3 Calon Pengganti Iran di Piala Dunia 2026

Siapa yang berpotensi menggantikan Timnas Iran seandainya tim di kawasan Timur Tengah itu mundur dari Piala Dunia 2026?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Maret 2026, 17:30 WIB
Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Ancaman mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 membuka kemungkinan munculnya tim pengganti di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Situasi ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai siapa yang berpeluang menggantikan posisi tim berjuluk Team Melli tersebut.

Advertisement

Ketika Iran memastikan tiket ke putaran final pada Maret 2025, perhatian utama sebenarnya tertuju pada persoalan apakah para pendukung mereka dapat datang ke Amerika Serikat di tengah kebijakan pembatasan perjalanan.

Namun, kini situasinya berubah drastis, bukan hanya suporter, bahkan para pemain pun berpotensi tidak tampil di turnamen itu.

12 hari setelah serangan udara pertama yang dilancarkan militer Amerika Serikat terhadap Iran, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyampaikan pernyataan tegas.

"Dalam keadaan apa pun, kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia," katanya.


Kejadian Langka

Iran menyusul Jepang untuk tampil di pesta akbar sepakbola tersebut. Iran mendapatkan tiket lolos itu setelah berimbang 2-2 kontra Uzbekistan di Azadi Stadium, Selasa (25/3/2025) malam WIB. Iran memang cuma butuh satu poin untuk lolos. (AFP)

Jika keputusan itu benar-benar diambil, hal tersebut akan menjadi kejadian langka dalam sejarah sepak bola modern. Tidak ada negara yang sudah lolos kualifikasi kemudian menarik diri dari Piala Dunia putra sejak Piala Dunia 1950.

Saat itu, Prancis dan India mundur karena biaya perjalanan ke Brasil yang terlalu mahal, bukan karena mitos soal bermain tanpa sepatu, dan FIFA tetap melanjutkan turnamen dengan jumlah tim lebih sedikit.

Secara teori, opsi tersebut masih bisa diterapkan kembali. Artinya, grup yang ditempati Iran bisa saja hanya diisi tiga tim, yakni Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Namun, tuntutan komersial kemungkinan besar membuat skenario itu sulit terjadi karena akan mengurangi jumlah pertandingan.

Selain itu, turnamen masih berjarak sekitar tiga bulan lagi, sementara enam tiket terakhir untuk turnamen berformat 48 tim tersebut baru akan ditentukan melalui babak play-off pada jeda internasional Maret.

Regulasi FIFA memberikan ruang cukup luas apabila terjadi penarikan diri tim peserta. Karena itu, keputusan Iran berpotensi menciptakan ketidakpastian terkait siapa yang akan mengisi slot tersebut.

Berikut tiga kandidat yang paling mungkin menjadi pengganti.


1. Irak

Selebrasi para pemain Irak merayakan gol ke gawang Indonesia yang dicetak Aymen Hussein (kedua kiri) melalui eksekusi penalti pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Iran lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara grup pada fase kualifikasi zona Asia yang cukup kompleks. Sementara itu, Irak menjadi tim dengan performa terbaik di Asia yang belum memastikan tempat di putaran final.

Irak masih memiliki peluang lolos melalui play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret.

Tim yang dilatih pelatih asal Australia, Graham Arnold, rencananya akan menghadapi pemenang duel antara Bolivia dan Suriname.

Jika Irak langsung diberi tiket ke putaran final sebagai pengganti Iran maka slot play-off kemungkinan akan diberikan kepada satu di antara dari Bolivia atau Suriname.

Sepanjang sejarah, Irak baru sekali tampil di Piala Dunia putra, yakni pada edisi 1986. Saat itu, tim berjuluk Lions of Mesopotamia itu tersingkir di fase grup setelah menelan tiga kekalahan dan hanya mencetak satu gol.


2. Uni Emirat Arab (UEA)

Para pemain UEA berdiri menyanyikan lagu kebangsaan mereka menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Uni Emirat Arab dan Irak di Stadion Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi pada 13 November 2025. (Fadel SENNA/AFP)

Irak memastikan tempat di play-off antarkonfederasi setelah mengalahkan United Arab Emirates (UEA) dalam duel dua leg pada November 2025.

Pertandingan pertama di Abu Dhabi berakhir imbang 1-1. Pada leg kedua, UEA sempat unggul, tetapi akhirnya kalah 1-2 setelah Irak mencetak gol penalti pada menit ke-17 masa tambahan waktu babak kedua.

Belum jelas apakah keputusan terkait pengganti Iran akan diambil sebelum play-off berlangsung. Namun, laporan sejumlah media menyebutkan bahwa jika Irak lolos lewat jalur tersebut maka UEA berpeluang menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Seperti Irak, UEA juga baru sekali tampil di Piala Dunia, yakni pada edisi 1990, ketika mereka tersingkir di fase grup tanpa meraih satu poin pun.


3. Tim "Lucky Loser"

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Ada pula kemungkinan lain yang dapat dipertimbangkan FIFA.

Jika Irak berhasil lolos melalui play-off, badan sepak bola dunia itu tidak harus menunjuk tim pengganti dari Asia.

Dalam skenario tersebut, slot Iran bisa saja diberikan kepada satu di antara tim yang kalah dalam turnamen mini play-off antarkonfederasi yang akan digelar di Meksiko.

Secara logika, langkah itu mungkin bukan pilihan paling sederhana. Namun, dalam sepak bola, keputusan tidak selalu mengikuti jalur yang paling mudah.

FIFA menegaskan bahwa mereka memiliki kewenangan penuh untuk mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu dalam situasi seperti ini.

 

Sumber: SI

Berita Terkait