Gol Detik-Detik Akhir Lamine Yamal Bikin Newcastle Patah Hati, Benar-Benar Sulit Diterima

Gol bintang Barcelona, Lamine Yamal, pada menit-menit akhir pertandingan benar-benar bikin Newcastle United patah hati. The Magpies sulit menerima gol tersebut.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 11 Maret 2026, 10:30 WIB
Lamine Yamal melakukan tendangan ke arah gawang dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Newcastle vs Barcelona di St James Park, 11 Maret 2026. (Steve Welsh/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Gol bintang Barcelona, Lamine Yamal, pada menit-menit akhir pertandingan benar-benar bikin Newcastle United patah hati. The Magpies sulit menerima gol tersebut. 

Ya, penalti Lamine Yamal pada detik-detik terakhir leg pertama babak 16 besar Liga Champions membuat Newcastle harus menerima hasil 1-1 di St James Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. 

Advertisement

Barcelona sebenarnya hanya tinggal beberapa detik lagi menelan kekalahan ketika Malick Thiaw menjatuhkan Dani Olmo di dalam kotak penalti.

Wasit Marco Guida langsung menunjuk titik putih. Yamal yang baru berusia 18 tahun tampil tenang mengeksekusi penalti dan menaklukkan Aaron Ramsdale, meski para pendukung tuan rumah berharap ia gagal.

Gol tersebut tercipta pada menit ke-96, dan wasit langsung meniup peluit panjang sesaat setelah penalti itu masuk ke gawang.

Gol itu menjadi penalti penyama kedudukan paling telat kedua dalam sejarah Liga Champions, setelah Kylian Mbappe juga menggagalkan kemenangan Newcastle bersama Paris Saint-Germain lewat penalti pada menit ke-98 pada 2023.

Newcastle sempat unggul lewat gol jarak dekat Barnes pada menit ke-86. Penyerang tersebut sebelumnya juga hampir mencetak gol ketika tendangan melengkungnya membentur tiang gawang.

 


Kecewa Berat

Bertanding di St James Park, pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, kemenangan The Magpies yang sudah di depan mata sirna lewat drama gol menit akhir. Tampak dalam foto, kiper Newcastle United asal Inggris, Aaron Ramsdale (kiri), berbincang dengan penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal, setelah pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Pemain sayap Newcastle United, Harvey Barnes, mengakui gol Lamine Yamal tersebut sangat sulit diterima. 

“Ini sulit. Ketika Anda mencetak gol rasanya luar biasa. Anda bisa merasakan energi dari para suporter. Kami sebenarnya bermain sangat baik. Kebobolan di menit akhir sangat sulit diterima, tetapi skor masih imbang dan kami masih punya leg kedua," kata Barnes, seperti dikutip dari ESPN

Pelatih Newcastle, Eddie Howe, menyebut gol penyama kedudukan itu sebagai situasi yang terlalu mudah terjadi. Ketika ditanya apakah timnya pantas mendapatkan hasil lebih baik, ia menjawab: “Ya, tentu saja.”

“Penampilan tim sangat bagus, sangat baik di semua fase permainan. Saya pikir kami mampu membatasi mereka dengan pertahanan yang sangat solid, dan kami juga menyerang dengan baik."

“Meski kami tidak menciptakan terlalu banyak peluang bersih, saya merasa tetap ada peluang bagi kami sepanjang pertandingan. Sangat menyenangkan akhirnya bisa mencetak gol, tetapi serangan terakhir dalam pertandingan, sentuhan terakhir dalam laga, itu sangat sulit diterima," ujar Howe. 

 


Newcastle Yakin Bisa Sulitkan Barcelona di Camp Nou

Striker Newcastle United asal Denmark, William Osula (kiri), berebut bola dengan bek Barcelona asal Spanyol, Gerard Martin, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. Menjamu Barcelona, Newcastle United harus puas dengan hasil imbang 1-1. (Paul ELLIS/AFP)

Meski demikian, Howe tetap yakin timnya bisa menyulitkan pasukan Hansi Flick saat leg kedua digelar di Camp Nou pekan depan.

“Besok ketika kami bangun dan melihatnya dengan kepala dingin, kami akan melihat sisi positifnya. Pertandingan ini masih sangat terbuka dan kami bermain sangat baik,” ujarnya.

“Kami menunjukkan kualitas kami. Kami tampil sangat kompetitif. Tantangannya adalah kami harus bisa melakukan itu secara konsisten. Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa bermain melawan tim terbaik ketika berada dalam performa terbaik.”

 


Barcelona Puas

Pada menit-menit akhir pertandingan, tekanan Barcelona membuahkan hasil pada menit 90+5 ketika Dani Olmo dijatuhkan Malick Thiaw di dalam kotak penalti. Lamine Yamal maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Aaron Ramsdale pada menit 90+6. Tampa dalam foto, penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal, merayakan golnya selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Newcastle United di St James' Park, Newcastle-upon-Tyne, timur laut Inggris pada Selasa 10 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 11 Maret 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Barcelona, yang sebelumnya menang 2-1 di kandang Newcastle pada laga pertama fase grup September lalu, sempat menunjukkan kilasan kualitas mereka dan akhirnya pulang dengan hasil yang cukup berharga.

Namun, mereka berada di bawah tekanan dalam waktu yang cukup lama dan tampak puas bisa pulang dengan skor imbang.

“Jika sebelum pertandingan Anda bertanya kepada saya dan hasilnya 1-1, saya pasti sudah merasa senang,” kata Flick.

“Sejujurnya saya lebih senang dengan hasilnya. Saat menguasai bola kami tidak bermain dengan baik. Kami kehilangan terlalu banyak bola dan melakukan kesalahan yang terlalu mudah," ujar Flick. 

“Pertandingan ini tidak mudah. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, Anda bisa melihatnya dalam pertandingan. Ketika kami bisa mengontrol bola, segalanya menjadi lebih mudah bagi kami. Tetapi itu belum cukup. Kami harus bermain jauh lebih baik pekan depan," imbuh dia. 

Sumber: ESPN

Berita Terkait