Arne Slot: Pengalaman di Istanbul Bisa Bantu Liverpool Hadapi Atmosfer Galatasaray

Manajer Liverpool, Arne Slot, yakin timnya kini lebih siap menghadapi atmosfer panas di kandang Galatasaray.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Maret 2026, 11:15 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot, menunggu dimulainya pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Nottingham Forest di Liverpool, Inggris, Sabtu, 22 November 2025. (Foto AP/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Manajer Liverpool, Arne Slot, yakin timnya kini lebih siap menghadapi atmosfer panas di kandang Galatasaray menjelang pertemuan mereka di babak 16 besar  Liga Champions 2025/2025, Rabu (11/3/2026).

Liverpool akan bertandang ke stadion Galatasaray pada leg pertama fase gugur. Slot menilai pengalaman sebelumnya bermain di Istanbul akan membantu timnya mengatasi tekanan luar biasa dari suporter tuan rumah.

Advertisement

Pada pertemuan sebelumnya di fase grup musim ini, Liverpool harus mengakui keunggulan Galatasaray dengan skor 0-1 di stadion Rams Park. Atmosfer pertandingan saat itu sangat bising dan memberikan pengalaman baru bagi banyak pemain The Reds.

Galatasaray memang dikenal memiliki salah satu basis suporter paling fanatik di Eropa. Klub Turki tersebut bahkan pernah menyambut kedatangan Manchester United dengan spanduk terkenal bertuliskan “Welcome to Hell” di bandara sebelum laga European Cup tahun 1993.

Slot mengakui suasana tersebut sangat berpengaruh bagi tim tamu, terutama ketika Liverpool sedang menguasai bola.

“Para suporter di sini sangat mengesankan. Kami menyadarinya saat bermain di sini sebelumnya,” kata Slot kepada wartawan.


Sudah Pengalaman

Penyerang Galatasaray Victor Osimhen menjebol gawang Liverpool melalui titik penalti di Ali Sami Yen Stadium di matchday 2 league phase Liga Champions 2025/2026, Rabu (01/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Seco)

Ia menilai pengalaman tersebut bisa menjadi keuntungan bagi timnya karena para pemain kini sudah mengetahui seperti apa tekanan yang akan mereka hadapi.

“Hal baiknya adalah kami sudah pernah mengalaminya sekali sekarang. Itu hal yang positif, meskipun para pemain Galatasaray mengalaminya setiap laga kandang,” ujarnya.

Pelatih asal Belanda itu juga mengungkapkan betapa kerasnya tekanan dari tribun penonton ketika tim tamu menguasai bola.

“Bagi kami itu sesuatu yang baru. Saat Anda menguasai bola, siulan dari tribun begitu keras, sangat keras! Itu hal baru bagi saya dan bahkan bagi semua pemain saya yang sudah berpengalaman,” tambahnya.

Meski demikian, Slot menegaskan bahwa Liverpool tidak hanya menghadapi tekanan dari suporter, tetapi juga kualitas tim tuan rumah di atas lapangan.

“Hal baiknya kami sudah pernah mengalaminya, tetapi kami tidak hanya bermain melawan para suporter, kami juga menghadapi 11 pemain yang sangat bagus dengan pelatih yang sangat baik,” jelasnya.

Duel Galatasaray vs Liverpool di Ali Sami Yen Stadium di matchday 2 league phase Liga Champions 2025/2026, Rabu (01/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Seco)

Galatasaray berhasil mencapai babak 16 besar setelah tampil impresif di babak play-off dengan menyingkirkan Juventus FC. Klub Turki tersebut juga dikenal memiliki salah satu atmosfer kandang paling menakutkan di Eropa.

Salah satu momen terkenal terjadi pada 1993 ketika mereka menyambut kedatangan Manchester United dengan spanduk bertuliskan “Welcome to Hell” sebelum laga European Cup.

Pertandingan ini juga akan menjadi laga ke-100 Slot sebagai pelatih Liverpool. Ia mengaku bangga bisa mencapai tonggak tersebut sejak dipercaya memimpin klub raksasa Inggris tersebut.

“Itu membuat saya sangat bangga karena saya menjadi manajer Liverpool dan ini akan menjadi pertandingan ke-100 saya,” kata Slot.

Pemain Galatasaray Davinson Sanchez terjatuh saat berebut bola dengan pemain Liverpool Hugo Ekitike dalam pertandingan fase liga Liga Champions di Stadion Ali Sami Yen, Istanbul, Turki, Rabu, 1 Oktober 2025. (AP Photo/Francisco Seco)

 

Dalam lawatan ke Turki kali ini, Liverpool tidak membawa beberapa pemain penting. Kiper utama Alisson Becker masih mengalami cedera, sementara penyerang Federico Chiesa absen karena sakit.

Pemenang dari duel antara Liverpool dan Galatasaray nantinya akan menghadapi salah satu dari Chelsea atau juara bertahan Paris Saint-Germain di babak berikutnya.        

Berita Terkait