Vonis Pengadilan Yunani Bisa Gagalkan Harry Maguire Tampil di Piala Dunia 2026

Keputusan pengadilan Yunani terhadap Harry Maguire dapat memengaruhi harapannya untuk mendapatkan visa untuk Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Maret 2026, 03:15 WIB
Pemain Inggris, Harry Maguire, berusaha menghalau bola saat melawan Makedonia Utara dalam duel matchday 10 Kualifikasi Euro 2024 Grup C di National Arena Todor Proeski, Makedonia Utara, Selasa (21/11/2023). The Three Lions bermain imbang 1-1. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Bola.com, Jakarta - Bek Manchester United, Harry Maguire, berpotensi menghadapi masalah besar terkait peluangnya tampil bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Putusan pengadilan di Yunani yang kembali menegaskan vonis terhadap dirinya bisa memengaruhi proses pengurusan visa menuju turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Advertisement

Pemain berusia 32 tahun itu sebelumnya terjerat kasus setelah insiden di Pulau Mykonos pada 2020. Lebih dari lima tahun berselang, pengadilan Yunani tetap mempertahankan vonis bersalah terhadap Maguire atas tuduhan penyerangan dan upaya penyuapan.

Dalam putusan tersebut, Maguire dijatuhi hukuman penjara selama 15 bulan dan 20 hari serta denda sebesar 1.500 euro.

Ia didakwa melakukan penyerangan ringan, melawan petugas saat penangkapan, dan mencoba menyuap aparat setelah terlibat keributan di luar sebuah bar di pulau wisata tersebut.

Meski begitu, Maguire tidak diwajibkan hadir langsung dalam persidangan di Yunani. Ia juga membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Tim hukumnya berencana mengajukan banding untuk membatalkan putusan tersebut.

Namun, jika upaya hukum itu gagal, proses pengurusan visa menuju Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi rumit.


Aturan Resmi Pengajuan Visa

Bek Timnas Inggris, Harry Maguire, menyundul bola saat melawan Italia pada laga final Euro 2020 di Stadion Wembley, London hari Senin (12/07/2021). (Foto: AP/(Frank Augstein,Pool)

Di situs resmi Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Britania Raya disebutkan bahwa siapa pun yang pernah ditangkap, diperingatkan, atau dihukum atas suatu pelanggaran di mana pun di dunia, wajib mengungkapkannya saat mengajukan visa.

"Aturan tersebut menyebutkan: 'Jika Anda pernah ditangkap, diperingatkan dan/atau dihukum atas suatu pelanggaran di mana pun di dunia, Anda diwajibkan menyatakannya saat mengajukan permohonan visa'."

"Aturan itu juga menyatakan: 'Dalam kasus di mana penangkapan berujung pada hukuman, Anda mungkin secara permanen tidak memenuhi syarat untuk menerima visa dan harus mendapatkan pengecualian khusus untuk bisa melakukan perjalanan ke Amerika Serikat'."

"Aturan itu juga menegaskan: 'Undang-Undang Rehabilitation of Offenders tidak berlaku dalam hukum visa Amerika Serikat. Oleh karena itu, meskipun penangkapan atau hukuman Anda dianggap telah selesai secara hukum di negara asal, Anda tetap wajib menyatakannya serta menyertakan sertifikat kepolisian ACRO saat mengajukan visa'."


Diliputi Ketidakpastian

Pemain Timnas Inggris, Harry Maguire (kanan), menjaga pergerakan pemain Timnas Italia, Domenico Berardi dalam laga lanjutan Kualifikasi Euro 2024 yang digelar di Wembley, London pada Rabu (18/10/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Situasi ini membuat masa depan Maguire di Piala Dunia 2026 menjadi tidak pasti. Padahal, pada awal tahun ini, hanya sedikit yang memprediksi ia akan kembali masuk perhitungan skuad Inggris.

Namun, performanya yang stabil bersama MU di bawah pelatih sementara Michael Carrick membuat namanya kembali dipertimbangkan.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, bahkan menyebut Maguire termasuk pemain yang sedang ia pantau menjelang turnamen.

Selain Maguire, dua pemain Setan Merah lainnya juga masuk radar Tuchel, yakni Kobbie Mainoo dan Luke Shaw.

"Sangat bagus melihat Mainoo kembali ke lapangan. Dia adalah talenta yang luar biasa. Dia sudah pernah memainkan satu turnamen penuh bersama Inggris, jadi dia kembali masuk dalam pertimbangan, begitu juga Luke Shaw dan Harry," kata Tuchel, Februari lalu.

"Ada beberapa pemain yang tiba-tiba kembali masuk radar. Mereka sekarang bermain dengan empat bek dan gaya permainan yang berbeda, yang sedikit lebih mudah diterjemahkan ke dalam struktur tim kami saat ini. Ini menjadi persaingan yang bagus," imbuh pelatih asal Jerman itu.

Sepanjang karier internasionalnya, Maguire telah mengoleksi 64 caps bersama Inggris. Ia juga menjadi bagian penting dari tim yang mencapai semifinal Piala Dunia 2018, final Euro 2020, serta perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar.

 

Sumber: Express

Berita Terkait