Safee Sali Merespons Putusan CAS atas Kasus 7 Pemain Bodong Timnas Malaysia: Sudahlah, Jadikan Pembelajaran!

Safee Sali meminta kasus naturalisasi pemain Malaysia jadi pelajaran berharga bagi FAM dan sepak bola Negeri Jiran.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 07 Maret 2026, 15:30 WIB
Safee Sali bicara soal pemanggilan dirinya ke timnas Malaysia lagi dan rencana pensiunnya. (AFP/Mohd. Rasfan)

Bola.com, Jakarta - Pemain legendaris Malaysia, Safee Sali, kembali angkat bicara mengenai babak baru atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.

Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS baru saja mengeluarkan putusan dalam kasus kelayakan yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.

Advertisement

Tujuh pemain yang tersandung kasus ini adalah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Dalam putusan terbarunya, CAS mengabulkan sebagian permohonan para pemain, yakni mengubah ruang lingkup hukuman yang dijatuhkan FIFA sebelumnya.

Panel arbitrase CAS menetapkan larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku. Akan tetapi, sanksi itu hanya berlaku untuk pertandingan resmi. Artinya, mereka masih tetap diperbolehkan beraktivitas di sepak bola, seperti latihan.

Lantas apa komentar yang dilontarkan Safee Sali?


Hormati Putusan

Pemain Malaysia, Rodrigo Holgado berusaha mencetak gol ke gawang Vietnam dalam laga Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/06/2025). (AFP/Mohd Rasfan)

Safee Sali meminta putusan yang telah dibuat oleh CAS wajib dihormati, dan menjadikan kasus ini pembelajaran agar Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berbenah.

Safee Sali percaya bahwa sepak bola Malaysia harus terlebih dahulu mengakui kesalahan atas insiden yang menggegerkan ini dan memperlakukan kejadian tersebut sebagai pelajaran penting untuk masa depan.

Ia mendesak komunitas sepak bola lokal untuk melihat situasi ini sebagai peluang untuk memperbaiki sistem dan memperkuat fondasi sepak bola Malaysia.

"Ini adalah badan arbitrase tertinggi dalam olahraga dan kita harus menerima putusan mereka. Kita harus mengambil ini sebagai pelajaran dan memastikan kita tidak berada dalam posisi ini lagi," kata Safee Sali.

"Kita tidak dapat menghentikan inklusi pemain naturalisasi dan pemain keturunan lokal. Proses itu dapat berlanjut, tetapi fokus utama kita harus tetap pada produk lokal kita," lanjut ucap striker Timnas Malaysia periode 2006-2017 tersebut.


Beruntung Hukuman Masih Ringan

Bek Racing, Facundo Mura dan penyerang Velez Sarsfield, Imanol Machuca berebut bola dalam pertandingan leg pertama perempat final Copa Libertadores antara Velez Sarsfield dan Racing di Stadion Jose Amalfitani, Buenos Aires, pada 16 September 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

CAS mengabulkan sebagian banding dari tujuh pemain yang dikenai sanksi karena memalsukan dokumen dalam kasus kelayakan yang melibatkan FAM, yakni dengan memutuskan skorsing hanya berlaku untuk pertandingan resmi.

Ketujuh pemain naturalisasi tersebut masih diizinkan untuk melanjutkan latihan dan berpartisipasi dalam kegiatan terkait sepak bola lainnya dengan klub masing-masing. Sementara FAM masih harus membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss (Rp7,8 miliar) atas kasus ini.

Selain sanksi kepada pemain yang bersangkutan, kiprah Timnas Malaysia menuju Piala Asia 2027 juga bisa terancam gagal karena diskualifikasi.

Meski begitu, Safee Sali mengaku sepak bola Malaysia masih beruntung tidak mendapat sanksi yang lebih berat.

"Sangat disayangkan bahwa kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Asia dan juga tujuh pemain diskors, tetapi industri ini masih dapat tumbuh dan berkembang," kata pemilik 23 gol untuk Timnas Malaysia itu.

"Liga kita tidak diskors. Untuk saat ini, pembatasan hanya memengaruhi Piala Asia dan ketujuh pemain tersebut. Jadi. kita tidak boleh membiarkan semangat kita goyah," imbuh pemilik 73 caps di tim Harimau Malaya tersebut.

 

Sumber: The Star

Berita Terkait