Guti Bela Alvaro Arbeloa di Real Madrid: Datang di Situasi Sulit dan Dihantam Badai Cedera

Legenda Real Madrid, Guti, angkat bicara mengenai situasi yang dihadapi Alvaro Arbeloa sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Los Blancos.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 11 Maret 2026, 13:45 WIB
Pelatih kepala Real Madrid Alvaro Arbeloa mengamati jalannya pertandingan pada laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete dan Real Madrid, di Albacete, Spanyol, Kamis, 15 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Bola.com, Jakarta - Legenda Real Madrid, Guti, angkat bicara mengenai situasi yang dihadapi Alvaro Arbeloa sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Los Blancos. Menurutnya, mantan bek timnas Spanyol itu menerima pekerjaan yang sangat sulit karena harus menangani tim di tengah musim dan saat skuad sedang dilanda banyak cedera.

Real Madrid resmi berpisah dengan Xabi Alonso pada Januari lalu sebelum menunjuk Arbeloa sebagai pelatih tim utama. Sejak mengambil alih kursi pelatih, Arbeloa telah memimpin tim dalam 13 pertandingan di berbagai kompetisi.

Advertisement

Dari jumlah tersebut, Real Madrid meraih sembilan kemenangan dan menelan empat kekalahan. Salah satu hasil paling mengecewakan adalah tersingkirnya Los Blancos dari Copa del Rey setelah kalah 2-3 dari Albacete di babak 16 besar.

Meski demikian, Guti menilai Arbeloa sebenarnya berada dalam situasi yang tidak mudah sejak hari pertama menjabat sebagai pelatih kepala Real Madrid.

 


Arbeloa Dinilai Masuk ke Situasi Sulit

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

Dalam wawancaranya dengan Efe, Guti menegaskan bahwa Arbeloa seperti menerima tantangan yang sangat berat sejak awal masa kepemimpinannya di Santiago Bernabeu.

“Itu seperti piala beracun yang diberikan kepada Álvaro. Bukan hanya karena dia harus mulai di tengah musim, tetapi juga karena saat dia datang sudah ada banyak pemain yang cedera,” ujar Guti.

Menurut mantan gelandang kreatif Real Madrid itu, kondisi skuad yang terus dihantam cedera membuat kemampuan sebenarnya dari Arbeloa sebagai pelatih belum bisa terlihat secara maksimal.

“Dia sudah berada di sini beberapa bulan dan bukan berkurang, justru cedera bertambah banyak. Anda tidak bisa melihat sepenuhnya apa yang bisa ditawarkan seorang pelatih ketika ada begitu banyak pemain cedera,” katanya.

“Kami semua memiliki harapan besar kepada Álvaro. Dia sangat mengenal klub ini, tetapi saat ini dia tidak memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk membuat tim bekerja dengan maksimal,” tambah Guti.

 


Arbeloa Hormati Dukungan Guti

Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyaksikan pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Levante dari pinggir lapangan di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Menjelang laga besar melawan Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Arbeloa juga menanggapi komentar dukungan dari Guti tersebut.

Pelatih berusia 42 tahun itu mengaku sangat menghormati sosok Guti yang dianggap sebagai salah satu legenda penting dalam sejarah Real Madrid.

“Saya sangat menghormatinya karena apa yang telah ia berikan untuk Real Madrid dan warisan yang ia tinggalkan,” kata Arbeloa.

“Saya sangat menghargai pendapatnya karena saya tidak berada di sini untuk menilai setiap opini. Salam untuknya, semoga saya bisa segera memeluknya,” ujar Arbeloa.

Guti dan Arbeloa sendiri pernah bermain bersama sebanyak 24 kali saat keduanya masih memperkuat Real Madrid sebagai pemain.

 


Real Madrid Andalkan Magis Bernabeu Lawan Man City

Ia meminta skuad Los Blancos untuk memenangkan duel panas melawan wakil Portugal itu. Tampak dalam foto, pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (tengah) berkumpul dengan para pemain selama sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. (FILIPE AMORIM/AFP)

Real Madrid dijadwalkan menghadapi Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (11/3/2026).

Menurut Guti, laga tersebut memang tidak akan mudah bagi Los Blancos. Namun ia berharap kebanggaan klub serta atmosfer magis di Bernabeu bisa membantu Real Madrid melewati tantangan tersebut.

“Itulah yang dipegang para penggemar Madrid. Duel ini memang sulit, tetapi kebanggaan Real Madrid dan malam-malam magis di Bernabeu bisa kembali terjadi,” ujar Guti.

“Mari kita lihat apakah semua itu bisa membantu Madrid berkembang dan mencapai level yang bagus, sehingga setidaknya kami bisa menghadapi leg kedua dengan harapan untuk lolos,” lanjutnya.

Jika berhasil menyingkirkan Manchester City dalam dua leg pertandingan, Real Madrid akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen dan Atalanta pada babak perempat final Liga Champions.

Berita Terkait