Boikot Piala Dunia 2026? Iran Hadapi Ancaman Denda dan Kehilangan Hadiah Besar dari FIFA

Iran bakal kehilangan hadiah uang dan menghadapi sanksi denda jika mereka memboikot Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Maret 2026, 15:30 WIB
Asisten pengundian, Tom Brady, Asisten pengundian, Shaquille O’Neal, Konduktor Samantha Johnson, Legenda FIFA, Rio Ferdinand, Asisten pengundian, Aaron Judge, dan Asisten pengundian, Wayne Gretzky berdiri di atas panggung saat Iran ditampilkan di layar selama Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran terancam kehilangan hadiah uang dalam jumlah besar apabila memutuskan memboikot Piala Dunia 2026.

Situasi memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan apa yang disebut sebagai "operasi tempur besar" terhadap Iran pada Sabtu dini hari, menyusul mandeknya perundingan terkait program nuklir negara Teluk tersebut.

Advertisement

Pada Sabtu malam, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menghantam kantornya di Teheran.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan barat Timur Tengah. Banyak serangan dilaporkan berhasil dicegat, tetapi dampaknya tetap signifikan.

Sejumlah wilayah udara di kawasan tersebut ditutup, menyebabkan banyak warga terlantar.

Hingga laporan ini ditulis, lebih dari 700 warga sipil dikonfirmasi tewas akibat rentetan serangan yang terus berlanjut di Teheran dan sejumlah wilayah lain di Iran.

Di tengah situasi tersebut, Iran dijadwalkan tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, serta turut diselenggarakan bersama Kanada dan Meksiko, dalam waktu sekitar tiga bulan mendatang.

Tim asuhan Amir Ghalenoei tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.


Ancaman Kehilangan Tiket dan Sanksi FIFA

Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Jika Iran memutuskan mundur, atau dinyatakan tidak dapat berpartisipasi, regulasi FIFA menyebut bahwa tempat mereka akan digantikan oleh "alternatif yang ditunjuk, biasanya runner-up langsung dari play-off kualifikasi terkait atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi tersebut".

Dalam skenario itu, Uni Emirat Arab (UEA) atau Irak berpeluang menggantikan posisi Iran.

Irak sebelumnya mengalahkan UEA untuk mencapai babak play-off antarkonfederasi. Namun, Irak masih harus menjalani laga play-off antarkonfederasi di Meksiko pada 31 Maret, yang berpotensi menimbulkan persoalan tersendiri bagi FIFA terkait tenggat waktu keputusan.

Regulasi FIFA mengenai pengunduran diri peserta menyatakan bahwa badan sepak bola dunia tersebut akan memutuskan perkara tersebut atas kebijaksanaannya sendiri dan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu.


Potensi Kerugian Lebih dari 10 Juta Dolar

Timnas sepak bola Iran berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Menurut laporan Associated Press, jika Iran menarik diri dari turnamen, mereka setidaknya harus merelakan hadiah sebesar 10,5 juta dolar AS (sekitar Rp177,4 miliar).

Jumlah itu terdiri dari 9 juta dolar AS yang diberikan kepada tim yang tersingkir di fase grup, serta 1,5 juta dolar AS untuk menutup biaya persiapan.

Selain itu, denda tambahan sebesar 321 ribu dolar AS dapat dikenakan apabila Iran mundur kurang dari 30 hari sebelum turnamen dimulai.

Angka tersebut meningkat menjadi 642 ribu dolar AS jika keputusan mundur diambil lebih dari 30 hari sebelum kick-off.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait