadaan siap tempur. Namun, ia harus kehilangan gelandang Boubakary Diarra yang mendapat skorsing.
"Kondisi pemain semua oke, cuma Diarra enggak bisa main karena mendapat kartu merah di game terakhir. Kami sudah latihan cukup positif, semoga besok kami bisa menang," ujar Dejan saat sesi konferensi pers jelang laga, Selasa (3/3/2026).
"Kalau kondisi Alhassan Wakaso, no problem. Dia sudah sembuh, sudah ikut treatment dokter dan ikut latihan sama tim. Kita enggak terlalu banyak paksa karena kita enggak mau ambil risiko, tetapi kondisi dia sudah oke," lanjutnya.
Waspadai PSIM Meski Tanpa Ze Valente
Pada pertemuan sebelumnya di Yogyakarta, Semen Padang harus menyerah 0-1 lewat gol penalti. Dejan menilai PSIM sebagai tim berkualitas, terutama dengan peran playmaker Ze Valente yang selama ini menjadi motor serangan.
"Kita sudah main lawan dia kemarin di Jogja dan kita kalah 1-0 lewat penalti. Mereka tim berkualitas dan tim yang punya satu pemain playmaker Ze Valente yang semua mulai dari dia itu. Saya pikir dia otak dari tim," katanya.
Namun, pada laga ini Ze Valente absen karena terkena akumulasi kartu kuning. Kondisi itu tidak membuat Dejan merasa di atas angin. Menurutnya, banyak tim mampu melakukan rotasi dan tetap tampil kompetitif walau kehilangan pemain kunci.
"Kadang-kadang sekarang banyak tim bukan cuma PSIM, ada situasi pemain bisa main, ada tidak bisa. Paling penting bagaimana timnya bisa rotasi," ucap pelatih asal Serbia itu.
"Kalau strategi kita ada satu strategi, kita mau menang. Yang penting menang, karena kalau kita menang kita bisa hampir keluar dari zona merah," sambung Dejan Antonic.
Momen Spesial Kasim Botan
Pertandingan melawan PSIM terasa spesial bagi winger Semen Padang, Kasim Botan. Pada musim ini ia sempat memperkuat tim kebanggaan warga Jogja tersebut selama kurang lebih enam bulan.
"Untuk pertandingan besok kami semua pemain sudah siap bertanding. Kami sudah diberikan taktik oleh pelatih dan besok kami akan kerja keras untuk mendapatkan tiga poin," tuturnya.
"Tentunya melawan PSIM ini motivasi buat saya untuk membuktikan kalau saya bisa bermain lebih baik. Sebagai pemain bola ini adalah motivasi besar buat saya," imbuh pemain berusia 28 tahun itu.