Klub Inggris Melempem di Liga Champions, MU Terancam Kena Dampaknya

Klub-klub Liga Inggris di luar dugaan tampil kacau pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 Maret 2026, 21:15 WIB
Pemain Manchester United, Bruno Fernandes (kedua kiri) bersama Joshua Zirkzee (tengah) dan Rasmus Hojlund (kedua kanan) melakukan selebrasi usai pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, pada 15 Desember 2024. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Klub-klub Liga Inggris di luar dugaan tampil kacau pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Dari enam tim Inggris yang tampil di babak 16 besar, tak ada satu pun yang berhasil mengukir kemenangan. 

Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur dan Chelsea kalah. Arsenal dan Newcastle United hanya bermain imbang. 

Advertisement

Korban terbesar dari rangkaian pertandingan tengah pekan di Liga Champions mungkin bukanlah Chelsea, Manchester City, Liverpool, atau bahkan Tottenham Hotspur.

Sebaliknya, yang paling merasakan dampaknya justru bisa jadi adalah Manchester United, yang mungkin akan paling menyesali performa buruk klub-klub Inggris tersebut.

Liverpool membuka pekan itu dengan penampilan mengecewakan saat kalah 0-1 dari Galatasaray, sementara Tottenham asuhan Igor Tudor mencapai titik rendah setelah dihajar 2-2 oleh Atletico Madrid.

Chelsea juga takluk dengan skor sama 2-5 saat bertandang ke markas Paris Saint-Germain, sedangkan bencana di lini pertahanan membuat City kebobolan tiga gol tanpa balas saat melawan Real Madrid.

Dari enam pertandingan yang melibatkan tim Inggris, tidak satu pun berhasil meraih kemenangan. Pada laga lain yang tidak berakhir dengan kekalahan, Newcastle United berjuang keras untuk meraih hasil imbang 1-1 melawan Barcelona, sementara Arsenal harus puas dengan hasil seri 1-1 melawan Bayer Leverkusen.

 


Bisa Jadi Bencana

Bek Real Madrid asal Jerman bernomor punggung 22, Antonio Ruediger (kanan), menendang bola melewati gelandang Manchester City asal Portugal bernomor punggung 20, Bernardo Silva, selama pertandingan pekan ke-6 Phase League Liga Champions antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis (11-12-2025) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO/AFP)

Seperti dikutip dari Manchester Evening News, berdasarkan performa pekan ini, ada kemungkinan tidak ada satu pun klub Inggris yang tersisa di kompetisi elite Eropa pada pekan depan. Jika itu benar-benar terjadi, situasi tersebut bisa menjadi bencana bagi MU.

Setan Merah kemungkinan berharap klub-klub sesama peserta Premier League mampu melaju jauh di Liga Champions sebagai jaring pengaman jika mereka finis di luar empat besar klasemen Liga Inggris.

Inggris sebenarnya memimpin tabel koefisien klub UEFA menjelang fase gugur, sebagian besar berkat sembilan klub yang berhasil melewati fase liga dan mencapai babak 16 besar di kompetisi UEFA, yaitu Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi. 

 


Koefisien UEFA

Penyerang Chelsea asal Portugal bernomor punggung 07, Pedro Neto (kiri), membantu seorang anak gawang setelah mendorongnya saat pertandingan sepak bola leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (JULIEN DE ROSA/AFP)

Namun, jika hingga empat klub Inggris, yang tersebar di tiga kompetisi Eropa, tersingkir pada pekan depan, hal itu bisa menjadi kemunduran besar. Alasannya, liga-liga dari Italia, Spanyol, dan Jerman saat ini terus membayangi di belakang dalam peringkat koefisien.

Sejauh ini, setelah pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, maka peringkat koefisien tersebut adalah sebagai berikut:

1. Inggris: 22.513

2. Spanyol: 18.031

3. Jerman: 18.000

4. Itallia: 17.357

 

Sumber: Manchester Evening News

 

Berita Terkait