Tottenham Dipukul Crystal Palace, Igor Tudor Enggan Bicarakan Ancaman Degradasi

Igor Tudor tolak membahas tekanan degradasi usai Tottenham Hotspur dipermalukan Crystal Palace.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Maret 2026, 07:40 WIB
Tottenham Hotspur kembali mendapatkan hasil buruk saat menjamu Crystal Palace dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Kamis (05/03/2026) waktu setempat. (AFP/Benstansall)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan telak yang dialami Tottenham Hotspur di kandang sendiri memicu momen panas dalam sesi wawancara pelatih sementara mereka, Igor Tudor.

Sang pelatih bahkan menolak menjawab pertanyaan terkait ancaman degradasi yang kini mulai menghantui klub London tersebut.

Advertisement

Tottenham dipermalukan Crystal Palace dengan skor 1-3 di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (6-3-2026) dini hari WIB.

Hasil itu membuat Spurs kini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi, dengan sembilan pertandingan tersisa di musim ini. Kekhawatiran akan degradasi pertama sejak 1977 pun mulai mencuat di kalangan pendukung.

Situasi pertandingan berubah drastis setelah bek Tottenham, Micky van de Ven, diganjar kartu merah pada babak pertama. Sebelumnya, tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol Dominic Solanke.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Van de Ven menjatuhkan Ismaila Sarr di kotak penalti, yang berujung pada hadiah penalti untuk Palace. Sarr kemudian maju sebagai eksekutor dan sukses menyamakan kedudukan.


Suporter Tinggalkan Stadion

Namun, keunggulan tersebut tak berlangsung lama setelah Micky van de Ven melakukan pelanggaran terhadap Ismaila Sarr di dalam kotak penalti. Skor berubah menjadi 1-1 usai Sarr menjebol gawang Tottenham Hotspur dari titik putih. (AP Photo/John Walton)

Menjelang turun minum, tim tamu berbalik unggul melalui gol Jørgen Strand Larsen. Bahkan sebelum wasit meniup peluit akhir babak pertama, Sarr mencetak gol keduanya untuk membuat Palace memimpin 3-1 dan memperparah tekanan bagi Spurs.

Skor tersebut bertahan hingga laga usai. Tottenham yang bermain dengan 10 orang gagal menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada babak kedua.

Kekecewaan suporter terlihat jelas. Sejumlah pendukung Spurs bahkan meninggalkan stadion saat jeda babak pertama setelah tim mereka tertinggal.

Tekanan terhadap Tudor pun langsung meningkat, bahkan ada sebagian fans yang mulai menyerukan pemecatan sang pelatih, meski ia baru 19 hari menangani tim.


Respons Tajam Tudor

Skor 3-1 tak berubah hingga berakhirnya pertandingan. Hasil ini menambah catatan buruk Tottenham Hotspur dengan tak pernah sekalipun meraih kemenangan dalam 11 laga terakhir (tujuh kali kalah dan empat kali imbang) di Liga Inggris. (AP Photo/John Walton)

Dalam wawancara dengan TNT Sports seusai pertandingan, Tudor menunjukkan respons tajam ketika ditanya soal tekanan akibat ancaman degradasi.

"Kita harus berhenti membicarakan soal tekanan. Itu bukan topik yang perlu dibahas. Saya tidak akan berbicara lagi tentang tekanan," katanya.

Kendati timnya baru saja menelan kekalahan menyakitkan, mantan pelatih Juventus itu justru mengaku melihat sisi positif dari penampilan anak asuhnya.

"Setelah pertandingan ini saya justru lebih percaya pada mereka daripada sebelumnya. Mungkin terdengar aneh, tapi memang begitu," ujarnya.

"Saya melihat sesuatu dalam tim ini. Bahkan sekarang di ruang ganti setelah pertandingan pun saya melihatnya."

Ia menambahkan bahwa tim masih memiliki energi dan semangat untuk bangkit.

"Ketika tim sudah lengkap dan saya memilih pemain yang tepat, saya percaya semuanya akan baik-baik saja. Saya melihat sesuatu, energi yang bagus, keinginan untuk berbuat, dan gairah."

"Saya juga melihat semangat bertarung itu ada. Sayangnya kartu merah mengubah jalannya pertandingan, tetapi masih ada sembilan laga tersisa. Kita harus berhenti membicarakan tekanan, itu bukan topik yang perlu dibahas," lanjutnya.


Gelar Pembicaraan Serius

Pelanggaran tersebut membuat Van de Ven diganjar kartu merah langsung oleh wasit dan membuat Tottenham Hotspur bermain dengan 10 pemain. (AFP/Benstansall)

Sementara itu, pencetak gol Tottenham, Dominic Solanke, mengungkapkan bahwa para pemain langsung menggelar pembicaraan serius di ruang ganti setelah pertandingan.

"Kami baru saja melakukan pembicaraan besar. Kami tahu posisi kami saat ini jelas bukan tempat yang kami inginkan, jadi kami harus mencari cara untuk keluar dari situasi ini secepat mungkin," ungkapnya.

"Kami tahu ada banyak kesulitan, tetapi sekarang kami sudah tidak berada dalam posisi untuk membuat alasan lagi. Kami harus menyelesaikan pekerjaan di lapangan," tambahnya.

Menurut Solanke, tekad untuk bangkit harus benar-benar dibuktikan melalui performa di pertandingan.

"Mudah mengatakan kami ingin menjadi lebih baik, tetapi kami ingin menjadi lebih baik di lapangan. Kami harus berjuang dan menyadari posisi kami saat ini."

"Kami tahu klub ini tidak terbiasa berada di situasi seperti ini. Jadi, kami harus memahaminya, dan sadar bahwa ini tidak akan mudah. Kami harus bertarung di setiap pertandingan, setiap menit, untuk memastikan kami bisa membaik," ujar striker berusia 28 tahun itu.

 

Sumber: Express

Berita Terkait