Tudor Dikecam karena Perlakuannya terhadap Kinsky: Manajemen Pemain yang Sangat Buruk, Dingin dan Kejam!

Tottenham hancur di Madrid, perlakuan Igor Tudor kepada Antonin Kinsky dinilai terlalu kejam.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Maret 2026, 07:20 WIB
Kiper Tottenham Hotspur asal Republik Ceko #31, Antonin Kinsky (kanan), berjabat tangan dengan kiper Tottenham Hotspur asal Italia #01, Guglielmo Vicario, saat ia diganti selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan telak 2-5 yang dialami Tottenham Hotspur di markas Atletico Madrid dalam laga leg pertama 16 Liga Champions memicu kritik keras terhadap pelatih Igor Tudor, terutama terkait perlakuannya terhadap kiper muda Antonin Kinsky.

Kinsky ditarik keluar hanya 16 menit setelah pertandingan dimulai di Metropolitano Stadium, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB, setelah gawang Spurs sudah kebobolan tiga kali.

Advertisement

Keputusan itu membuat analis TNT Sports, Joe Hart, mengaku "tercengang" melihat cara Tudor menangani situasi tersebut.

Babak pertama benar-benar menjadi bencana bagi Tottenham. Atletico mencetak empat gol hanya dalam rentang 22 menit.

Tiga gol pertama terjadi sebelum Kinsky diganti. Dua di antaranya bahkan berawal langsung dari kesalahan sang kiper. Setelah itu Tudor memasukkan Guglielmo Vicario sebagai pengganti.

Itu merupakan penampilan pertama Kinsky sebagai starter di Liga Champions bersama Spurs. Namun, malam yang seharusnya menjadi momen penting bagi kiper berusia 22 tahun itu justru berubah menjadi pengalaman pahit.

Hart menilai situasi tersebut menjadi lebih buruk karena Tudor sama sekali tidak memberikan respons kepada Kinsky ketika sang pemain meninggalkan lapangan.

Ketika kesalahan Kinsky pada gol ketiga terjadi, saat ia salah mengirim umpan, Hart mengaku ikut merasakan penderitaan sang pemain.

"Itu umpan yang sangat sulit dan dia benar-benar salah menanganinya. Dari kaki kiri ke kaki kanan. Astaga. Hati saya hancur melihatnya," kata Hart.


Kritik keras terhadap Tudor

Kiper Tottenham Hotspur asal Republik Ceko bernomor punggung 31, Antonin Kinsky (kanan), dipeluk oleh kiper Tottenham Hotspur asal Italia bernomor punggung 1, Guglielmo Vicario, saat ia diganti dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico de Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 10 Maret 2026. (Thomas COEX/AFP)

Hart menegaskan bahwa Kinsky memang menjalani 14 menit yang buruk, tetapi cara pelatih memperlakukannya dinilai jauh lebih mengejutkan.

"Dia menjalani 14 menit yang buruk, tidak ada yang bisa membantah itu. Bahkan seluruh stadion terlihat merasa kasihan kepadanya. Tapi, Anda lihat Tudor bahkan tidak mengakui keberadaan kipernya. Jika itu yang disebut manajemen pemain, saya benar-benar tercengang," ujarnya.

"Dia bertindak seolah ini bukan menit ke-14 dan seolah hal seperti ini tidak pernah terjadi di level mana pun, bahkan di liga amatir sekalipun."

"Ini Liga Champions. Ya, dia melakukan kesalahan. Apakah dia sengaja melakukannya? Tentu tidak. Anda seharusnya mendukung tim Anda dan mengirimkan pesan. Tapi, dia hanya berdiri di sana, berpura-pura tidak terjadi apa-apa, lalu lanjut begitu saja," kata Hart.

Hart juga kembali menegaskan simpatinya kepada Kinsky.

"Saya mencoba memahami situasinya, dan perasaan saya secara keseluruhan adalah hati saya benar-benar hancur untuk anak itu. Saya tahu ini tempat yang keras, ini Liga Champions, dan ini pertandingan yang sangat penting."

"Saya sudah mengatakan sebelum pertandingan, ini kesempatan baginya untuk menunjukkan alasan mengapa dia dipasang sebagai kiper. Apakah dia diberi kesempatan malam ini? Atau hanya sekadar menggantikan posisi untuk satu pertandingan? Siapa yang tahu."

"Saya tidak mencari-cari alasan untuknya. Dia memang menjalani 14 menit yang buruk. Terpeleset dan gol ketiga itu adalah semua yang tidak ingin dia alami. Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa lagi. Saya sudah melihat banyak hal, tapi saya benar-benar sedih untuk anak itu. Tim Tottenham ini benar-benar kacau saat ini," tutur Hart.


Awal Petaka Spurs

Kiper Tottenham Hotspur bernomor punggung 31, Antonin Kinsky, kebobolan gol pembuka yang dicetak oleh gelandang Atletico Madrid bernomor punggung 14, Marcos Llorente, asal Spanyol, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO / AFP)

Keputusan Tudor memberi kesempatan kepada Kinsky di Madrid datang setelah Vicario sebelumnya sempat mendapat kritik akibat beberapa penampilan buruk.

Akan tetapi, keputusan itu langsung menjadi bumerang. Kesalahan pertama Kinsky terjadi ketika ia terpeleset saat menguasai bola, yang kemudian dimanfaatkan Marcos Llorente untuk mencetak gol pembuka pada menit keenam.

Atletico menambah keunggulan melalui Antoine Griezmann pada menit ke-14.

Tak lama kemudian, Kinsky kembali membuat kesalahan fatal ketika umpannya justru jatuh ke kaki Julian Alvarez yang dengan mudah mencetak gol ketiga, menutup 15 menit mimpi buruk bagi Spurs.

Jika Tudor berharap memasukkan Vicario bisa langsung mengubah situasi, kenyataannya tidak demikian. Kiper asal Italia itu juga kebobolan hanya lima menit setelah masuk, ketika Atletico memperbesar keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-22.

Tottenham sempat memperkecil skor menjadi 4-1 sebelum turun minum lewat gol Pedro Porro.

Namun, lini belakang Spurs kembali tampil buruk pada menit ke-54. Alvarez berlari dari satu sisi lapangan ke sisi lain sebelum menaklukkan Vicario untuk mencetak gol kelima Atletico.


Man Management terburuk

Bek Tottenham Hotspur asal Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, menghibur kiper Tottenham Hotspur asal Republik Ceko bernomor punggung 31, Antonin Kinsky, setelah ia diganti selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Komentator TNT Sports lainnya, Steve McManaman, yang berada di studio bersama Hart, juga melontarkan kritik tajam terhadap Tudor.

Ia bahkan menyebut perlakuan sang pelatih sebagai contoh "man management pada level terburuk".

"Anda bisa melihat ada seorang staf di belakang, berpakaian hitam, yang menghampirinya dan memeluknya. Dua atau tiga pemain juga memeluknya," kata McManaman.

"Kiper muda itu menjalani malam yang mengerikan setelah dipilih oleh pelatihnya sendiri. Tapi, pelatihnya bahkan tidak mengakuinya, tidak menghampiri untuk mengatakan maaf, atau 'jangan khawatir', tidak merangkulnya, tidak melakukan apa pun untuk meredakan situasi," cetusnya.

"Itu dingin sekali. Sangat kejam."

 

Sumber: TNT Sports

Berita Terkait