Bola.com, Jakarta - Ketidakhadiran Erling Haaland ternyata tidak menjadi masalah bagi Manchester City. Tim asuhan Pep Guardiola tetap meraih kemenangan 3-1 atas Newcastle United pada putaran kelima Piala FA 2025/2026, Minggu (8/3/2026) dini hari WIB.
Pep Guardiola melakukan rotasi besar-besaran, bahkan meninggalkan Haaland, Namun, Man City tetap tampil efektif. Sempat tertinggal lebih dulu, The Citizens bangkit lewat dua gol dari Omar Marmoush dan satu gol dari Savinho.
Man City sempat kesulitan menghadapi intensitas Newcastle pada 30 menit pertama. Namun, gol penyeimbang Savinho menjelang turun minum mengubah jalannya pertandingan dan memberi momentum bagi tim tamu.
Kemenangan ini membuat Man City kini memenangkan 19 dari 21 pertandingan terakhir mereka di Piala FA. Dua kekalahan dalam periode tersebut hanya terjadi pada final 2024 dan 2025.
Dengan performa seperti ini, peluang mereka kembali mencapai Wembley untuk musim ketiga berturut-turut tetap terbuka.
"Selain 15 atau 20 menit pertama yang memang selalu terjadi [saat melawan Newcastle] dan tidak bisa kami kontrol, setelah itu kami tampil luar biasa," ujar Guardiola.
"Saya sangat senang dengan cara kami bermain, cara kami bersikap, baik secara ofensif maupun defensif. Itu luar biasa. Delapan kali berturut-turut mencapai perempat final."
"Sudah bertahun-tahun kami berada di sana dan itu sangat bagus. Saya senang karena setelah pertandingan melawan Nottingham Forest kami merasa kecewa. Sekarang kami akan berada di undian Piala FA pada hari Senin," lanjutnya.
Rotasi Besar Guardiola Berbuah Manis
Dalam laga ini Pep Guardiola melakukan 10 perubahan dari tim yang bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest di liga beberapa hari sebelumnya. Hanya Matheus Nunes yang mempertahankan tempatnya di susunan pemain utama.
Meski melakukan banyak rotasi, Pep Guardiola tetap menunjukkan betapa seriusnya ia menanggapi kompetisi FA Cup. Ia bahkan terlihat sangat emosional saat memprotes keputusan wasit, Sam Barrott, pada babak kedua hingga hampir merobek mantelnya sendiri.
Ketika Marmoush mencetak gol ketiga lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, Pep Guardiola merayakannya dengan sangat heboh hingga merasa perlu meminta maaf kepada ofisial keempat, Lewis Smith.
Sementara itu, penjaga gawang Gianluigi Donnarumma yang duduk di bangku cadangan sebagai pelapis James Trafford bahkan berlari sepanjang garis tepi lapangan untuk memberi selamat kepada Marmoush.
Marmoush, Momok bagi Newcastle
Omar Marmoush tampaknya sangat menikmati setiap pertemuannya dengan Newcastle. Dua golnya pada pertandingan ini menjadi gol keenam dan ketujuhnya melawan tim asuhan Eddie Howe.
Gol pertamanya di sepak bola Inggris juga tercipta saat ia mencetak hattrick melawan Newcastle setahun lalu, tidak lama setelah bergabung dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer sekitar 60 juta pound pada Januari 2025.
Ia mencetak dua gol ke gawang Newcastle pada leg kedua semifinal Carabao Cup pada Februari lalu. Dua gol terbarunya, satu penyelesaian sederhana dan satu tembakan roket dari jarak 20 yard, kembali menyingkirkan Newcastle dari kompetisi piala.
Setengah dari total 14 gol Marmoush untuk Man City tercipta saat melawan Newcastle. Rata-rata ia mencetak satu gol setiap 43 menit melawan klub tersebut.
"Saya punya perasaan bahwa dia sudah mencetak banyak gol melawan mereka. Dia adalah striker top dan penyelesaiannya, terutama gol keduanya yang menjadi gol ketiga kami, adalah kualitas terbesarnya," ujar Guardiola.
"Dia masih harus meningkatkan permainan di ruang sempit dan kontrol pertamanya, tetapi dia pantas mendapatkannya," lanjutnya.
Man City Menatap Laga Besar di Madrid
Pep Guardiola mengakui melakukan rotasi besar merupakan sebuah risiko. Namun ia merasa keputusan tersebut penting agar seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.
"Ini adalah risiko jika kami tidak menang. Saya tahu apa yang akan terjadi [reaksinya] seperti saat melawan Leverkusen. Dari pengalaman saya, ketika kami bermain di semua kompetisi, kami harus melakukan itu," ujar Guardiola.
"Jika kami kalah, kami kalah, pulang, dan Newcastle yang melaju ke babak berikutnya. Namun, semua pemain harus bermain. Terkadang Anda tidak memberi mereka banyak menit bermain dan perasaan itu selalu ada. Itulah mengapa menyenangkan berada di berbagai kompetisi karena mereka bisa terlibat," lanjutnya.
Dengan sejumlah pemain seperti Nico González, Jeremy Doku, John Stones, dan Nathan Ake yang sudah kembali dari cedera, City kini memiliki skuad yang makin kuat.
Beberapa pemain inti seperti Haaland, Ruben Dias, Bernardo Silva, dan Rodri juga diistirahatkan dan diperkirakan akan kembali saat City menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada laga penting tengah pekan.
Sepanjang musim ini Guardiola memang berharap timnya tetap “hidup” di empat kompetisi hingga bulan Maret dengan skuad yang fit dan siap bersaing. Menjelang fase akhir musim, keinginannya itu tampaknya mulai terwujud.
Sumber: ESPN