Bola.com, Johor Bahru - Kegaduhan internal terjadi di tengah kasus tujuh pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia. Pemilik Johor Darul Ta'zim (JDT), Tunku Ismail Idris atau TMJ, membuka borok pengurus Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Banding FAM terhadap tujuh pemain naturalisasi itu baru saja ditolak Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS yang tetap mempertahankan larangan bermain selama setahun akibat pemalsuan dan manipulasi dokumen.
Ketujuhnya, yang terdiri dari Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, terbukti tidak punya darah Malaysia, maksimal dari kakek dan neneknya.
"Beberapa orang di FAM memang tidak puas hati dengan saya sejak dahulu karena mereka tidak bisa mencari uang," ujar TMJ dalam akun Xnya, @HRHJohorII, Selasa (10-3-2026).
Ungkapan TMJ
Pria yang juga Putra Mahkota dan Bupati Johor itu mengklaim bahwa pengurus FAM meminta bantuan proyek dan perlindungan kepadanya supaya tidak diselidiki oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) atau lembaga antikorupsi nasional Malaysia.
"Ada beberapa yang datang meminta saya membantu mendapatkan proyek, ada juga yang meminta bantuan agar tidak diselidiki oleh SPRM, dan macam-macam lagi," jelas TMJ.
"Namun, banyak yang kecewa ketika pemerintah membantu memberikan dana kepada tim nasional. Banyak yang tidak puas karena ada yang tidak terlibat," tuturnya.
Tuduhan TMJ
TMJ menuduh beberapa pengurus FAM bertemu dengan suporter Malaysia, Ultras Malaya, media, dan pegiat media sosial untuk melakukan kampanye sabotase terkait kasus tujuh pemain naturalisasi Negeri Jiran.
"Kasus FIFA ini adalah kasus pemalsuan. Bukan soal kelayakan kewarganegaraan, tetapi pemalsuan dan pengajuan dokumen," kata TMJ.
Tokoh yang juga putra Raja Malaysia itu mempertanyakan FAM karena tidak mengajukan dokumen kepada Jabatan Pendaftaran Negara (JPN), lembaga yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia.
"Siapa yang membuat pengajuan yang salah? Agen dan siapa di dalam FAM? Mengapa tidak mengajukan dokumen yang sah dari JPN? Karena ingin melindungi orang dalam, pemain justru disalahkan," buka TMJ.
Singgung FIFA
TMJ juga menyinggung FIFA yang disebutnya tidak dapat menjawab ketika ditanya keterlibatan tujuh pemain naturalisasi Malaysia atas pemalsuan dan manipulasi dokumen dalam sidang CAS.
"Saat berargumen dalam sidang CAS, pihak FIFA pun tidak bisa menjawab ketika ditanya di mana bukti bahwa para pemain terlibat atau bersekongkol," tutur TMJ.
"Dan mengapa kasus ini diperlakukan berbeda dibandingkan kasus CAS sebelumnya, ketika pemain wanita mengaku bersalah melakukan pemalsuan dan hanya dihukum 10 pertandingan untuk tim nasional, tetapi masih boleh bermain bersama klub?"
"Orang dalam seharusnya bertanggung jawab. Bukan malah lepas tangan dan menggunakan suporter serta media untuk menjadikan saya kambing hitam," ucapnya.